CakBass.com Tips & Trik Istilah Dalam Fotografi, Kamus Lengkap Fotografi Pemula!

Istilah Dalam Fotografi, Kamus Lengkap Fotografi Pemula!

istilah dalam fotografi

Istilah-istilah dalam fotografi yang sering kita dengar atau baca namun mungkin terasa asing bagi kita yang baru belajar fotografi. Di bawah ini adalah rangkuman istilah-istilah dalam fotografi yang sering kita jumpai yang di sunting dengan kalimat yang mudah-mudahan dapet di mengerti rekan-rekan yang baru belajar fotografi.

Istilah-istilah Populer Dalam Fotografi

A : Auto, yaitu simbol untuk pilihan fasilitas otomatis. Bila selector diputar ke posisi auto maka bukaan diafragma akan bekerja secara otomatis.
AF : Auto Focus, yaitu cara kerja kamera yang fokus otomatis tanpa mengharuskan user memutar sendiri penemu fokus (jarak).
Angle of view : sudut pengambilan gambar.
Aperture diafragma : istilah dalam fotografi untuk lubang tempat cahaya masuk kedalam kamera dari lensa ke sensor kamera.

istilah dalam fotografi
Dial Program

Artificial light : yaitu istilah dalam fotografi yang menggambarkan sumber cahaya yang sengaja dibuat manusia untuk memotret misalnya lampu kilat, api, dll.

Auto Program Programed Auto (P) : fasilitas otomatis untuk memilih pencahayaan terprogram secara normal dan high speed (kecepatan tinggi), tergantung pada pemakaian panjang-pendek fokus lensa.

istilah dalam fotografi backlight
Backlight

Back light : Cahaya dari belakang, istilah dalam fotografi yang menggambarkan situasi cahaya yang datang dari belakang objek. Efek cahaya ini bisa merugikan sebab bila mengenai lensa akan menimbulkan flare. Namun dalam kondisi tertentu efek flare ini justru di cari para untuk mendapatkan foto yang unik.

Blitz : Lampu kilat atau flashgun. Alat ini merupakan cahaya buatan yang berfungsi menggantikan peran cahya matahari dalam pengambilan gambar.

Blur : Kekaburan seluruh atau sebagian gambar karena gerakan yang disengaja atau tidak sengaja pada saat pengambilan gambar dan efek besar kecilnya diafragma.

Bottom light : Cahaya dari bawah objek, biasa juga disebut ‘base light’. Biasa digunakan sebagai cahaya pengisi dari arah depan. Fungsinya mengurangi kontras cahaya utama.
Bounce Flash : Sinar pantul. Pancaran cahaya tidak langsung yang berasal dari sumber cahaya (lampu kilat).

Bracketing : Suatu teknik pengambilan gambar yang sama dengan memberikan kombinasi pencahayaan yang berbeda-beda pada suatu objek (disamping pengukuran pencahayan normal).

C : Continuous, Fungsinya menyatakan penggunaan bidikan gambar secara beruntun dengan kecepatan tertentu (biasanya 10 frame per detik).
Center weight : pengukuran pencahayaan yang tertuju hanya pada 60 persen daerah tengah gambar (bidang) foto. Silakan baca artikel tentang metering dalam fotografi.

Coating : pemberian suatu lapisan tipis pada permukaan lensa. Berfungsi untuk menahan pantulan cahaya dan melindungi lensa dari berbagai bahaya jamur.

Cold tone : yaitu istilah dalam fotografi yang menunjukkan warna yang bernada dingin (cold); foto akan berwarna biru kelabu dengan nada warna ringan.
Color balance : keseimbangan warna.
Continuous light : lampu kilat yang digunakan untuk memotret; cahayanya dapat menyala terus menerus(berulang-ulang).

Contrast : kontras. Istilah dalam fotografi kontras secara umum dapat diartikan sebagai perbedaan gradasi,kecerahan, atau nada (warna) antara bidang gelap (shadow) dengan bidang terang, atau warna putih yang mencolok sekali pada subyek.

Density : densitas atau kepekatan dalam fotografi. Semakin pekat suatu warna, semakin gelap dan berat warnanya.
Depth : kedalaman, yaitu efek dimensional yang timbul karena ada perbedaan ketajaman.
Diaphragm : diafragma, yaitu istilah dalam fotografi yang tertuju pada lubang yang ada di lensa kamera tempat cahaya masuk saat melakukan pengambilan gambar.

istilah dalam fotografi distorsi lensa
Distorsi lensa

Distortion : distorsi atau penyimpangan bentuk. Biasanya terjadi pada pemotretan dengan lensa sudut lebar. Biasanya subyek akan menjadi tidak proporsional dari bentuk aslinya. Bagi pemula yang sedang belajar fotografi menggunakan hp/smarthpone, biasanya akan menghasilkan gambar distorsi yang di maksud, simak penjelasannya disini.

Kamera DSLR adalah…

DSLR : Singkatan dari Digital Single Lens Reflex, adalah kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, yaitu Focal Plane dan Viewfinder, sehingga memungkinkan untuk dapat melihat objek melalui kamera yang sama persis seperti hasil fotonya. Jadi kata “refleksi” yang dimaksud dalam pengertian ini adalah refleksi cahaya dari lensa, bukan dari kaca pantul dalam sistem pra-pandang. Dengan pengertian ini, maka kamera yang tidak menggunakan teknologi kaca pantul dan prisma, masih dapat digolongkan pada jenis SLR atau Refleksi Lensa Tunggal. Jadi, jika ada pertanyaan “kamera dengan menggunakan satu lensa penangkap cahaya” bisa juga merujuk ke referensi ini.

Kamera DSLR

Fotografer dalam melihat subjek sebelum mengambil gambar melalui cermin. Saat mengambil gambar cermin akan bergerak ke atas dan cahaya akan diterima oleh sensor.
1. Camera lens
2. Reflex mirror
3. Focal-plane shutter
4. Image sensor
5. Matte focusing screen
6. Condenser lens
7. Pentaprism/pentamirror
8. Viewfinder eyepiece
Kamera DSLR, sumber : Wikipedia

Penjelasan istilah EXIF dalam Fotografi

EXIF : fotografi adalah standar yang digunakan untuk menyimpan informasi yang terdapat pada foto.

Tag metadata yang didefinisikan dalam exif meliputi spektrum yang di dalamnya terdapat informasinya sangat luas tentang suatu file, adapun informasi yang dimiliki dalam exif ini meliputi:

  • Informasi tanggal dan waktu ketika foto dibuat.
  • Informasi panjang dan lebar pixel foto (dimensi foto).
  • Informasi pengaturan kamera pada saat foto dibuat. Meliputi informasi vendor kamera, merk dan jenis kamera yang digunakan, settingan shutter speedaperture dan iso, dan focal length (panjang fokal lensa).
  • Thumbnail untuk melihat pratinjau gambar melalui layar LCD kamera, file manager dan software manipulasi (seperti photoshop).
  • Deskripsi foto.
  • Informasi hak cipta.
istilah dalam fotografi data exif
Data EXIF sebuah foto

Fill in Flash : Lampu kilat pengisi. Dalam kondisi pengambilan gambar yang tidak memerlukan lampu kilat.
Filter : Penyaring dalam bentuk kaca (atau bahan lain yang tembus cahaya) yang dipasang pada ujung tabung lensa. Terdapat juga jenis filter square, yaitu filter dengan menggunakan dudukan tertentu agar dapat di pasang pada ujung lensa.

Fix Lens : Lensa fix, yaitu lensa yang memiliki panjang fokus (titik api) tunggal, sudut pandangnya tetap. Pembahasan mengenai lensa fix dan tele lebih lengkap ada di artikel sebelumnya.
Flash : Lampu kilat, yaitu jenis lampu buatan yang mampu menyediakan cahaya yang bisa dikendalikan.

Flash exposure compensation : Kompensasi pencahayaan lampu kilat, yaitu cara membuat alternatif pencahayaan lebih atau kurang dengan menggunakan lampu kilat.
Focus ring : Titik api atau pertemuan berkas sinar/cahaya melalui lensa setelah berbias atau dipantulkan.


FPS : singkatan dari frame persecond, yaitu jumlah pengambilan gambar yang dapat di lakukan sebuah kamera dalam waktu satu detik. Misalnya 10 frame per second, berarti kamera memiliki kemampuan mengambil 10 gambar dalam waktu satu detik.

GN : Singkatan dari guide number, yaitu kekuatan daya pancar cahaya lampu kilat yang merupakan perkalian antara jarak (dalam meter atau feet).

High angle : pandangan tinggi. artinya, pemotret berada pada posisi yang lebih tinggi dari objek foto.
High-Key photo : sebutan untuk suatu foto yang didominasi nuansa putih.
High light : Istilah dalam fotografi yang sering di tujukan untuk bagian yang terang pada sebuah foto karena pantulan sinar.

Honeycomb : Perangkat atau alat tambahan berbentuk seperti sarang tawon.
Hot shoe : sepatu panas. terdapat pada bagian atas kamera, berfungsi untuk memasang lampu kilat elektronik.

Incident light metering : Pengukuran cahaya jatuh, yaitu mengukur kuat cahaya yang menerangi objek.
Infinity : jarak tak terhingga dengan tanda pada skala jarak.
Infrared : inframerah, yaitu sinar merah diluar spektrum.

Penjelasan istilah ISO dalam fotografi

ISO : singkatan dari international standart organization. ISO adalah salah satu istilah dalam fotografi yang sering terdengar. Lebih lengkap mengenai ISO silakan merujuk pada artikel yang membahas segitiga eksposur.

Lens : Lensa, yaitu alat yang terdiri dari beberapa cermin yang mengubah benda menjadi bayangan yang bersifat terbalik, diperkecil, dan nyata.
Lens Hood : Tudung lensa yang digunakan untuk menutupi elemen lensa terdepan dari cahaya yang masuk secara frontal.

Light contrast : Kontras cahaya, yaitu tingkat kepekaan cahaya yang dihasilkan oleh suatu sumber cahaya.
Light meter : Pengukur kekuatan sinar. Biasa dipakai dalam pengambilan gambar untuk menentukan besar diafragma atau kecepatan pada suatu kondisi pencahayaan.

Long Shot : Sudut pandang yang lebar yang memberi perhatian lebih pada objek pengambilan gambar dengan cara memisahkannya dari latar belakang yang mungkin mengganggu.
Low angle : Pandangan rendah, yaitu sudut pandang dalam pengambilan gambar dengan kedudukan pemotret lebih rendah dari objek pengambilan gambar. Menghasilkan gambar seolah-olah objek lebih tinggi dari aslinya.

LT : Long time Exposure, sama dengan pencahayaan panjang misalnya 2 detik atau lebih. Di sekitar kita istilah dalam fotografi ini sering di sebut long exposure.

istilah dalam fotografi macro photography
Macro Photography

Macro Fotografi

Macro : Makro, merupakan salah satu istilah dalam fotografi yang menunjukan satu genre pengambilan gambar jarak dekat. Makro akan menghasilkan rekaman objek (pada film) yang sama besar dengan objek aslinya (1:1).
Macro Lens : Lensa makro, yaitu lensa yang digunakan untuk memotret objek berukuran kecil atau pengambilan gambar jarak dekat (mendekatkan objek).


Magnification : Pembesaran. Diukur dari gambar film dengan perbandingan ukuran asli subyek.
Main light : Cahaya utama dalam pengambilan gambar yang biasanya berasal dari depan objek. Biasanya digunakan untuk memunculkan bentuk atau wajah objek. Main light adalah istilah dalam fotografi yang sering di gunakan pada topik pencahayaan dalam ruang studio menggunakan artificial light baik itu flash maupun continues light.
Metering : Pola pengukuran cahaya yang biasanya terbagi dalam 3 kategori : center weight, evaluative/matrix dan spot.

Penjelasan Metering dalam Fotografi

Ada beberapa mode metering dalam fotografi, berikut ini adalah penjelasan singkatnya

Metering matrix : Pola pengukuran cahaya berdasarkan segmen-segmen dan persentase tertentu.
Metering spot : Pola pengukuran cahaya yang menggunakan satu titik tertentu yang terpusat.
Metering merupakan salah satu istilah dalam fotografi yang sering kita dengar.

Penjelasan lengkap mengenai metering bisa di baca lebih lanjut di halaman metering dalam fotografi.

istilah dalam fotografi metering

MF : singkatan dari manual focus, yaitu cara penajaman atau pemfokusan yang dilakukan secara manual.
Microphotography : yang menggunakan film berukuran kecil, dengan bantuan mikroskop.

Penjelasan Kamera Mirrorless

Mirorrless : adalah jenis kamera yang lensanya dapat di ganti-ganti (interchangable camera). Merupakan jenis kamera digital generasi penerus DSLR. Kamera mirorrless adalah salah satu jenis kamera yang sering di gunakan selebgram di Indonesia karena bentuknya yang kompak dan ringan. Blog ini juga sempat membahas mengenai perbedaan antara kamera mirorrless dan DSLR.

istilah dalam fotografi diagram kamera mirrorless
Diagram Kamera Mirrorless

Monopod : sandaran atau penyangga kamera berkaki satu. Berfungsi membantu menahan kegoyangan. Sering pula disebut “unipod”

: Filter ND, yaitu filter yang berfungsi menurunkan kekuatan sinar sebanyak 2 sampai 8 kali. Penggunaan filter ND ada di artikel  tips belajar fotografi untuk pemula.

Optical Sharpness : ketajaman optik, yaitu suatu ketajaman yang dapat dicapai karena lensa berkualitas baik.
Optik : berkenaan dengan penglihatan (cahaya, lensa, dsb). Di istilah dalam fotografi optic lebih berarti ke komponen optic pada kamera.

Overexposure : kelebihan pencahayaan. Bagian shadow tampak pekat (tanpa detail) sehingga negative tampak hitam total.
Overhead lighting : sinar dari atas. Lampu atau penyinaran yang dibuat untuk menyinari objek dari atas.

Point of Interest (POI)

Point of Interest : POI adalah pusat perhatian atau subjek dalam sebuah foto. Fotografer biasanya sudah menentukan subjek dari sebuah foto yang akan di buat. Subjek tidak dapt berdiri sendiri, ada elemen-elemen yang disusun di dalam sebuah frame foto sehingga membentuk harmoni yang dinamakan komposisi. Elemen-elemen ini bisa berupa properti yang di skenariokan, bisa berupa lokasi pada sudut pengambilan gambar tertentu, atau bisa juga berupa ruang kosong.

istilah dalam fotografi point of interest
Point of Interest (POI)

Polarizing Filter : Filter polarisasi, dipakai untuk menghilangkan refleksi dari segala permukaan yang mengkilap.
Pop Up Flash : Lampu kilat kecil terbuat atau menyatu dengan kamera.

Apa itu Istilah Rana dalam Fotografi?

Rana : Adalah tirai yang menggantikan fungsi penutup manual di bagian depan lensa, besar kecilnya dapat diatur sesuai kebutuhan. Di istilah dalam fotografi kata rana sering kita dengar sebagai shutter atau shutter speed. Penjelasan lebih lanjut ada di artikel mengenai segitiga eksposur.

Rembrandt Lighting : Cahaya yang berasal dari jendela atau sering juga disebut window lighting. Cahaya yang datang dari sudut 45 derajat.
Remote : Alat yang memungkinkan fotografer melakukan penekanan shutter dari jarak jauh dengan penghubung arus tanpa kabel. Dalam fotografi sering juga di sebut sebagai shutter release.

Retouch : Mengubah, sifatnya memperbaiki atau menambah warna dengan menggunakan tangan atau kuas, atau juga pada masa ini dengan komputer seperti melukis sehingga menghasilkan gambar yang baik dan tanpa cacat seperti sebelumnya. Di istilah dalam fotografi sering kita sebut sebagai edit.

Reverse Adapter : Suatu alat penyambung yang digunakan untuk memotret saat menggunakan lensa kamera yang dibalik sehingga elemen belakang lensa menghadap ke objek. Reverse sering di gunakan untuk mendapatkan foto macro tanpa menggunakan lensa macro yang di buat khusus untuk subyek kecil.
Rule of Third : Yaitu salah satu komposisi dalam fotografi yang sering digunakan untk menempatkan subyek dan elemen-elemen dalam sebuah frame.

Self Timer : Penangguh waktu. Sebuah fitur yang digunakan untuk keperluan memperlambat membukanya rana kamera sekalipun tombol pelepas kamera telah ditekan.
Sequence : Sekuen. Satu seri dari beberapa jepretan (shot) yang meliputi suatu kejadian yang sama. Setiap jepretan hanya berbeda dalam hitungan detik.

Sharpness : Ketajaman film, yaitu suatu kemampuan film untuk merekam setiap garis dari pandangan yang dipotret dengan ketajaman yang baik.
Side Lighting : Sinar dalam pengambilan gambar yang datangnya dari arah samping kanan atau kiri – 90 derajat dihitung dari sudut pandang kamera.

Single Lens Reflect : Refleks lensa tunggal (RLT), adalah kamera yang memiliki satu lensa untuk menangkap cahaya sekaligus membidik yang menggunakan cermin dan prisma. Baca penjelasan DSLR di atas.
Single Point Reading : Suatu pembacaan pengukuran dalam pencahayaan yang dilakukan hanya pada satu titik atau bagian tertentu yang terpenting dari sebuah objek foto.

Slave Unit : Mata listrik yang menyalakan lampu-kilat karena pulsa yang dihasilkan oleh menyalanya lampu-kilat lain.
Snapshoot : Bidikan spontan, tanpa modelnya diatur terlebih dahulu.
Snoot : Suatu alat berbentuk kerucut yang berlubang pada ujungnya dan digunakan untuk memperkecil penyebaran cahaya dari lampu kilat studio.

Soft Focus Lens : Lensa yang berdaya lukis lembut.
Special Effect : Efek khusus dengan menggunakan teknik tertentu.
Spectrum : Berkas sinar yang terlihat oleh mata, terpecahkan oleh pembiasan prisma dalam warna-warni.
Speedlight : Lampu-kilat yang mempunyai kecepatan menyala tinggi atau cepat. Atau sering juga di sebut sebagai flash.

istilah dalam fotografi still life photography 1
Still Life Photography

Apa itu Still Life Photography?

Salah satu istilah dalam fotografi yang populer adalah still life photography

Still Life : Berarti lukisan atau pengambilan gambar benda mati. yang khusus menempatkan benda-benda kecil buatan manusia sebagai subjeknya. Di istilah dalam fotografi kita sering mendengar sebagai frase still life photography. Penerapan still life photography ini lebih banyak ke fotogragi makanan, fotografi produk dan sejenisnya.

Super Wide Lens : Lensa bersudut super lebar yang biasa digunakan untuk pengambilan gambar arsitektur, interior, eksterior, pemandangan, dll.

Table-Stand : Kaki tiga (tripod) kecil. Sandaran kamera yang membantu menahan goyang yang dipakai di atas meja.
: Tekstur, sifat permukaan atau sifat bahan, merupakan elemen seni visual yang sangat penting karena mampu memberi kesan “rasa” seperti halus, kasar, mengkilat, dll.

Tele Converter : Lensa tambahan yang dipasang di antara lensa asli dan tubuh kamera, yang dapat mengubah lensa normal menjadi tele dan lensa tele menjadi tele panjang.
Tele Lens : Lensa tele yang digunakan untuk memperbesar objek yang akan difoto. Lensa ini dapat digunakan untuk memperoleh ruang tajam yang pendek.

Top Light : Cahaya (dari) atas. Cahaya yang berasal dari atas subjek. Biasanya digunakan untuk menerangi bagian atas kepala model yang akan difoto.
Transparan :Tembus pandang ialah permukaan suatu benda yang tidak menghambat pandangan untuk melihat benda di belakangnya. Kaca dan plastik misalnya bersifat tembus pandang.

tripod

Tripod : Kaki-tiga. Suatu alat yang digunakan untuk menyangga kamera yang berbentuk kaki-tiga, yang dapat dipanjangkan dan dipendekkan sesuai keinginan (terbatas).
Through the Lens : Sistem pengukuran cahaya melalui lensa. Di istilah dalam fotografi dengan bantuan pencahayaan menggunakan flash kita sering menyebutnya dengan TTL.

Vario Lens : Lensa vario atau sering disebut sebagai lensa zoom. Yaitu sebuah lensa yang memiliki jangkauan panjang focus yang bervariasi atau dapat diubah-ubah.
View Finder : Jendela bidik. Bagian dari kamera yang berfungsi sebagai tempat mata melihat bayangan benda yang akan diabadikan.

Pengertian White Balance dalam Fotografi

White Balance : suatu pengaturan kamera yang menentukan keseimbangan warna (putih) pada foto yang akan dihasilkan. Pengaturan white balance inilah mempengaruhi temperatur warna (keadaan cahaya) pada foto ketika kita melakukan pemotretan. Penjelasan lebih lengkap ada di halaman white balance dalam fotografi.
Warm Tone
 : Bernada warna hangat. Suatu warna yang terasakan tidak terlampau menyilaukan mata, atau berwarna ke arah cokelat gelap ke arah hitam pekat.

warm tone
warm tone

Watt/ Second (W/S) : Satuan daya pada lampu kilat studio yang dibedakan dengan lampu kilat portable yang menggunakan GN.
Wide Angle Lens : Lensa sudut lebar, misalnya lensa 20 mm atau 24 mm. Jenis lensa dengan tubuh pendek yang biasa digunakan untuk memotret sebuah panorama luas atau untuk pengambilan gambar sejumlah besar orang.
Wide Shoot : Pengambilan gambar dengan sudut pandang lebar. Biasanya merupakan satu jepretan panjang diawal suatu sekuen.

Zoom Lens : Lensa zoom. Jenis lensa yang memiliki elemen yang mampu bergerak hingga membuat panjang focal bervariasi.
Zoom Blur : Kekaburan gambar yang disebabkan oleh gerakan zoom pada waktu melepas rana kamera.
Zooming Ring : Gelang batas rentang vario pada lensa zoom.

Penutup

Demikian beberapa istilah dalam fotografi yang di ambil dari berbagai sumber dan sering kita gunakan sehari-hari di dunia fotografi. Jika ada yang ingin didiskusikan dengan santuy tentang fotografi bisa bergabung ke grup fotografi fotobagus.

Semoga bermanfaat.

 

12 Likes

Author: cakbass

Leave a Reply

%d bloggers like this: