Mendalami ISO Kamera dalam Fotografi

0
373
setting ISO kamera DSLR
Pengaturan ISO kamera DSLR

ISO kamera adalah sebuah istilah dalam fotografi yang menerangkan tingkat kecepatan film (pada fotografi analog di kenal dengan sebutan ASA). Yaitu suatu ukuran kepekaan film fotografi terhadap cahaya, yang diukur pada berbagai skala numerik. Sistem ISO yang ada sekarang dapat di artikan untuk menggambarkan hubungan antara pencahayaan dan kecerahan gambar keluaran dalam kamera digital.

singkatan dari International Organization for Standardization (ISO 5800:1987) atau dalam bahasa Indonesia bisa di artikan sebagai lembaga standar internasional.

Masih banyak dari kita semua terutama fotografer pemula yang bingung tentang cara mengatur cahaya yang masuk dalam frame kamera dengan baik dan benar. Hal ini memang lumrah dan sering terjadi dikarenakan banyak fitur serta settingan kamera yang berbeda-beda. Namun perlu diketahui secara dasar untuk mendapatkan hasil foto yang bagus dan berkualitas tentu kita harus memperhatikan pencahayaan yang bagus juga. Di sini, memiliki peran yang sanagat penting.

Nah bagi kalian yang baru memasuki dunia fotografi sebagai pemula perlu mengetahui istilah- yang akan kita bahas kali ini,yaitu terdapat 3 elemen yang disebut segitiga exporsure yang saling berhubungan dengan cahaya yang masuk ke dalam lensa dan langsung direkam pada sensor kamera. Apa saja 3 elemen tersebut? yaitu aperture, shutter speed dan ISO kamera.

Ketiga elemen inilah yang saling berhubungan dan jika salah satu elemen berubah maka akan mengalami dampak yang mengakibatkan hasil jepretan tidak sesuai. Nah di pembahasan kali ini kita tidak langsung membahas ketiga elemen tersebut. Kita hanya membahas tentang apa itu ISO kamera. Yuk, simak penjelasannya!

Apa Itu ISO kamera?

pengaturan ISO kamera dan hasil foto dengan pengaturan ISO yang berbeda

ISO dalam kamera memang kunci utama yang sangat basic sekali tentang cara mengatur seberapa banyak cahaya yang akan kita tangkap dalam kamera. Sederhana nya adalah ISO merupakan kemampuan yang dimiliki kamera untuk menangkap sebuah cahaya. Ketika kita sedang mengatur ISO kamera, tentunya kita juga harus paham tentang fungsi ISO ketika ingin berfoto.

Cara mempelajari settingan ISO sebenarnya sangat mudah. Jika angka settingan ISO semakin besar maka cahaya yang akan ditangkap di kamera juga akan semakin terang, begitupun sebalikanya jika settingan yang digunakan semakin kecil maka cahaya yang didapat maka juga sedikit alias semakin gelap.

Dengan memahami apa itu ISO kamera maka kita akan dengan mudah mengambil kesimpulan dan keputusan saat memotret.

efek dari pengaturan ISO terhadap hasil foto

Kapan kita harus menggunakan pengaturan ISO seperti diatas? Disini kita memiliki dua cara yang digunakan sesuai dengan kondisi tempat dimana kalian mengambil gambar yaitu dengan pengaturan ISO rendah di tempat yang terang maka kalian bisa mendapatkan hasil foto yang lebih akurat dan detail. Cahaya yang lebih banyak masuk tersebut membuat sensor kamera menjadi lebih kuat.

Sementara, jika kalian ingin mengambil gambar di tempat yang minim cahaya, gunakanlah ISO yang cukup tinggi agar kalian bisa mendapatkan foto dengan hasil yang lebih terang meski hasil foto agak sedikit noise di tempat yang kondisinya minim cahaya.

Seperti yang sudah kita bahas diatas, semakin tingginya setting ISO yang akan kita gunakan, maka noise yang didapatkan juga akan menjadi semakin tinggi. Namun jangan khawatir soal masalah noise ini juga bukan menjadi kesalahan penggunaan ISO tinggi karena sudah banyak kamera canggih yang bisa mengurangi efek noise pada penggunaan ISO yang tinggi.

Noise bisa kita lihat di hasil foto yang memiliki banyak bintik kecil yang berwarna warni. Hal itu bisa terjadi karena penggunaan ISO yang kurang tepat yang akan membuat foto menjadi tidak bagus kualitasnya.

Pilihan batasan maksimal pada ISO Auto

Pengaturan ISO kamera ini bisa kalian mainkan sesuai dengan cahaya yang akan masuk ke dalam kamera Mirrorless atau kamera DSLR milik kalian. Tapi di era sekarang kebanyakan kamera Mirrorless atau kamera DSLR bisa menyetting secara otomatis akan mengatur ISO dengan mode auto untuk mendapatkan hasil gambar yang baik.

Selain settingan Auto, di setiap kamera juga memiliki satuan nilai ISO dengan satuan angka yang dimulai dari angka 100, 200, 400, 800, dan seterusnya. Selain bisa menambah sensitivitas cahaya yang didapatkan, ISO juga bisa menimbulkan noise pada hasil fotonya. Contohnya seperti warna kurang keluar, foto menjadi kurang detail serta tajam, dan sebagainya. itulah penjelasan dari apa itu ISO kamera atau dengan kata lain pengertian ISO kamera.

Perbedaan Antara ISO kamera dan Aperture

Setelah membahas tentang ISO kita juga akan membahas sedikit tentang apa itu Aperture. Aperture adalah besar ukuran bukaan lensa atau lensa yang terbuka pada saat kalian mengambil foto. Hal itu bisa kalian lihat secara langsung di bukaan lensa di bagian depan kamera DSLR yang menjorok ke luar.  Jika diperhatikan lebih dekat ke lensa, kalian akan bisa melihat lubang rana yang bisa membuka maupun menutup.  Nah Lubang itulah yang merupakan tempat cahaya akan masuk ke dalam kamera Mirrorless atau kamera DSLR.

Dari penjelasan diatas,kita jadi mengerti apa perbedaan di antara keduanya. ISO kamera adalah cara kalian dalam mengatur cahaya yang akan masuk ke dalam lensa kamera.  Jika pengaturan ISO kalian tepat di berbagai tempat yang banyak maupun minim cahaya, maka kalian sudah pasti bisa mendapatkan hasil foto yang akurat sesuai yang kalian inginkan. Sementara Aperture merupakan cara kalian dalam mengatur bukaan pada lubang lensa yang akan menjadi tempat lewatnya cahaya.

Pengaruh ISO Dalam Fotografi

Jika kita menggunakan settingan ISO yang Tinggi maka sensor kamera semakin sensitive dan foto yang dihasilkan menjadi lebih terang atau bahkan . Hal itu dapat menyebabkan Noise semakin banyak muncul di hasil foto kalian. Sebaliknya jika jika kita menggunakan ISO yang rendah maka Tingkat sensitif sensor kamera semakin rendah dan Foto semakin gelap atau under exposure. Namun kualitas foto yang didapat semakin baik dan tajam (tidak noise)

Sebenarnya noise pada foto adalah efek samping dari dampak ISO yang tinggi, dan hal ini dapat diatasi dengan menggunakan kamera premium dengan kemampuan render yang lebih canggih. Cara kedua kalian juga bisa menggunakan Software Photo Editor di PC (photoshop,lightroom,dll) atau Aplikasi Edit Foto Android dengan kualitas terbaik.

Seringkali seorang fotografer akan menaikkan settingan ISO ketika memotret dalam kondisi minim cahaya atau low light. Dalam kondisi ini kita harus bisa memainkan ISO dengan benar dan tepat,  terkadang kita juga membutuhkan beberapa alat pendukung seperti Lampu flash dan yang lainya agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal. Dan juga jangn lupa mempertahankan shutter speed dengan kecepatan yang sewajarnya guna meminimalisir efek blur dampak dari kamera shake atau goyang.

Cara mengatur ISO Dalam Fotografi

setting DIAL pada kamera DSLR

Sekarang kita akan bagi beberapa tips kepada kalian mengenai ISO yang wajib kalian pelajari saat kita menambah setting ISO. Mulai dari ISO 100 ke 200 dalam aperture yang selalu konstan, kita kunci aperture di f/3.5 atau melalui mode Aperture Priority, disini kita akan mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam memotret sebuah foto di sensor kamera sampai separuhnya yaitu dari shutter speed1/125 detik.

Lanjut, ketika kita ingin menambah lagi ISO ke 400, kita memangkas waktu pembuatan foto sampai  separuhnya lagi: 1/500 detik. Setiap kali mempersingkat waktu eksposur sebanyak separuh, kita namakan menaikan eksposur sebesar 1 stop.

Kalian juga bisa mencoba tips ini dalam kasus aperture, coba untuk atur shutter speed kalian dalam posisi selalu konstan pada 1/125 detik atau melalui mode Shutter Priority dan ubah setting ISO pada kamera kalian dalam kelipatan 2; misal dari 100 ke 200 ke 400, dan seterusnya, dan coba lihatlah perubahan besaran aperture kamera.

Dengan mengetahui cara mengatur ISO yang tepat untuk segala kondisi, maka kalian bisa memotret dengan hasil yang maksimal dan sesuai keinginan kalian. Jika objek foto kalian adalah wajah manusia, maka disarankan untuk membuat blur latar belakang dan menajamkan objek utama.

Tips nya adalah dengan menerapkan aperture paling besar, misal dengan settingan aperture f/1.4 lalu atur angka ISO menjadi serendah mungkin, contohnya bisa 50 atau 100 (kamera dengan sensor full frame). Usahakan shutter speed berada di 1/60 detik agar foto tidak goyang atau shake.

Sedangkan untuk Foto lanscape yang menawarkan ketajaman pada setiap bagian fotonya. Kalian harus menggunakan angka aperture terbesar di kamera tersebut, seperti contoh f/22. Logikanya, semakin kecil bukaan, maka semakin sedikit cahaya yang masuk, sehingga shutter speed juga melambat.

foto landscape
photo : @cakbass

Untuk masalah ISO kalian bisa menggunakan nilai ISO yang rendah yaitu 50 atau 100. Mengapa demikian? Karena foto lanskap harus bebas dari noise dan harus tajam sehingga ISO tidak boleh terlalu tinggi. Disarankan juga untuk menggunakan tripod agar shutter speed semakin lama sehingga foto lebih dramatis dan memuaskan.

Hal ini bisa kalian lihat pada foto air terjun yang terlihat melambat atau foto awan yang seolah bergerak lembut dan lain sebagainya. Jadi, fotografer lanskap biasanya memang selalu membawa tripod kemanapun mereka pergi.

Penutup

Mempelajari komposisi setelah ISO kamera, aperture dan shutter speed adalah kunci utama mendapatkan hasil foto berkualitas masterpiece. Dengan mempelajarinya, Anda bisa menerapkan yang pas untuk segala situasi dan kondisi, demi hasil foto yang sesuai keinginan. Mencoba atau trial – error ISO kamera adalah cara terbaik untuk membuktikan teori-teori dasar fotografi yang sudah kita pelajari.

Jangan lupa, untuk mempelajari dasar-dasar fotografi di cakbass.com, dan dapatkan updatenya selalu di sini! Salam jepret cok!!!

Artikel Lain:

, ,

Leave a Reply