Bagian-bagian kamera DSLR dan Fungsinya

0
132
bagian kamera DSLR
bagian-bagian kamera DSLR dan fungsinya
Advertisement

Bagian-bagian kamera DSLR dan Fungsinya  – Dalam dunia fotografi, kalau kalian tidak bisa mengenali kamera yang kalian pakai, maka fungsinya tidak akan bisa dimaksimalkan. Itulah alasan mengapa kalian disarankan untuk mengenal bagian-bagian kamera khususnya DSLR. Bagian-bagian kamera DSLR cukup banyak dan kompleks, tidak perlu untuk mempelajari semua bagian-bagian kamera DSLR satu per satu hingga detail. Namun, setidaknya untuk praktek fotografi sehari-hari kita mengetahui bagian-bagian kamera DSLR yang akan kita gunakan dalam pemotretan.

Inilah Bagian-Bagian Kamera DSLR

Sebelum mahir dengan dunia fotografi, kalian harus paham dengan alat yang digunakan untuk pengambilan gambar. Dengan memahami semua komponen dan fungsinya, kamera bisa dimaksimalkan dan Anda semakin ahli, simak bagian-bagian kamera di bawah ini.

bagian-bagian kamera DSLR dan fungsinya
bagian-bagian kamera DSLR dan fungsinya 2

1. Bodi Kamera

Bodi adalah bagian dari kamera DSLR yang sangat penting dan harus dipahami dengan baik. Karena bodi akan menentukan bagaimana kalian akan memegang kamera dengan baik dan bagaimana memposisikan semua tombol agar tidak salah tekan. Saat pertama kali membeli atau menggunakan DSLR yang lain, pastikan untuk mengecek bodi dari kamera.

Cobalah untuk memegang dan posisikan di tangan agar nyaman. Selanjutnya, coba lakukan uji pemotretan sampai mendapatkan hasil yang sempurna. Semakin besar bodi dari kamera, handling akan semakin sulit dilakukan. Kalian tidak hanya akan memikirkan bagaimana posisi dari kamera agar tepat saja. Berat dari bodi juga harus dipertimbangkan agar tidak mengalami goyang dan gambar jadi sering blur.

2. Lensa

Bagian kamera DSLR kedua adalah lensa yang dipakai untuk mengambil gambar. Lensa dari kamera umumnya bisa dilepas dan diganti-ganti sesuai dengan kebutuhan. Itulah kenapa kalian harus tahu bagaimana cara melepas dan memasang lensa dengan baik. Cek tombol yang dipakai untuk melepas lensa dan memasangnya kembali. Selain itu, jangan melupakan tutup dari lensa.

Kalau lensa tertutup, gambar tidak akan bisa diambil. Namun, kalau lensa terus dibuka bahkan saat dimasukkan tas, ada kemungkinan terkena debu. Bersihkan lensa secara berkala untuk membuat kualitas foto dan yang diambil bisa sempurna. Lakukan dengan bahan yang lembut secara berkala sebelum dipakai atau saat akan disimpan kembali.

3. Tombol Shutter

Tombol shutter berada di bagian atas dari kamera dan didesain ergonomis agar mudah ditekan oleh penggunanya. Jadi, lokasinya tidak akan sulit dijangkau jari-jari. Saat akan membeli kamera, cek dahulu tombol ini apakah sudah nyaman untuk ditekan atau malah membuat tangan jadi sakit.

Fungsi dari tombol shutter ini adalah mengaktifkan rana yang sudah disetting oleh kamera. Begitu tombol ditekan, proses perekaman akan dilakukan dalam waktu sepersekian detik. Usahakan saat menekan tombol shutter, tangan tidak bergetar agar hasilnya lebih stabil.

4. Layar LCD

Bagian layar LCD sangat penting untuk melakukan pengaturan secara manual dari semua fitur di DSLR. Layar ini cukup lebar dan berisi semua informasi mulai dari shutter speed, , white balance, dan lainnya. Kalian bisa mengaturnya secara langsung sebelum memotret. Melalui layar LCD ini kalian juga mengetahui berbagai informasi terkait dengan sisa daya baterai, jumlah foto yang tersimpan, sampai melihat hasil jepretan.

Layar LCD pada DSLR ada yang sifatnya biasa dan ada yang touchscreen. Saat melakukan perekaman dengan , kalian bisa melihat langsung apa saja yang sudah direkam dengan live preview. Jadi, apa saja bisa dicek secara langsung sebelum dipindahkan ke PC untuk disunting.

5. View Finder

View finder ini adalah alat yang dipakai untuk mengeker apakah sudah memiliki fokus sempurna atau belum. Kalau belum fokus bisa disetel ulang berkali-kali. Pada kamera DSLR, pengeker ini berada di bagian atas dan ukurannya tidak terlalu besar. Beberapa kamera sudah menyediakan DSLR jenis elektronik. Namun, fitur ini tetap jadi pilihan khususnya mereka yang memiliki gangguan mata baik rabun dekat atau rabun jauh.

6. Tombol On dan Off

Tombol ini memang tidak ada kaitannya dengan kemampuan fotografi. Namun, kalau kalian tidak mengetahui di mana lokasi tombol on dan off, kamera tidak akan bisa dinyalakan dan difungsikan dengan baik. Lokasi dari tombol ini biasanya agak jauh dari jangkauan tangan pada kamera Canon. Sedangkan pada kamera Nikon tombol ini berada dipinggir tombol shutter berbentuk switch. Jadi, tidak akan salah menekan tombol seperti shutter dan juga tombol dial lainnya.

7. Baterai

Baterai juga sangat penting dalam dunia fotografi karena komponen ini digunakan untuk menyuplai daya. Kalau tidak ada baterai, kamera tidak bisa menyala dan pengambilan gambar mustahil untuk dilakukan. Lokasi dari baterai berada di bagian bawah dari body. Kalian harus bisa melepas dan memasangnya kembali. Hal dasar ini harus dikuasai agar penggunaan baterai bisa dimaksimalkan.

Misal dengan membawa baterai serep saat jauh dari saluran listrik. Selalu cek indikator baterai pada layar apakah masih banyak atau sudah sedikit. Kalau sudah menipis, Kalian bisa melepasnya dan mengganti dengan baterai lain. Baterai yang kosong bisa segera dicas. Pastikan menggunakan baterai original atau suku cadang aslinya.

8. Mode Dial

Mode dial lokasinya berada tidak jauh dari shutter. Jadi, Kalian bisa menekannya untuk mengubah mode dari kamera. Pada mode dial, ada beberapa pilihan yang bisa diambil, pertama manual lalu auto, dan AV atau TV. Setel secara mandiri mana jenis mode yang akan digunakan. Dengan begitu, Kalian bisa memaksimalkan penggunaan kamera sesuai dengan kemampuan. Misal masih pemula, Kalian bisa memakai manual agar hasilnya maksimal.

9. Tombol Menu

Tombol menu berhubungan dengan fitur yang ada di dalam layar LCD. Sebelum mengatur banyak hal, cari tombol itu untuk memudahkan proses pemilihan. Biasanya tombol memiliki beberapa fungsi seperti naik, turun, geser kiri kanan, dan tombol untuk memilih.

10. Tombol Flash

Jika kalian menggunakan kamera DSLR dan ingin memotret di ruangan yang cenderung gelap, ada baiknya untuk menekan tombol flash terlebih dahulu. Kalau tombol ini tidak ditekan, kilatan cahaya yang membuat gambar jadi lebih cerah tidak akan muncul. Saat ini hampir semua kamera DSLR kelas bawah sekali pun sudah memiliki built in flash akan membantu proses fotografi saat kondisi intensitas cahaya rendah. Jadi, saat membelinya cek bagian itu dan coba agar tidak bingung saat memotret di dalam kondisi ruangan yang gelap.

Tombol untuk mengaktifkan flash ini biasanya berada di bagian atas dari kamera. Cek semua tombol di sana satu per satu. Lambat laun kalian akan terbiasa dengan hal ini sehingga secara otomatis menekannya saat dibutuhkan. Semua bagian-bagian harus dipahami dengan baik agar bisa memaksimalkan penggunaan dari kamera. Kalau kalian tidak paham fungsi dari masing-masing bagiannya, pengambilan gambar hanya dilakukan sekadar jepret saja. Hasilnya jadi tidak bisa maksimal.

Anatomi Kamera DSLR Beserta Fungsinya

Berikut ini adalah anatomi kamera DSLR. Kita ambil satu contoh, yaitu kamera DSLR Nikon D90. Di Indonesia, Nikon menjadi merek kamera yang paling banyak digunakan [2]. inilah anatomi kamera DSLR Nikon D90 beserta fungsinya.

anatomi kamera DSLR

1. Tombol Auto Focus

Untuk mengatur pencarian fokus gambar secara otomatis.

2. Tombol Continuous Shot

Tombol ini untuk mengatur apakah pengambilan gambar tunggal atau banyak (berurutan) saat menekan shutter.

3. Kompensasi Exposure

Untuk mengubah kadarkompensasi pencahayaan foto oleh kamera, dinaikkan untuk menerangkan gambar yang dibidik atau diturunkan sehingga menggelapkan bidikan.

4. Shutter (Rana)

Tombol pengambil gambar yang ingin dipotret. Jika ditekan setengah berfungsi untuk mengunci fokus yang dibidik serta menampilkan pengukuran tingkat pencahayaan gambar.

5. Tombol Power

Berfungsi untuk menghidupkan atau mematikan kamera.8

6. Tombol Modus Metering

Berfungsi untuk mengubah modus pengukuran pencahayaan gambar oleh kamera, tekan tombol ini dan putar tombol pengubah kecepatan rana.

7. Tombol Menu

Tempat beragam pilihan modus pemotretan. Pada kamera jenis yang berbeda tombol ini terkadang ada di sebelah kanan.

8. Hot Shoe

Merupakan tempat dudukan external flash.

9. Panel LCD

Pada panel ini akan ditampilkan konfigurasi pengaturan kamera seperti kecepatan rana, bukaan diafragma, white balance, jumlah foto, dan juga tenaga yang tersedia di baterai.

tombol dan fungsi kamera

10. Playback

Tombol yang berfungsi untuk menampilkan / mematikan hasil dari foto yang telah diambil

11. Menu

Tombol yang berfungsi untuk menampilkan konfigurasi menu pada kamera.

12. Lock / BW

Tombol yang berfungsi untuk mengunci gambar agar tidak terhapus. Berfungsi juga mengubah pilihan white balance.

13. Zoom Out /

Memperkecil ukuran gambar waktu preview di layar LCD. Juga berfungsi mengubah besaran , jika ditekan bersamaan dengan memutar tombol shutter speed.

14. Zoom In / Quality

Tombol yang berfungsi untuk memperbesar tampilan foto saat preview di layar LCD. Tekan tombol ini, dan putarlah tombol pengatur rana, maka fungsinya akan menjadi pengatur kualitas foto.

15. Layar LCD

Layr untuk menampilkan hasil foto, fasilitas live preview (jika ada), dan menu kamera.

16. Tombol Penampil Info

Menampilkan info setting kamera pada layar live preview yang akan terlihat di layar LCD.

17. Pengunci Fokus

Tombol ini berfungsi untuk menghidupkan atau mematikan fokus otomatis. Jika dimatikan fokus lensa akan berada di titik tertentu.

18. Tombol Navigator

Tombol ini berfungsi untuk mengarahkan menu, titik fokus, gambar display, dan sebagainya. Tombol dengan tulisan OK, untuk mengeksekusi perintah.

19. Tombol Live Preview

Mengaktifkan atau mematikan fasilitas live preview pada layar LCD.

20. Pengatur Kecepatan Rana

Untuk mengatur kecepatan pengambilan foto.

21. AE-Lock / AF-lock

Mengunci fokus dan atau kompensasi exposure.

22. Diopri

Berfungsi untuk mengatur fokus foto pada view finder agar fotografer yang bermata minus atau plus dalam melihat gambar yang dibidik dengan jelas.

23. View Finder

Jendela bidik untuk melihat sasaran yang dibidik.

24. Delete / Format

Tombol untuk menghapus foto. Tombol ini berfungsi juga untuk memformat kartu memori dengan cara ditekan bersamaan dengan tombol pengatur metering.

tombol dan dial kamera

25. Pengatur Diafragma

Berupa putaran untuk mengatur bukaan diafragma. Jika diputar ke kiri untuk memperbesar bukaan diafragma, sedangkan jika diputar ke kanan akan memperkecil bukaan diafragma.

26. Fungsi Pilihan

Yang beguna untuk mengaktifkan pengaturan yang dipilih pada kamera, misalnya untuk mengubah jumlah titik fokus dan lain sebagainya.

27. Penampil DOF (Depth Of Field)

Berfungsi untuk mengetahui kedalaman dan ketajaman gambar yang dibidik sebelum menekan tombol shutter.

28. Tombol Pelepas Lensa

Berfungsi untuk melepaskan lensa dari body kamera.

29. Lampu Pembantu Fokus

Berguna untuk membantu fokus otomatis di area yang gelap.

tombol samping dan terminal external

30. Tombol Flash

Berfungsi untuk membuka flash internal dan mengatur kadar tingkat pencahayaan flash internal, terang atau gelap.

31. Brecketing

Mengaktifkan fitur brecketing.

32. Pengatur Fokus Lensa

Untuk menghidupkan fokus otomatis atau fokus manual pada lensa.

33. Konektor Area

Di dalam penutup ini terdapat media konektor ke perangkat lainnya, seperti TV, komputer, serta slot untuk pengisian baterai.

KESIMPULAN

Agar bisa mendapatkan hasil karya fotografi yang mantab, dan sebagai “fotografer” kita harus benar-benar paham bagian-bagian kamera DSLR dan fungsinya serta segala fiturnya. Setidaknya tombol pengatur eksposur yang akan paling sering kita gunakan harus di pahami dan seminimal mungkin tidak terjadi kesalahan pengaturan saat memotret.

Penjelasan di atas adalah untuk kamera DSLR Nikon. Masing-masing pabrikan akan berbeda dalam penggunaannya dan beberapa istilah yang berbeda pula. Namun, setidaknya dari panduan ini kita bisa menyesuaikan dengan kamera kita masing-masing. Sebenarnya, cara paling mudah untuk mempelajari kamera adalah membaca manual book dan langsung praktek! Salam jepret cok!

Leave a Reply