Penjelasan Depth of Field yang HARUS diketahui Pemula!

0
613
Depth of Field
Depth of Field
Advertisement

Depth of field adalah salah satu parameter dasar fotografi yang berhubungan dengan fokus. Pengaturan fokus dalam kegiatan fotografi memang sangat berpengaruh karena akan terlihat apa yang menjadi sebuah sorot yang ditangkap dalam sebuah foto. Ruang ketajaman adalah jarak antara beberapa objek terdekat maupun jauh yang tertangkap dalam fokus tajam dalam sebuah foto atau ukuran seberapa jauh objek fokus.

Ruang ketajaman terjadi sebagai transisi bertahap. Dua faktor utama yang penting dalam menentukan ketajaman yaitu Aperture dan jarak fokus. Pemilihan ruang ketajaman dalam sebuah fotografi bisa sangat subjektif, karena penggunaan ruang ketajaman dapat digunakan untuk meningkatkan efek dalam sebuah foto.

Depth of field memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kualitas dan keindahan foto yang dihasilkan saat dipotret. Kita harus tahu kapan kita harus menggunakan depth of field sempit atau depth of field lebar. Contoh sederhana teknik fotografi Depth of field adalah saat memotret landscape, dimana kita akan membutuhkan depth of field yang lebar agar semua area dalam frame bisa tertangkap dengan jelas dan fokus.

Mengapa perlu jelas dan fokus? Agar kesan megah dari landscape yang dipotret terlihat megah dan menawan. Selain itu terkadang kita juga mungkin membutuhkan depth of field sempit seperti yang banyak digunakan untuk fotografi portrait, dimana subjek yang difokuskan terlihat tajam dengan DOF sempit dan bakground tampak blur. Depth of field sempit ini bertujuan untuk lebih menonjolkan subjek daripada area lain dalam foto.

Memahami Depth of Field

Secara besar, DOF sempit bisa dikategorikan layaknya ketika kita menggunakan bukaan aperture lebar misalkan f/1.8 maka area di depan dan dibelakang fokus point akan sangat sempit. Hal tersebut terjadi disebabkan karena objek di depan dan belakang fokus akan menjadi out of fokus. DOF sempit sangat efektif untuk mengisolasi subjek dari lingkungan sekitar dan hal ini memberikan banyak keuntungan untuk fotografi olah raga, makro dan portrait.

memahami dept of field 1
memahami dept of field 1

Sementara DOF lebar, seperti ketika kita menggunakan bukaan diafragma f/16 maka fokus akan mencakup seluruh area yang berfokus di area depan dan blur sampai dengan belakang. DOF lebar seringkali dipakai dalam kategori fotografi landscape dan architectural fotografi.

Sebuah foto dengan latar belakang atau latar depan yang diblur dengan objek utama yang tajam, maka area yang tajam ini disebut sebagai ruang tajam/depth of field. Depth of field dapat memberikan kesan kedalaman pada sebuah foto sehingga objek tampak mencolok perhatian.

Pengaturan Depth of Field

DOF dapat diatur dengan mengatur lebar bukaan diafragma. Dengan fokus yang sama, makin lebar bukaan diafragma, DOF akan semakin kecil, makin sempit bukaan diafragma, DOF akan semakin besar. Pengaturan bukaan diafragma pada f/1.8 akan menghasilkan DoF yang lebih pendek bila dibandingkan dengan pengaturan bukaan diafragma pada f/5.6, pada panjang fokus yang sama (misal 50 mm).

DOF - bukaan aperture

Depth of Field sebuah foto di kontrol oleh 4 unsur. Kalian dapat menggabungkan keempat unsur ini untuk mendapatkan DOF yang diinginkan :

1. Aperture

Aperture akan berdampak pada area fokus pada dalam jepretan sebuah foto. Aperture dengan angka kecil (bukaan lensa besar) akan menghasilkan DOF yang sempit. Dan sebaliknya, jika aperture dengan angka besar (bukaan lensa kecil) akan menghasilkan DOF yang lebar.

Hal ini berhubungan langsung antara aperture dan DOF yaitu semakin kecil aperture, semakin luas DOF yang artinya semakin banyak bagian yang tajam. Begitupun juga sebaliknya, semakin besar aperture semakin sempit DOF yang artinya semakin sedikit bagian yang tajam.

Jadi jika kalian ingin mendapatkan sebanyak mungkin bagian foto yang tajam, cobalah untuk mengatur sekecil mungkin aperture, contohnya antara f/16, atau bahkan f/22 jika lensa mendukung. Jangan lupakan kondisi , mungkin perlu menggunakan tripod agar kamera dapat stabil. Dengan aperture kecil kecepatan shutter membutuhkan lebih lama sehingga menciptakan risiko hasil foto blur karena kamera goyang.

Namun jika kalian ingin memusatkan fokus hanya pada satu bagian dari obyek foto dan membuang sisanya agar blur atau out of focus, sebaiknya pilih aperture besar. Seberapa besar DOF ini bisa tergantung pada aperture maksimum lensa yang kalian gunakan. Contohnya pada lensa standar seperti 50mm bisa  f/1,7  f/1,8 atau f/2, tetapi untuk standar biasanya sekitar f/3,5 atau f / 4,5.

Dalam pengambilan foto pada umumnya, bila kalian ingin sebagian besar bagian foto tajam, kalian bisa mengatur aperture sekitar f/8 sampai f/11. Ini bisa dicapai dengan mengatur mode Eksposur Program, dimana akan diatur secara otomatis oleh kamera. Bila memungkinkan kalian harus mengambil kendali seleksi aperture dan menggunakan Aperture-Priority atau mode manual. Jadi hubungan Aperture dengan Depth of Filed adalah sangat terkait satu sama lain. Tapi ingat, masih ada yang lain…

2. Focal Length atau Panjang Fokus

Focal Length lebih berfokus pada kemampuan lensa untuk memperbesar objek foto yang jauh. Semakin panjang Focal Length maka DOF yang dihasilkan semakin sempit dan sebaliknya jika Focal Length pendek akan menghasilkan DOF yang lebih luas. Artinya Focal Length pada angka 50 mm akan menghasilkan DOF yang lebih sempit dibandingkan Focal Length pada angka 18 mm.

Jika menggunakan lensa wide angle kalian akan mendapatkan keuntungan dari DOF yang luas, yang mempermudah untuk menjaga semua bagian obyek dalam foto dalam fokus. Semakin lebar pint of view, semakin besar DOF yang dihasilkan. Sebaliknya jika menggunakan lensa tele maka DOF lebih terbatas. Semakin besar focal length menggunakan lensa tele, semakin membatasi area ketajaman.

Sebagai contoh, pengaruh menggunakan focal length yang berbeda adalah Lensa Nikon 28mm wide angle di f/22 akan memberikan hasil yang tajam dari jarak 60cm hingga jarak yang tak terbatas. Sedangkan lensa Micro Nikon 55mm dari jarak 2 hingga tak terbatas. Dan lensa Nikon 105mm dari jarak 28 meter hingga tak terbatas. Hubungan Focal Lenght dan depth of field adalah juga sangat erat, hal ini bisa di buktikan dengan praktek menggunakan lensa kit.

3. Jarak Kamera dengan Objek Foto

Jika semakin dekat jarak antara kamera dengan objek yang difoto maka DFF akan semakin sempit dan begitu juga sebaliknya, Semakin dekat kamera dengan obyek foto maka semakin terbatas DOF atau ruang ketajaman yang dihasilkan. Bahkan, saat pengambilan foto jarak dekat (close up) atau macro, ruang ketajaman akan menjadi sangat sempit hanya beberapa milimeter di depan dan di belakang obyek.

Nah, jika kalian punya masalah dengan focal lenght yang terbatas, silakan coba dengan cara maju-mundur. Jadi untuk menentukan kedalaman fokus atau depth of filed adalah bisa juga dengan mengatur jarak lensa dengan subjek.

4. Ukuran Sensor

Sebuah sensor pada kamera akan menerima cahaya yang ditangkap kemudian mengelolanya menjadi sebuah foto. Setiap kamera memiliki Ukuran sensor yang berbeda. Sensor kamera yang lebih besar memiliki banyak kelebihan diantaranya adalah ketajaman fokus yang dihasilkan. Dengan kelebihan tersebut, sensor kamera yang lebih besar juga akan mempengaruhi DoF yang dihasilkan.

aperture dof

DOF Sempit adalah?

Depth of Field Sempit adalah teknik fotografi yang menggunakan bukaan lensa atau diafragma yg lebar sebagai prioritas utama, contohnya seperti f:2.8,3.5,4,5.6. Penggunaan DOF yang sempit artinya hanya berfokus di sebagian objek pada titik tertentu saja sehingga objek tersebut tertangkap dengan sangat tajam, sementara sisanya akan menjadi blur atau tidak fokus.

Penggunaan DOF sempit dapat berfokus pada objek utama yang ditangkap serta menutupi sebagian latar belakang yang  mengganggu atau tidak perlu. Intinya adalah  teknik ini mengajarkan cara menangkap objek yang semakin dekat dalam fokus ke kamera maka ruang ketajaman akan lebih sempit.

dof sempit

DOF Luas

Depth of Field luas adalah teknik fotografi yang menggunakan bukaan lensa kecil atau diafragma sebagai prioritas utama, contohnya seperti f :11,16,22,32. Penggunaan teknik DOF luas menampilkan sebagian besar objek foto, dari objek yang terdekat dari kamera sampai objek terjauh akan terlihat tajam dan fokus. Jadi penggunaan aperture atau diafragma yang lebih kecil menghasilkan tangkapan fokus yang mencapai kedalaman maksimal untuk memastikan semua elemen.

dof luas

Selective Focus

Selective Focus adalah teknik fotografi dengan menggunakan diafragma atau bukaan lensa lebar sebagai prioritas utama, contohnya seperti f:2.8,3.5,4,5.6. Dalam teknik ini, fokus objek dipilih pada area tengah objek atau middle ground dengan mengabaikan foreground serta background yang ada.

Teknik selektif focus ini bertujuan untuk menarik perhatian dengan titik fokus pada subjek utama serta mengaburkan latar depan dan latar belakang agar terjadi dimensi pada foto. Jadi Inti dari teknik ini adalah memotret objek yang bertumpuk agar membentuk sebuah dimensi pada foto.

selectif focus

KESIMPULAN

Sejatinya setiap harus bisa menentukan foto seperti apa yang ingin dihasilkan sebelum menekan tombol Shutter. Sebuah foto dengan landscape pemandangan akan terlihat indah jika semua elemen pada foto meiliki tingkat ketajaman yang merata (DOF Lebar). Begitu juga dengan foto bersama, yang mana setiap orang dalam foto harus terlihat fokus.

DOF sempit adalah salah satu cara untuk menampilkan objek foto kalian agar lebih menonjol dari latar belakangnya sehingga banyak digunakan pada foto , fotografi satwa liar maupun foto olah raga.

Memahami depth of field adalah sangat penting bagi kita para pemula. Dengan memahami DOF, kita dapat berkreasi, baik itu menggunakan DOF sempit ataupun luas. Salam Jepret cok !!!

FAQ

Apa itu Depth of Field?

Depth of field adalah salah satu ilmu dasar fotografi yang berhubungan dengan kedalaman fokus. Pengaturan kedalaman fokus dalam sebuah foto sangat penting karena hal ini akan menonjolkan apa yang menjadi objek utama dari sebuah foto.

Apa fungsi dari Depth of Field?

Depth of Field dapat diartikan juga sebagai rentang fokus pada sebuah foto. Hal ini akan menghasilkan variasi area ketajaman atau fokus pada foto itu sendiri. Fungsi dari DOF ini untuk membantu pemirsa untuk fokus ke objek utama saja.

Depth of Field di kontrol Oleh?

Depth of Field di kontrol oleh 4 unsur, yaitu:
1. Aperture
2. Panjang Focal (Focal Length)
3. Jarak ke Objek
4. Ukuran Sensor
keempat unsur ini sudah dijelaskan pada bodi artikel di atas.

Artikel Lain:

,

Leave a Reply