Darwis Triadi, Perjalanan Karir Fotografer Profesional Indonesia

0
469
fotografer darwis triadi
fotografer darwis triadi

Menjadi fotografer professional menjadi mimpi banyak anak muda sekarang, tapi untuk mejadi fotografer professional ada banyak syarat yang harus di penuhi selain skill fotografi itu sendiri. Profesi ini juga memerlukan keterampilan,kesabaran,serta semangat yang tinggi dalam menekuni bidang ini. Itu semua yang diterapkan oleh fotografer professional Indonesia yang akan kita bahas kali ini. Ya, kita akan bahas profile seorang fotografer professional paling terkenal se-Indonesia, Darwis Triadi.

Belakangan ini memang banyak sekali foto yang terunggah di sosial media. Mulai dari foto , spot wisata, hingga makanan. Sehingga beberapa orang tertarik ingin menjadi seperti fotografer profesional.

Pandangan orang awam tentang seorang fotografer profesional memang tidak bisa lepas dengan sebuah kamera dan peralatan yang mahal, namun di era sekarang semua orang juga bisa mengikuti perkembangan teknologi kamera yang merilis berbagai macam fitur unggulan di setiap masing-masing kameranya.

Ok lah, udah cukup pembukaannya, bahas profile Om Darwis Triadi aja yuk…!
Lanjut bacanya…!

Profile dan Perjalanan Karir Darwis Triadi

profile darwis triadi

Siapa yang tidak mengenal fotografer yang satu ini? Ya, beliau adalah Andreas Darwis Triadi yang lahir di Solo, pada 15 Oktober 1954. Beliau memulai awal karirnya sebagai fotografer bisa dibilang tidak berjalan lancar. Setelah menempuh Pendidikan sebagai Pilot pada tahun 1978, Darwis bahkan tidak begitu bangga dengan pencapaian tersebut.

Ia justru memutuskan untuk banting setir dan terjun dalam menekuni dunia fotografi, karena beliau memiliki pandangan dan ketertarikan tersendiri dalam dunia fotografi dan fashion yang menarik pada saat itu.

Tau gak?
Darwis Triadi memutuskan menjadi fotografer dan dia belum memiliki ilmu fotografi yang cukup! sehingga ia harus berjuang lebih untuk mendapatkan ilmu tentang fotografi.

Ia mendalami dunia fotografi secara otodidak. Ia juga membaca banyak buku yang terkait dengan dunia fotografi dan banyak melakukan praktek langsung, bahkan ia sempat mengikuti beberapa kursus di luar negeri.

Jelas ini bertentangan dengan keinginan orang tua nya, dikarenakan pada masa itu profesi fotografer terdengar tidak populer dan minim peminat dibandingkan dengan profesinya sebagai pilot. Namun beliau tetap bersikeras dan melangkah maju untuk menekuni bidang yang ia pilih tersebut.

Pameran fotografi pertama Darwis Triadi

Pada tahun 1981, darwis triadi mengadakan sebuah pameran untuk para fotografer amatir pada masa itu. Dari berbagai macam foto yang ditampilkan, Darwis lebih suka memajang foto . Namun beberapa orang malah menyindir dan menghina hasilnya dikarenakan beberapa aspek fotografi yang tidak sesuai dan menyalahi aturan fotografi pada masa itu.

Sebaliknya beberapa orang justru memuji karya dari darwis tersebut dikarenakan foto yang ditampilkan memiliki ciri khas yang unik daripada fotografer lainya. Dari situlah Darwis memiliki prinsip bahwa dia ingin menjadikan dunia fotografi memiliki ciri khas yang menarik agar semua orang bisa menikmati berbagai macam karya yang dihasilkan, meskipun orang tersebut masih dalam kategori amatir.

Dengan begitu Darwis Triadi berhasil mendapatkan kepercayaan dan daya tarik yang mengundang dia untuk menampilkan karyanya di majalah tahunan seperti Hasselblad dan Vogue.

sesi foto outdoor darwis triadi

Tidak hanya foto komersial, dalam organisasi fotografi ia juga sempat menjadi ketua II JPS (Jakarta Photography of Indonesia) pada tahun 1989. Selain itu ia pernah menjabat sebagai ketua APPI (Association of Professional Photography of Indonesia) di tahun yang sama.

Tahun 1990, ia berpartisipasi dalam ajang internasional yaitu majalah tahunan Hasselblad dan Photo Kina International di Jerman.

Kiprahnya di bidang fotografi pun semakin diakui ketika ia berhasil melakukan pemotretan untuk majalah VOGUE edisi Juni 1991 pada artikel spesial Indonesia, dilanjutkan dengan eksklusif fotografi untuk Index Art Directory for World Photographs pada tahun 1990-1991.

Bahkan ia sempat membuat karya pada Workshop for Commercial Photographs yang diadakan di Stuttgart, Jerman pada Juli 1991. Darwis Triadi dipercaya untuk mengisi kalender Broncolor oleh Bron Electronic AG dari Swiss di tahun 1997.

Di tahun-tahun berikutnya karir darwis semakin berkembang dan banyak dikenal masyarakat, sehingga beberapa brand produk lokal tertarik untuk menawarkan produk mereka untuk difoto oleh Darwis, contohnya seperti Indofood dan mustika ratu.

Beberapa produk international juga ikut meramaikan karya foto dari darwis triadi yang terbilang menawan pada masa itu seperti Sony Music, Unilever dan Hugo.

Berapa Tarif Darwis Triadi?

Siapa sangka, berawal dari jasa foto brosur yang saat itu hanya dibayar Rp.50.000. Serius, cuma gocap bor…tapi mungkin tarif itu sudah cukup mahal untuk saat itu.
tapi kini ia berhasil mendirikan sekolah fotografi terpopuler di Indonesia yang bernama Darwis Triadi School of Photography. Beliau juga sering menyelenggarakan banyak workshop dan seminar tentang fotografi, serta menerbitkan buku-buku tentang .

Dan yang menjadikan nama beliau melambung di era sekarang adalah terpilihnya beliau untuk memfoto orang no.1 di Indonesia yaitu Presiden Joko Widodo, sehingga mendatangkan banyak kalangan baru dan milenial yang semakin mengenal beliau dan ia pun dikenal sebagai tokoh fotografer Indonesia yang paling sukses dan menginspirasi banyak orang.

darwis triadi memotret jokowi 1

Selama 40 tahun ia telah berkecimpung di dunia fotografi karena itulah kemampuannya sudah tidak perlu diragukan lagi. Ia memperhatikan berbagai aspek yang dapat mempengaruhi hasil jepretannya, baik mempengaruhi secara langsung ataupun tidak langsung. Hal tidak langsung yang ia perhatikan adalah interaksi antara dia dengan objek foto yang dapat menimbulkan rasa.

Ia mengungkapkan hal lain yang perlu diperhatikan fotografer dalam memotret adalah teknik pencahayaan, karena hal tersebut sangat mempengaruhi hasil foto sehingga fotografer harus benar-benar menguasai tentang teknik pencahayaan yang akan digunakan.

Di dalam Darwis Triadi School of Photography pun tidak hanya mengajarkan teknik- saja, namun juga diajarkan mengendalikan hati, pikiran, lebih berfikir secara global serta tidak rasisme.

Karya Darwis Triadi

Setiap fotografer pasti memiliki ciri khas tersendiri untuk menonjolkan karyanya, termasuk Darwis Triadi. Ia memiliki ciri khas yaitu human interest dan landscape. Darwis Triadi lebih fokus memotret orang, khususnya perempuan. Ia sangat totalitas terhadap apa yang ia kerjakan.

Contohnya ia bahkan sampai belajar mengenai human sexology sampai anatomi. Dia mempelajari hal tersebut agar lebih memahami perempuan. Alasan ia melakukan hal tersebut adalah supaya dapat menangkan ekspresi wajah dan tubuh dengan lebih baik.

Nokia, Mustika Ratu, Sony Music, Indofood dan Unilever merupakan beberapa produk iklan yang menunjuk Darwis Triadi sebagai fotografernya. Karya-karya lain yang dihasilkan oleh Darwis Triadi sudah sangat banyak.

sesi foto model darwis triadi

Ia sudah sering terlibat dalam pameran-pameran yang diadakan di Indonesia maupun di mancanegara. Salah satunya yaitu pameran Fuji Film “Wajah Indonesia” serta workshop yang diadakan di Jerman yang bertajuk “Workshop for Commercial Photograph” Cosmetics and Cars Studio Photographs.

Karya pertamanya yang membuat orang mengenal seorang Darwis Triadi adalah saat ia memotret produk Panasonic untuk sebuah kalender. Berkat pemotretan tersebut, ia berhasil mendapatkan Matsushita Awards dari Jepang. Berawal dari situlah ia mulai dikenal orang sebagai fotografer profesional.

Ia juga sudah pernah mengadakan pameran tunggal pada tahun 1986 serta workshop pemotretan barang untuk keperluan iklan. Ia juga pernah mengadakan pameran tunggal yaitu pada tahun 2005 di Museum Nasional, Jakarta.

Selain berhasil mengadakan pameran tunggal, dia pernah mengadakan beberapa pameran bersama fotografer lain di antaranya pada tahun 2010 pameran bersama yang bertajuk Save Life Through Picture bersama dengan Arbain Rambey, Rarindra Prakarsa, Adjie Lubis, Theo husayanto, Enrico Sitompul yang diadakan di Senayan City, Jakarta.

Pada tahun 2008 ia juga berhasil mengadakan pameran bersma John Stanmeyer, Sigit Pramono, Oscar Motuloh, Lans Brahmantyo, Martin Westlake, Dieter Behrens, Agus Leonardus yang diadakan di Jawa Timur dengan judul Land of Fire God.

Terbaru, ia ditunjuk sebagai fotografer untuk memotret pasangan presiden dan wakil presiden republik Indonesia terpilih pada periode 2019-2024, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Baca Juga : Cara Foto CLose Up

Hasil foto tersebut akan dipajang di setiap kantor pemerintahan di seluruh Indonesia dan acara kenegaraan. Darwis Triadi memiliki pengalaman luar biasa dalam memotret orang nomor 1 di Indonesia tersebut, dia melihat Jokowi sangat sederhana, dan memberikan kepercayaan penuh sehingga berkat kepercayaan tersebut Darwis Triadi mendapatkan foto-foto yang hasilnya tidak mengecewakan. Sebab kepercayaan dalam urusan potret memotret merupakan hal yang penting.

Ia juga berhasil menulis buku dengan judul Kembang Setaman, Terra Incognita TropicaleSecret Lighting serta majalah Indonesian Photographer. Buku lain yang berhasil ia tulis adalah Land of Fire GodSensual Art Photography, Melihat dengan Mata Hati–Hidup Anugerah dan Fotografi serta Yang Tercinta.

Namun dalam buku hasil tulisannya tersebut ia hanya menggunakan sedikit tulisan. Alasannya sangat sederhana karena fotografi merupakan praktek yang harus lebih sering dilakukan daripada hanya teori di tulisan saja.

hasil karya darwis triadi

Penutup

Dari cerita karir seorang Darwis Triadi di atas, kita sebagai pemula bisa mengambil pelajaran bahwa seorang fotografer professional dengan nama besar sekalipun selalu di mulai dari NOL. Lika-liku perjalanan karir seseorang akan selalu melalui titik terendah. Tapi jika disikapi dengan positif, maka akan selalu mencapai titik tertinggi.

Semoga menjadi Inspirasi!
Salam jepret!!!

Tanya – Jawab Profile Darwis Triadi

Artikel lain:

,

Leave a Reply