CakBass.com Kamera Apa itu Metering Dalam Fotografi?

Apa itu Metering Dalam Fotografi?

metering dalam fotografi

Apa itu Metering dalam fotografi? – Pernah mendengar istilah metering pada fotografi? Sebenarnya apa fungsi metering kamera dalam fotografi? Bagaimana cara kerja metering pada kamera?
Sebelum mulai memotret, menjadi hal yang penting kita memahami metering pada kamera. Pada dasarnya metering sangat erat kaitannya dengan segitiga eksposur (triangle exposure).

Jika eksposur adalah parameter yang digunakan untuk menentukan seberapa banyak cahaya diserap oleh sensor kamera melalui lensa. Sedangkan metering ini merupakan tools di dalam kamera yang sangat membantu untuk memastikan bahwa intensitas cahaya yang masuk ke dalam kamera dalam keadaan ideal atau tidak under/over exposure.

Fungsi Metering

Sesuai penjelasan di atas fungsi metering dalam fotografi adalah untuk menghasilkan foto yang memiliki nilai exposure yang tepat, sehingga foto yang dihasilkan tidak terlalu terang (over exposure) atau terlalu redup (under exposure).
metering dalam fotografi
Atau sebaliknya, dengan metering kita juga bisa memanfaatkannya untuk melakukan pengambilan gambar (yang sama) dengan nilai eksposur yang berbeda. Bisa dengan sengaja mengambil sebuah gambar yang under exposure atau over exposure. Lalu menggabungkan beberapa kondisi foto dengan eksposur berbeda tadi, dengan tujuan membuat gambar yang memiliki area dinamis yang lebar. Dalam fotografi hasil penggabungan foto tersebut biasa dikenal dengan istilah HDR (high dynamic range). Tentunya membuat sebuah foto HDR akan memerlukan post process digital lebih lanjut (editing).

Cara Membaca Metering

Informasi data metering ini dapat dilihat melalui layar kamera atau jendela bidikan (viewfinder). Letaknya tergantung merk kamera masing-masing. Lihat contoh gambar berikut.

metering dalam fotografi

Metering dalam sebuah kamera yang di tunjukkan pada contoh di atas, akan menghasilkan gambar dengan exposure yang tepat (tidak over atau under). Yaitu ketika metering tepat berada pada angka NOL atau berada di tengah-tengah. Metering ini bisa sewaktu-waktu mengalami perubahan, baik yang di sebabkan setting yang kita terapkan maupun kondisi cahaya yang ada.

Cara Kerja Metering

Ketika kita memotret sebuah subyek (dalam satu frame), akan terdapat beberapa elemen selain subyek utama, baik itu berperan sebagai foreground atau background. Setiap subyek dalam foto memantulkan cahaya yang mengenai elemen-elemen tersebut, yang kemudian pantulan cahaya tersebut ditangkap sensor kamera. Intensitas cahaya yang dipantulkan setiap elemen pun berbeda-beda, mulai dari terang sampai gelap. Kondisi inilah yang masuk ke dalam matrix pengukuran metering oleh sebuah kamera.

Informasi intensitas cahaya dari setiap elemen tersebut akan disesuaikan dalam metering, sehingga dihasilkan kombinasi yang tepat mengenai nilai eksposur-nya (setting ISO, Aperture dan Shutter speed). Semakin beragam tingkat intensitas cahaya yang dipantulkan oleh setiap elemen-elemen dalam sebuah frame foto, maka semakin rumit metering menangani hal tersebut.

Mengantisipasi Kekurangan Metering Pada Kamera

Saat menggunakan setting metering default pada kamera, tentunya seringkali foto yang dihasilkan kurang maksimal atau tidak sesuai kondisi normal mata kita.

simbol metering

Karena fitur metering pada kamera saat ini terbagi menjadi beberapa mode, kita hanya perlu menentukan setting metering mana yang harus kita kita gunakan. Untuk detail bagaimana bermain dan menguasai metering pada kamera akan di bahas pada artikel selanjutnya.

 

 

13 Likes

Author: cakbass

Leave a Reply

%d bloggers like this: