Garis Diagonal Dalam Fotografi, Komposisi ini bikin Foto Bagus!

0
56
Garis Diagonal dalam Fotografi - cakbass.com
Garis Diagonal dalam Fotografi - cakbass.com

Garis Diagonal Dalam Fotografi – Mungkin memotret dengan bantuan garis bukanlah hal yang dianggap menarik bagi sebagian besar orang, hal ini terjadi karena tidak banyak orang yang menyadari bahwa di setiap karya foto yang dihasilkan mengandung garis. Contohnya seperti ketika seseorang melakukan pemotretan dengan latar belakang pepohonan di hutan pinus, didalam hasil foto dengan latar belakang hutan itulah terdapat banyak pohon yang jika bentuk pohon itu disederhanakan akan didapat garis-garis yang menjulang ke atas, baik itu garis lurus ataupun zig-zag.

Dari foto tersebut kita akan melihat banyak sekali elemen garis yang terdapat dalam lokasi pemotretan, foto tersebut merupakan foto yang diambil di lingkungan yang tidak terkontrol. Jika kalian menemukan kondisi seperti ini maka fotografer hanya bisa mengolah dengan cara mengkomposisikan seluruh elemen visual yang ada di tempat itu untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan foto yang terlihat menarik.

Pengertian Garis

Garis adalah sebuah atau beberapa coretan panjang yang memiliki berbagai macam bentuk, mulai dari lurus, bengkok, atau lengkung yang mempunyai sisi lebih panjang dari pada sisi lebarnya. Dalam karya foto, garis ini bisa terlihat nyata atau hanya tersirat seperti ketika mata sedang berfokus untuk menghubungkan sekelompok titik yang yang tersusun berurutan dan memanjang.

garis diagonal dalam fotografi
garis diagonal dalam fotografi, credit : Adorama

Garis dapat dikelompokan menurut bentuknya ke dalam beberapa kategori, yaitu horizontal line, vertical line, diagonal line , dan curved line dan setiap kategori garis di atas mempunyai efek psikologis pada saat di tampilkan pada suatu gambar. Dan berikut adalah efek psikologis yang ditimbulkan oleh setiap garis tersebut:

1. Garis Horizontal

Horizontal line merupakan jenis garis yang mempunyai efek berunsur ketenangan serta stabilitas. Kita sering sekali menjumpai Garis horizontal dalam kehidupan sehari-hari. Didalam Fotografi sendiri kita juga dapat menemukan garis horizontal di batas antara langit dengan tanah dalam foto lanskap ataupun contoh lainnya kita dapat menemukan elemen garis di garis tangga bangunan, dan lain-lain.

2. Garis Vertical

Vertical line merupakan jenis garis yang mempunyai efek yang mencerminkan unsur kekuatan dan kesan kokoh, yang bisa dianalisa. Sama halnya seperti garis horizontal, Garis vertikal juga sering kita temui di kehidupan sehari-hari. Contohnya dalam pembuatan foto yang mengandung unsur garis vertikal tergantung bagaimana seorang fotografer jeli melihat objek yang akan diambil. Teknik dalam pengambilan foto garis vertikal yaitu dengan cara memegang kamera dengan format portrait, dengan begitu kesan penekanan garis vertikalnya akan lebih terasa.

3. Garis Diagonal

Dalam penggunaanya yang tepat akan memberikan kesan gerak, dinamis dan aktifitas. Dalam fotografi, garis diagonal dapat menjadi point of interest (POI) foto karena beberapa aspek dari mereka bersinggungan sehingga memberikan kesan kedalaman pada foto. Menurut para ahli penelitian, ketika seseorang melihat gambar secara langsung biasanya secara alami akan melihat gambar dari arah kiri ke kanan, jadi sebuah foto yang memiliki unsur garis diagonal yang bermula dari sisi kiri bawah dan bergerak ke arah kanan atas gambar bisa sangat membantu seorang fotografer dalam pengaturan komposisi fotonya.

4. Garis Curved

Curved Line merupakan garis yang berbelok namun tidak patah membentuk sudur tajam. Ciri dari garis ini hanyalah berbelok dengan cara melengkung, terkadang bisa hanya berbelok ke satu arah atau bisa juga berbelok ke dua arah seperti huruf S. Menurut Analisa psikologis, Curved line dianggap mampu memberikan kesan perasaan anggun, gemulai dan kesan lambat. Contoh yang bisa kita temui sebagai curved line adalah sungai yang alirannya membentuk huruf S atau garis pantai yang berbelok. Selain itu bentuk curved line juga bisa didapat dari kontur objek seperti gitar atau bahkan tubuh manusia.

Komposisi Diagonal Dalam Fotografi

Komposisi diagonal merupakan suatu teknik yang sering digunakan dalam pengambilan foto agar dapat menghasilkan tampak yang lebih menarik dan tidak membosankan. Meskipun cara penggunaanya memiliki beberapa kemungkinan yang tak terhitung batasanya namun prinsipnya sendiri sebenarnya sangatlah sederhana dan mudah untuk dipahami.

Istilah diagonal dapat diartikan sebagai komposisi dimana objek dalam frame foto memiliki kemiringian tertentu atau bisa diartikan bahwa objek atau kumpulan objek pada foto kita membentuk sudut dengan frame dari foto itu sendiri. Perlu diketahui bahwa mata kita selalu fokus dengan sendirinya terhadap sesuatu yang unik atau tidak biasa kita lihat dan itu adalah suatu kecenderungan yang normal pada manusia. Hal ini disebut dengan istilah “eye catcher” sering kita berikan pada sesuatu yang dapat “menangkap” pandangan mata kita.

Di setiap mata kita semua sangat terbiasa untuk melihat sesuatu yang membentuk garis horizontal atau vertikal, sumbu X dan sumbu Y, oleh karena itu sesuatu yang menyudut atau diagonal akan dengan cepat dan secara alamiah menarik perhatian dari kita.

Hal pertama yang dapat kita pahami bahwa garis diagonal dalam komposisi kita dapat berupa garis yang nyata atau dapat pula berupa garis imajiner yang terbentuk akibat penyusunan ataupun penempatan yang kita lakukan pada foto yang telah kita tangkap. Selain itu garis tersebut dapat berupa garis yang relatif lurus, namun juga ada pula berlika liku dan berkelok kelok dari satu titik ke titik lainnya. Yang terpenting adalah bahwa garis tersebut terlihat mempunyai awal akhir dan arah yang dapat terlihat. Agar mempermudah kita mengingat maka kita kelompokan komposisi garis diagonal, diantaranya: Real,Imajiner,Beraturan, Tidak beraturan

1. Komposisi Real Diagonal

Contoh dari komposisi real diagonal adalah dimana objek tersebut terletak pada posisi yang miring dalam frame foto. Hal ini dapat dilakukan dengan mengatur objeknya sehingga menjadi mempunyai kemiringan tertentu. Atau juga bisa menggunakan cara lain dengan mengatur sudut pengambilan kamera kita sehingga objek yang kita foto terlihat miring dalam frame.

2.Imajiner diagonal

Imajiner diagonal merupakan suatu komposisi yang melibatkan dua atau lebih objek tertentu. Sama halnya seperti dalam real diagonal, kita dapat mengatur objek objek tersebut sehingga terjadi garis imajiner yang menghubungkan objek-objek tadi. Cara Alternatif lain yang sering menjadi solusi adalah dengan bergerak dan mencari posisi sedemikian rupa sehingga objek objek tadi berada pada posisi sedemikian rupa sehingga tercipta garis imajiner tadi dengan sendirinya.

Garis imajiner diagonal yang tercipta dari pencahayaan - cakbass.com
Garis imajiner diagonal yang tercipta dari – cakbass.com

3. Diagonal Beraturan

Komposisi ini sering kita temui ketika garis real ataupun imajiner tadi berupa garis lurus dari satu titik ke suatu titik lainnya. Sedangkan diagonal tidak beraturan adalah ketika garis real ataupun imajiner tadi tidak langsung dapat dikenali dan mempunyai arah yang berubah-rubah ditengah jalan. Meskipun demikan bila ditarik garis lurus antara titik awal dan akhirnya maka akan tetap terlihat sebagai garis yang mempunyai kemiringan tertentu.

4 Tips Penggunaan Garis Diagonal

Setelah kita mengetahui semua tentang garis diagonal dan cara menemukannya, sekarang kita akan membahas tips bagaimana cara mendapatkan hasil komposisi garis diagonal yang terbaik? Mari kita simak tips berikut ini:

1. Hindari memposisikan diagonal di sudut gambar

Ketika kalian ingin memulai dengan diagonal dalam fotografi, pasti kebanyakan dari kalian mungkin tergoda untuk menemukan diagonal yang kuat seperti contohnya balok kayu atau batu bata yang tersusun sehingga garis memotong langsung dari sudut bawah menuju cakrawala.

2. Jangan memasukkan terlalu banyak garis diagonal

Memiliki terlalu banyak diagonal akan terlihat berantakan dan sulit untuk diapresiasi makna dari foto yang ditonjolkan. Gambar yang terlalu banyak unsur diagonal akan sangat bermasalah jika diagonalnya berlawanan arah atau menyilang dari arah yang berbeda.

3. Jenis lensa yang cocok

Semua jenis lensa dapat digunakan dalam menciptakan komposisi diagonal. Mulai dari lensa macro, wide, normal, maupun tele. Lensa yang kita pakai nanti untuk mendapatkan komposisi diagonal sebaiknya disesuaikan dengan sifat objeknya juga. Kalian bisa gunakan lensa wide untuk foto lanscape ataupun foto yang terdiri dari sekumpulan objek, dan gunakan lensa untuk jarak yang cukup jauh agar dapat menghasilkan foto yang serupa dengan lensa wide meskipun tetap akan berbeda hasilnya.

4. Jenis

Jenis memang tidak terasa berpengaruh langsung pada hasil jepretan kita, dari  sumber dan arah cahaya pencahayaannya lebih penting untuk kita perhatikan. Segala jenis baik itu didapat secara alami atau buatan dapat direspon dengan setting kamera yang tepat. Sedangkan letak sumber dan arah akan sangat berpengaruh pada komposisi objek dalam frame foto kita.

Ada beragam cara yang bisa lakukan untuk membuat foto kita menjadi menarik dan mengundang perhatian orang. Contoh sederhananya kita bisa menampilkan foto dengan warna-warna kontras, ataupun dengan menampilkan objek-objek yang unik. Adapun cara lain yang dapat kita lakukan untuk bermain permainan cahaya dengan memanfaatkan jenis-jenis pencahayaan, baik itu alami maupun buatan dalam foto kita. Efek-efek cahaya yang menarik akan sangat membantu dalam menciptakan foto yang baik

PENUTUP

Selain menggunakan beberapa aturan komposisi, garis diagonal adalah salah satu alternatif membuat sebuah foto jadi menarik untuk di lihat. Komposisi garis diagonal bisa membuat sebuah objek yang biasa menjadi luar biasa jika kita sebagai fotografer dapat membuat kombinasi dengan teknik komposisi lainnya. Tulisan ini akan sangat bermanfaat jika segera di praktikkan. Jadi, segera ambil kamera lalu bidik dan JEPRET!

FAQ

Apa itu diagonal dalam fotografi?

Komposisi dengan garis diagonal adalah salah satu cara untuk membuat foto bagus dengan kesan lebih dinamis. Komposisi diagonal cocok digunakan untuk berbagai jenis foto dengan objek-objek yang dapat dimanipulasi sedemikian rupa dalam sebuah foto

Bagaimana bentuk garis diagonal?

Secara sederhana garis diagonal adalah garis miring antara garis horizontal dan vertikal. Perhatikan garis tambahan pada ilustrasi pada artikel, ini untuk memberi gambaran keberadaaan garis diagonal yang dapat di bentuk dari objek atau latar belakang pada sebuah foto

Apa itu garis vertikal dan diagonal?

Garis vertical dan garis diagonal – Garis horizontal bergerak melintasi halaman dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri. Atau dari barat ke timur atau timur ke barat. Garis vertical bergerak dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas atau dari utara keselatan atau selatan ke utara

Artikel Lain:

, ,

Leave a Reply