Home Fotografi Segitiga Exposure adalah Ilmu Dasar Fotografi

Segitiga Exposure adalah Ilmu Dasar Fotografi

0
ilustrasi cheat sheet segitiga exposure

Jika ingin skill fotografi naik ke level berikutnya, pelajari cara mengatur segitiga exposure, ini adalah ilmu dasar fotografi dan pastinya akan membantu meningkatkan skill fotografi kita!

Dalam dunia fotografi, memahami segitiga exposure adalah hal yang sangat penting saat kita sedang belajar fotografi. Berbicara mengenai exposure adalah sama dengan sedang membahas cahaya. Karena tanpa memiliki pemahaman yang kuat tentang ISO, Shutter speed dan Aperture akan sulit untuk mengambil gambar dengan baik. Ketiga parameter ini biasa di kenal sebagai “Segitiga Exposure” atau Triangle Exposure. Tapi sebenarnya, apa itu segitiga exposure? dan bagaimana urutan cara kerja exposure dalam fotografi?

Kalau ada istilah fotografi yang masih asing, kunjungi halaman kamus Istilah Dalam Fotografi

Pengertian Exposure?

Dalam dunia fotografi, exposure adalah jumlah cahaya per satuan luas (penerangan bidang gambar yang dikalikan waktu pemaparan) yang mencapai permukaan sensor kamera atau film di fotografi analog.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, exposure dapat di gambarkan sebagai tingkat kecerahan sebuah foto. Hal ini nantinya akan terkait dengan metering, histogram, dll yang akan menjelaskan kepada kita tentang kualitas cahaya saat memotret.

Apa itu Segitiga Exposure?

Segitiga Exposure adalah jumlah cahaya yang terekam sensor ini ditentukan oleh pengaturan tiga komponen utama yang berperan sangat penting yaitu kecepatan rana (shutter speed), bukaan lensa (aperture), dan ISO. Ketiga elemen ini saling terkait satu sama lain dan hal ini lebih sering kita kenal sebagai “segitiga exposure”.

Long exposure adalah mengacu pada siklus shutter speed yang panjang untuk mengumpulkan cukup cahaya yang redup agar didapatkan jumlah paparan cahaya yang cukup untuk direkam sensor kamera.

Contoh foto di bawah ini cahaya di kumpulkan dalam rentang waktu 8 detik dengan bukaan aperture F22 (bukaan aperture kecil yang berarti sedikit cahaya masuk melalui bilah diafragma lensa) dan ISO 100 untuk mendapatkan eksposur yang cukup agar dapat direkam oleh sensor kamera. foto by @bas_utomo

segitiga exposure – contoh foto long exposure
ilustrasi cheat sheet segitiga exposure

Gambar di atas adalah “cheat sheet” segitiga exposure, cheat sheet di atas menggambarkan ketiga elemen exposure yang saling mempengaruhi paparan cahaya si sensor kamera dalam proses menghasilkan gambar. Perhatikan baik-baik, supaya bisa memahami urutan cara kerja eksposur!

Apa Saja Elemen Segitiga exposure?

Seperti namanya, segitiga exposure terdiri dari tiga elemen yang saling terkait satu sama lain. Fungsi ketiganya sama yaitu mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke sensor kamera. Namun yang harus di perhatikan adalah efek dari masing-masing elemen terhadap hasil gambar saat kita mengatur segitiga exposure ini.

Berikut adalah penjelasan dari masing-masing elemen segitiga exposure, yaitu ISO, Shutter Speed dan Aperture.

Apa itu ISO pada kamera?

ISO kamera menunjukan tingkat sensitivitas sensor kamera kita terhadap cahaya. Biasanya parameter ISO dinyatakan dalam angka (100, 200, 400, dst), angka yang lebih rendah menunjukkan sensitivitas yang lebih rendah terhadap cahaya.
Apa yang terjadi jika ISO terlalu tinggi?

Angka yang lebih tinggi berarti lebih sensitive namun dengan kompensasi berupa grain / noise, yaitu berupa bintik-bintik yang ada di gambar. Semakin tinggi angka ISO maka akan menyebabkan grain / noise pada gambar akan tinggi juga.

Nilai ISO berapakah yang memiliki sensitivitas paling tinggi terhadap cahaya? Yaitu nilai yang tertera maksimal pada masing-masing kamera. Karena tiap merk dan model memiliki batasan-batasannya sendiri.

contoh ISO yang tepat dan ISO yang terlalu tinggi – segitiga exposure

Apa itu Shutter Speed pada Kamera?

Yaitu waktu yang dibutuhkan shutter kamera terbuka untuk mengekspos cahaya masuk ke sensor kamera. Nilai parameter kecepatan shutter speed (kecepatan rana) biasanya dinyatakan dalam detik. Shutter speed adalah bagian dari triangle exposure yang perannya tidak dapat di pisahkan dari elemen lainnya.

Kecepatan Shutter speed yang lambat memungkinkan lebih banyak cahaya masuk ke sensor kamera, biasanya shutter speed yang lambat ini digunakan saat kondisi cahaya redup atau fotografi malam hari. Sementara kecepatan Shutter speed yang tinggi membantu membekukan gerakan subyek.

Dalam fotografi Shutter speed biasa di sebut dengan 1/15 (berarti 1/15 detik), 1/30, 1/60, 1/125, dst. Setiap nilai kecepatan rana juga mewakili satuan “STOP” dalam cahaya.

ilustrasi efek penggunaan shutter speed dengan berbagai kecepatan – exposure adalah

Aperture adalah?

Aperture adalah diafragma yang berupa lubang yang terdapat di dalam lensa, tempat cahaya masuk ke dalam bodi kamera (sensor). Semakin besar lubang aperture, semakin banyak cahaya yang masuk ke sensor kamera.

Bukaan diafragma Aperture juga di gunakan untuk mengontrol kedalaman bidang dari subyek atau di kenal dengan istilah Dept of Field (dof), yang merupakan area yang tampak fokus dari sebuah foto. Jika bukaan aperture sangat kecil, kedalaman area fokus akan besar atau luas.

Sedangkan jika bukaan aperture besar, kedalaman area focus akan kecil atau sempit. Dalam fotografi, aperture biasanya direpresentasikan dalam huruf “F” atau juga dikenal sebagai “rasio fokus”.
Contoh f-number adalah: f / 1.4, f / 2.0, f / 2.8, f / 4.0, f / 5.6, f / 8.0.
Setiap f-number mewakili “STOP” cahaya.

perbedaan aperture pada hasil foto, perhatikan kedalaman fokusnya. Exposure adalah?
Baca halaman yang membahas berbagai Genre Fotografi

Penjelasan Urutan Cara Kerja Segitiga Exposure

Ketiga elemen segitiga exposure (triangle exposure) semuanya harus dapat bekerja secara proporsional untuk menghasilkan intensitas cahaya yang sesuai ke dalam sensor kamera, agar tidak terlalu terang (over exposure) atau terlalu gelap (under exposure).

Pemotretan under exposed menghasilkan gambar yang lebih gelap dari seharusnya, sebaliknya pemotretan over exposed menghasilkan gambar lebih terang dari yang seharusnya. Untuk memastikan gambar under exposed atau over exposed dapat di lihat dari histogram saat melakukan metering.

Saat ketiga elemen digabungkan, mereka mewakili nilai exposure tertentu (EV : Exposure Value) untuk pengaturan tertentu. Setiap perubahan dalam salah satu dari ketiga elemen tersebut akan memiliki keterukuran dan spesifik berdampak pada bagaimana dua elemen lainnya bereaksi untuk mengekspos sensor gambar dan bagaimana sebuah foto akhirnya akan terlihat.

Misalnya, jika kita menaikkan F (F lebih tinggi), Berarti kita mengurangi ukuran diafragma lensa sehingga mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke sensor kamera, disisi lain kita memperluas area fokus DOF (kedalaman bidang).

Mengurangi shutter speed memengaruhi cara menangkap gerakan, dalam hal ini dapat menyebabkan latar belakang atau subjek menjadi buram. Namun demikian, mengurangi kecepatan rana (menjaga agar rana tetap terbuka lebih lama) juga meningkatkan jumlah cahaya yang mengenai sensor kamera sehingga hasil foto menjadi lebih cerah.

Mengatur angka ISO dengan nilai tinggi memungkinkan untuk memotret dalam situasi cahaya yang redup, tetapi konsekuensinya kita meningkatkan jumlah gangguan digital berupa grain/noise pada foto. Tidak mungkin membuat foto hanya dengan melakukan perubahan di salah satu elemen dan tidak mendapatkan efek berlawanan yang mempengaruhi hasil foto, semua elemen akan saling terkait satu sama lain dengan kompensasi masing-masing.

Satu elemen yang sering di “kunci” pada angka setitingan rendah dari segitiga exposure adalah ISO. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kehilangan detail dan munculnya noise pada gambar.

Penutup

Gimana? sudah paham urutan cara kerja segitiga exposure? buruan ambil kamera dan setel di mode MANUAL supaya bisa lebih cepat paham. Pelajari efek masing-masing elemen eksposur supaya tidak salah dalam proses pengambilan gambar.

Jadi, menurut cakbass.com urutan cara kerja segitiga exposure adalah mengatur ISO serendah mungkin, setelahnya bisa di pilih apakah akan mengambil efek bokeh atau efek lain. semua bisa di atur….

Practice makes perfect, perbanyaklah latihan untuk memahami segitiga exposure. Dengan memotret dalam berbagai intensitas cahaya yang berbeda akan menambah pembelajaran untuk kita meningkatkan keterampilan mengatur kamera untuk menghasilkan karya foto yang keren.

FAQ

Artikel Lain:

,

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version