CakBass.com Genre Begini Cara Belajar Street Photography Terbaru!

Begini Cara Belajar Street Photography Terbaru!

bas03687 2

Fotografi jalanan atau biasa disebut street photography adalah salah satu genre fotografi yang paling menantang. Mendokumentasikan orang-orang dan aktifitasnya di lingkungan mereka sehari-hari adalah kegiatan fotografi yang lumayan sulit. Dibutuhkan kesabaran, kerja keras, dan bahkan terkadang butuh keberanian untuk dapat mendekati dan memotret orang yang benar-benar asing.

Di sini kita akan melihat lebih dekat apa itu fotografi jalanan, beberapa perbedaan dengan genre fotografi lain, dan ada beberapa tips yang semoga bermanfaat untuk yang sedang belajar street photography.

Di Street photography kita harus memiliki respon yang cepat dan bereaksi secara intuitif seperti halnya olahraga “menembak reaksi”. Dan juga, kita harus dapat dengan cermat dan kreatif menyusun bidikan yang bisa menarik mata para audiens, seperti halnya dalam fotografi lanskap.

Tertarik dengan jenis fotografi jalanan ini? Yuk, kita mulai!

belajar street photography petugas

Apa itu Street Photography?

Wikipedia mendefinisikan fotografi jalanan sebagai “fotografi yang dilakukan untuk seni atau penyelidikan yang menampilkan pertemuan kebetulan tanpa perantara dan insiden secara acak.

Biasanya, fotografi jalanan adalah tentang memotret kehidupan secara terang-terangan di area publik. Dan bertentangan dengan namanya “street photography”, fotografi jalanan tidak harus selalu dilakukan di jalanan. Sebenarnya kita bsia melakukan fotografi jalanan di mana saja.

Misalnya, Ketika kita sedang menelusuri sebuah pasar, kita bisa saja menghabiskan waktu di sana. Pada saat hujan, ataupun panas, kedai kopi, atau pedagang kaki lima. Di mana saja kita akan selalu dapat menemukan subjek yang bagus untuk di potret.

Dan jangan lupa, daerah pedesaan pun sangat menarik lho. Meskipun kita tidak tinggal di kota besar, hal itu tidak akan menghalangi untuk memulai petualangan dan belajar street photography.

belajar street photography trotoar

Apa saja Yang Membuat Street Photography Terlihat Keren?

Saat ini, media sosial dibanjiri dengan fotografi jalanan. Pada umumnya kita hanya mengarahkan ke arah seseorang di jalanan tanpa mempedulikan penerapan dasar-dasar fotografi. Seperti semua jenis fotografi lainnya, hasil karya foto yang keren adalah tentang bagaimana cara kita membuatnya. Hal inilah yang akan menjadikan sebuah foto jadi keren atau biasa-biasa saja.

Foto jalanan yang bagus membutuhkan subjek yang jelas. Penerapan dasar-dasar fotografi seperti komposisi rule of thirds, Leading lines, negative scape, simetri, framing, dll tetap berlaku. Cobalah susun sebuah cerita melalui hasil jepretan kita. Buat foto di mana audiens berhenti sejenak dan bertanya-tanya. Jika ada tanda-tanda ini maka hasil jepretan kita bisa disebut berhasil dan layak disebut sebagai fotografi jalanan.

Satu hal lagi yang harus kita garisbawahi bersama adalah faktor cahaya dan memanfaatkan situasi cahaya sekitar untuk bisa menambah drama sebuah karya fotografi.

belajar street photography pkl

Harus Ada Orang sebagai Subjek?

Pertanyaan ini masih menjadi perdebatan di kalangan fotografer. Ada yang mengatakan bahwa semua foto jalanan harus berisi orang. Namun, beberapa orang mengambil pendekatan yang lebih luwes. Tidak semua fotografi jalanan membutuhkan orang sebagai subjek.

Misalnya, bayangan dapat digunakan untuk menangkap bidikan yang menggugah pikiran, bahkan jika kita tidak dapat melihat manusia mentransmisikannya. Beberapa fotografer juga terkadang memotret benda-benda atau barang yang ditinggalkan pemiliknya. Gambar-gambar Seperti ini akan membuat audiens bertanya-tanya apa cerita di balik benda-benda yang ditinggalkan itu.

belajar street photography sepedae sopo
belajar street photography becak ps genteng

Apakah Semua Fotografi Jalanan Harus Candid?

Pertanyaan fotografi jalanan ini juga sering menjadi perdebatan dan menjadi statemen bahwa kita harus memotret dengan jujur. Tetap saja, ada banyak orang yang tidak setuju. Sementara beberapa orang mengatakan bahwa potret jalanan adalah genre fotografi lain. Santuy ajalah ya…buat saya pribadi, yang nggak candid juga punya tantangan tersendiri.

Potret jalanan mengharuskan kita berinteraksi dengan subjek. Berinteraksi dengan orang asing dapat menimbulkan ketidakpercayaan diri bagi beberapa orang. Namun, buat yang sudah bertemu dengan beberapa orang yang menarik dengan cara ini akan menjadi sebuah cerita yang berbeda.

Jenis fotografi jalanan non-candid lainnya terjadi saat kita melakukan kontak mata dengan subjek. Beberapa orang akan mengatakan bahwa kontak mata menghilangkan spontanitas saat itu, dan dengan demikian mengubah pemandangan dan menjadi tidak natural. Hmmm…nggak juga sih, kita belajar nggak terlalu kaku dengan pakem-pakem yang membatasi kreatifitas.

Namun, jika subjek memperhatikan kita dan melihat ke atas tepat saat menjepret, jangan dibuang file-nya. Pertemuan yang terjadi kebetulan ini sering kali menambahkan sedikit humor pada gambar. Dan kontak mata sering membuat gambar menjadi lebih intim. Silakan jika ada yang berpendapat lain untuk menulisnya di kolom komentar.

belajar street photography bakso kraton tunjungan
belajar street photography emak emak

Perlengkapan Street Photography

Kamera

Dalam fotografi jalanan, less is more. Jika kita ingin tidak terlihat dan lebih cenderung suka dengan fotografi candid, menggunakan kamera dengan ukuran kecil akan sangat membantu meringankan segalanya.

Sistem kamera yang lebih kecil seperti kamera mirrorless tidak akan terlihat menonjol dibandingkan DSLR besar dan berat, dan tentunya lebih mudah dan tidak terlalu memberatkan untuk dibawa-bawa, terutama saat berjalan dengan jarak yang cukup jauh.

Kamera mungil juga tidak memiliki efek psikologis yang sama pada seseorang seperti kamera besar, Kebanyakan orang sudah terbiasa melihat kamera kecil, dan kita akan terlihat seperti seorang turis dari pada seorang fotografer sehingga mereka tidak merasa terintimidasi.

Beberapa kamera mirrorless yang lebih modern saat ini memiliki mode electronic shutter yang tidak menimbulkan suara saat tombol shutter di release. Hal ini bisa lebih membebaskan kita untuk memotret dan lebih banyak menghasilkan foto candid.

Terlepas dari ukuran yang mungil atau besar, jalan aja dan ga usah mikir aneh-aneh, be happy!
Contoh foto di bawah ini, mereka ngga terintimidasi karena lihat orang bawa kamera, malah minta di foto, haha…

Baca juga : Kamera
belajar street photography anak cucu

prime lebih banyak disukai orang. Dua focal length yang menjadi favorit beberapa orang adalah 24mm dan 50mm pada kamera sensor APSC. prime berukuran relatif lebih kecil dari pada tele zoom. Lebih dari itu, bila kita secara konsisten menggunakan focal length yang sama, kita akan menyadari seperti apa frame nantinya bahkan sebelum mengarahkan kamera.

Kita akan belajar di mana harus berdiri untuk membidik subjek. Kita sama-sama tahu bahwa momen di jalanan bisa terjadi sangat cepat. Dengan menghilangkan variabel zoom, kita akan lebih siap untuk menangkap momen.

Baca juga : Lensa Kamera

Perlengkapan tambahan

Ketika keluar untuk melakukan fotografi jalanan seharian, biasakan untuk membawa satu tas selempang kecil. Siapkan juga di dalamnya baterai cadangan dan SD card ekstra, dan juga kartu nama jika perlu. Beberapa orang menggunakan strip pergelangan tangan untuk memudahkan pergerakan.

Beberapa orang tidak membawa lensa lain selain lensa prime tadi. Untuk yang lebih suka mengandalkan satu lensa prime, zooming dapat dilakukan dengan langkah kaki (haha), dekati subjek dan jangan pikirkan “seandainya” ada lensa zoom, lupakan dan jalani saja!

Sepatu yang nyaman sama pentingnya dengan perlengkapan kamera! Buat yang doyan jalan, dari stasiun kota tua ke Pelabuhan Sunda kelapa bisa ditempuh dengan berjalan kaki, serius ada teman yang segitunya karena dia memang suka sekali jalan kaki.

Karena aktifitasnya hampir sama dengan sport, gunakan pakaian yang nyaman dan aman. Beberapa orang bisa jepret kiri kanan seharian di jalan untuk fotografi jalanan.

belajar street photography ga boleh pakir kalo foto2 boleh
Dilarang Pakir, Kalo foto-foto boleh ya Pak?

Kesimpulan

Saat awal-awal belajar Street photography, jangan terlalu kaku dengan definisinya. Sebaliknya, rekam kehidupan jalanan dari perspektif unik kita sendiri. Bereksperimen dengan focal length yang berbeda, sampai menemukan yang sesuai. Terapkan dasar-dasar fotografi seperti pencahayaan dan komposisi. Bermain dan bereksperimen dengan cahaya dan perhatikan bagaimana cahaya menerangi subjek sekaligus menambah kesan tertentu pada sebuah frame.
Tapi yang paling penting dari semuanya adalah, hepi saat memotret!

1 Likes

Author: cakbass

Leave a Reply

%d bloggers like this: