Memahami Focal Length Lensa dalam Fotografi

0
160
focal length lensa
focal length lensa

Memahami Focal Length Lensa – Focal length adalah deskripsi dasar dari lensa kamera yang biasanya dinyatakan dalam satuan milimeter (mm). Secara harfiah focal length lensa dapat di artikan sebagai ukuran jarak antara lensa dengan sensor kamera. Jarak tersebut ditentukan dari letak kamera yang difokuskan sampai tak terbatas. Lensa diberi nama berdasarkan focal lenght nya. Lensa yang vocalnya besar, misalnya 50mm Ukuran tersebut bukanlah pengukuran yang sebenarnya. Melainkan, perhitungan jarak pusat optik dengan sensor kamera.

focal length lensa

Atau sebaliknya, Focal length akan memberikan sudut pandang sempit, sehingga objek pada jarak jauh tampak terlihat besar di dalam foto. Sebaliknya lensa yang fokus nya kecil (misalnya 15-30mm) akan memberikan angle lebih luas dan membuat objek memperoleh porsi lebih kecil di dalam foto.

fokus lensa pada kamera menentukan seberapa luas landscape yang dapat ditangkap oleh kamera. Ukuran tersebut diberi nama berdasarkan fokusnya. Menurut Photography Life, hal terpenting yang harus dipahami oleh fotografer mengenai focal length adalah pemilihan ukuran yang digunakan agar bisa menghasilkan foto sesuai keinginan.

Bagi kalian yang ingin objek yang difoto terfokus tajam dan backgroundnya bokeh (blur), maka kalian bisa menggunakan teknik ruang tajam sempit. Apabila ingin menghasilkan foto yang mempunyai ruang tajam sempit, maka kalian bisa merubah diafragma kamera menjadi besar ataupun f nya menjadi kecil.

Angka yang lebih kecil memiliki sudut pandang yang lebih lebar dan dapat menangkap lebih banyak pemandangan. Sementara itu, angka yang lebih besar memiliki sudut pandang lebih sempit sehingga pemandangan yang ditampilkan pun lebih terbatas.

Jika kalian ingin mengambil foto utama dan backgroundnya terlihat jelas maka gunakan teknik ruang tajam yang luas, Untuk menghasilkan gambar seperti itu maka kalian bisa merubah diafragma kameranya menjadi kecil dan f nya besar. Dalam dunia fotografi, biasanya yang memiliki focal length pendek disebut juga dengan lensa wide angle, yang biasanya ditandai dengan angka mm yang kecil. Sedangkan yang panjang biasanya disebut dengan tele, dan biasanya ditandai dengan angka yang besar. Sementara untuk ukuran medium biasanya mempunyai angka diantara 35mm-85mm.

Secara sederhana, focal length lensa adalah hasil dari  elemen-elemen optik di dalamnya. Banyak fotografer salah memahami konsep focal length. Berlawanan dengan apa yang dipikirkan pada umumnya, sebenarnya hal ini tidak ada hubungannya dengan dimensi fisik (ukuran Panjang lensa).

Jika didefinisikan, Focal length adalah panjang focus. Hal ini menjelaskan bahwa focal length lensa adalah “pusat optik”. Lensa merupakan kombinasi beberapa elemen-elemen dan beberapa grup elemen.  Kombinasi-kombinasi ini membantu untuk fokus pada cahaya dan mengurangi distorsi. Lokasi dimana semua sinar cahaya bertemu untuk membentuk gambar yang tajam dikenal sebagai pusat optik.

Semakin panjang fokus lensa, semakin sempit sudut pandangnya terhadap target subjek.  Subjek akan tampak lebih dekat menggunakan focal lenght lensa yang Panjang atau biasa di sebut dengan lensa tele, dibandingkan jika kita melihatnya secara langsung dengan mata.  Di sisi lain, focal length lensa yang lebar mengambil sudut pandang yang jauh lebih luas. Hasilnya subjek akan nampak lebih kecil dalam frame dibandingkan pandangan mata langsung.

Pengaruh Focal Length terhadap Lensa

Berikut ini adalah pengaruh focal lenght terhadap faktor-faktor penting dalam fotografi.

pengaruh focal lenght lensa terhadap sudut pandang

1. Fokus

Lensa sendiri terdiri dari 2 jenis yang berbeda yakni varifokal dan parfokal. Lensa Varifokal digunakan ketika kalian susah mengunci fokus pada focal length 33 mm, lalu berubah menjadi 100mm. Maka fokus yang sudah terkunci akan berubah menjadi tidak fokus dan kalian harus menyesuaikannya kembali. Sedangkan pada parfokal kalian tidak perlu lagi menyesuaikan fokus ketika mengganti focal length pada lensa.

2. Aperture

Apabila kalian mau merubah focal length, maka secara otomatis aperture juga akan berubah. Misalnya di lensa 18-55m F/3.5-56. Saat kalian ingin memakai di angka 18m maka aperture maksimal yang dapat dipakai adalah F/3.5.

Namun ketika kalian sedang memakai di angka 55mm, maka aperture maksimal yang bisa digunakan adalah F/5.6. Aperture yang bisa berubah-ubah ini disebut dengan aperture variable.

Tapi, ada juga lensa yang mempunyai aperture tunggal. Sehingga aperturenya tidak bisa diubah ketika pergantian focal length. Contohnya pada lensa Sigma 18-35mm F1.8. Lensa seperti ini disebut dengan aperture fixed atau aperture constant.

3. Pengaruh Focal Lenght terhadap Depth of field

Intensitas blur pada suatu gambar dipengaruhi oleh focal length. Jadi, semakin panjang ukuran focal length-nya yang Anda buat maka semakin blur juga dihasilkan oleh lensa. Begitu juga sebaliknya. Lensa dengan focal length yang panjang juga cenderung memiliki depth of field yang dangkal. Hal tersebut membuat lensa dapat fokus pada objek yang berukuran kecil pada jarak tertentu. Sementara itu, lensa dengan focal length yang pendek memiliki depth of field yang lebih besar. Maka, lebih memungkinkan mendapatkan fokus yang lebih luas.

4. Bidang pandang (field of view)

Focal length menentukan seberapa banyak pemandangan atau objek yang bisa ditangkap dalam sebuah gambar. Lensa dengan focal length pendek, atau lensa wide-angle, memungkinkanmu untuk mendapatkan bidang pandang yang lebih luas. Sementara itu, lensa dengan focal length yang panjang disebut dengan lensa telefoto memiliki bidang pandang yang lebih kecil.

6. Pengaruh Focal Length terhadap Perspektif

Pengaruh focal length yang selanjutnya adalah pada perspektif dan skala gambar yang diambil. Lensa dengan focal length pendek dapat membuat perspektif gambar yang ditampilkan terlihat lebih luas. Jadi, akan lebih banyak ruang di antara elemen-elemen dalam foto yang diambil. Namun, untuk lensa telefoto lebih memadatkan elemen yang ada dalam frame sehingga memiliki perspektifnya lebih padat.

Klasifikasi Focal Lenght

Kategori Lensa kamera diklasifikasikan menjadi 5 kategori, hal ini juga tergantung pada panjang fokusnya. Apa saja kategori lensa nya? mari kita simak!

1. Lensa Ultra Wide (10-15 mm)

Focal length wide kurang dari 24 mm (dalam full frame).  Lensa ini banyak digunakan untuk memotret interior. Salah satu lensa super wide adalah lensa Laowa untuk mounting kamera mirrorless Sony.

Lensa yang satu ini mampu menangkap pemandangan yang cakupannya lebih luas, bila dibandingkan dengan lensa standar. Sehingga menjadikan objek terlihat lebih kecil, jika dibandingkan dengan lensa bawaan atau lensa normal yang terdapat pada kamera digital.

Lensa tipe ini juga memiliki kedalaman fokus yang sangat baik. Sehingga Anda bisa mengambil gambar, dengan fokus lebih luas dari depan ke belakang.

2. Lensa Wide Angle (16-28 mm)

Lensa wide memiliki focal length antara 24mm hingga 28 mm.  Lensa ini memiliki sudut pandang luas dan sering digunakan untuk fotografer lanskap dan arsitektur. Berikut ada lensa wide yang direkomendasikan untuk Anda Sony E 10-18mm f/4 OSS dan Nikon AF-S 10-24mm f/3.5-4.5G DX ED

Lensa jenis ini mampu menangkap pemandangan yang luas, tapi tidak seluas pada lensa ultra wide. Jika Anda memakai lensa ini, maka objek akan terlihat lebih kecil dari pada aslinya. Lensa ini juga sangat bermanfaat untuk mengambil gambar dari jarak dekat.

3. Lensa Standar

Lensa standar memiliki focal length antara 35mm hingga 70mm.  Lensa standar men-capture sudut pandang seperti mata melihat dunia ini.  Dengan minimal distorsi, lensa standar menjadi favorit untuk digunakan dalam portrait fotografi. Beberapa lensa standar yang bisa jadi pilihan Anda Fujifilm XF35mm f/1.4 R, Panasonic Lumix G 25mm f/1.7 ASPH serta Olympus M.Zuiko Digital 17mm f/1.8 Black.

4. Lensa Tele/telefoto

Memiliki focal length antara 70mm dan 300mm.  Lensa ini banyak digunakan untuk memotret satwa liat, agar dapat memotret lebih close-up tanpa terlihat oleh subjek foto. Salah satu lensa untuk tipe ini adalah Sony FE 70-200mm f/4 G OSS.

5. Lensa Tele Panjang (145-300 mm)

Lensa ini sangat membantu Anda apabila mau memperbesar ukuran objek yang jaraknya jauh dari kamera. Hal ini memungkinkan untuk mengisi frame, sehingga menghasilkan foto yang jelas, tajam dan terlihat detail.Lensa ini sangat cocok sekali digunakan, untuk mengambil objek acara olahraga maupun musik.

6. Lensa Tele Medium (60-135 mm)

Kalau lensa yang ini biasanya sering digunakan untuk mengambil objek close up sampai dengan macro photography. Lensa Tele Medium 60 – 135mm ini bisa juga dipakai untuk jarak dekat antara objek dengan kamera.

7. Lensa Tele Pendek (40-60 mm)

Banyak para fotografer yang menyebut lensa tele pendek dengan lensa potret. Dikarenakan lensa ini mampu memberikan angle manusia dari kepala hingga bahu. Jadi, lensa ini sangat cocok digunakan untuk mengambil foto model sampai produk tertentu.

8. Lensa Tele Normal (24-40 mm)

Kalau lensa yang ini, cocok dipakai untuk mengambil gambar dengan objek manusia.Bagi Anda yang menyukai dunia fotografi, wajib tahu yang namanya focal length. Kenapa? Karena teknik ini sangat bagus untuk menghasilkan foto yang berkualitas.

9. Lensa Super Tele (300mm – ke atas) 

Memiliki focal length lebih dari 300mm.  Sering digunakan untuk memotret burung dan subjek kecil dari kejauhan.   Lensa ini bisa berbentuk besar dan berat, sehingga perlu tripod untuk menyangganya.  Namun dengan kemajuan teknologi, telah diciptakan lensa super tele yang jauh lebih ringan seperti Sony FE 600mm f/4 GM OSS dan Sony FE 200-600mm f/5.6-6.3 G OSS.

Dengan lensa super tele ini, Anda bisa mengambil objek dari jarak yang sangat jauh. Bahkan Anda bisa mengambil foto yang ukuran kecil dari jarak puluhan meter.

Tidak hanya itu, lensa ini juga memungkinkan Anda untuk mengambil foto dari jarak yang sangat dekat, meskipun Anda sedang berada di tempat yang jauh dari objek.

Cara Menghitung Focal Lenght

cara menghitung panjang fokus

Hubungan antara focal length disebut juga f. Sedangkan jarak dari pusat lensa ke suatu objek disebut S1. Sedangkan jarak dari pusat lensa ke sensor disebut dengan S2. Apabila Anda ingin tahu cara menghitung, silahkan simak pembahasannya di bawah ini:

S1 adalah menurun, sedangkan S2 harus ditingkatkan. Saya berikan contoh, pada lensa normal dengan f50mm yang dipakai untuk memotret foto dari objek yang jauh, maka pusat lensa harus berada di jarak S2 atau 50mm dari sensor kamera.

Sementara memotret gambar yang berjarak 1 m (S1 = 1000 mm). Maka lensa wajib dipindahkan ke 2,6mm, lebih jauh dari sensor atau S2 harus 52,6 mm. Sedangkan jarak S2 bisa diperoleh dari 1/S2 = 1/50 – 1/1000.

rumus perhitungan focal length

Panjang fokus atau focal length “f“ sebuah cermin / lensa sama dengan setengah jari-jari kelengkungannya “R“.

Maka, focal length adalah f=R/2

Lensa dengan 50mm bisa disebut dengan lensa normal. Karena tanpa harus mendapat pembebasan atau pengurangan. Sehingga mampu menghasilkan foto yang sama persis. Seperti Anda melihat objek dengan mata Anda sendiri.

contoh foto yang di ambil dengan lensa wide sampai lensa tele

Sedangkan wide angle, dapat mengambil gambar dengan mencakup lebih banyak objek. Dikarenakan lensa ini mempunyai sudut pandang yang lebih luas, dibandingkan lensa telezoom yang hanya mempunyai sudut pandang yang lebih kecil.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan mengenai focal lenght lensa. Mulai dari pengertian sampai dengan contoh aplikasinya pada fotografi. Untuk lebih memahami focal lenght lensa, sebaiknya kita dapat mempraktikkannya dalam kegiatan fotografi kita. Tidak harus punya semua range focal length lensa, kita bisa meminjam atau menyewa hanya untuk dapat membedakan pengaruh focal lenght lensa wide dan tele terhadap hasil foto.

Selamat praktek dan salam jepret!!!

Artikel lain:

Leave a Reply