Kelebihan dan Kekurangan Foto dalam Format RAW

0
344
kelebihan kekurangan file RAW

Kelebihan dan kekurangan format RAW akan kita bahas di artikel ini.
Selama berkecimpung di dunia fotografi mungkin kitas sudah sering mendegar dengan istilah file RAW, atau format RAW. Bahkan komunitas fotografi di luar negeri di jadikan sebagai tagline, I shoot RAW!. Maksudnya mereka menegaskan bahwa mereka hanya menggunakan format file RAW saat memotret, tidak menggunakan Jpeg.

RAW yang secara harfiah bisa di artikan sebagai “mentah”. Atau bias akita sebut sebagai “mentahan”. Ya, memang itulah yang di maksud dari format file RAW, bukan sebuah singkatan tapi benar-benar bermakna sebagai file mentah.

Untuk tujuan tertentu, fotografer professional lebih memilih format RAW ketimbang format Jpeg.  Padahal kalau kita bandingkan secara ukuran, file RAW akan membutuhkan kartu penyimpanan yang jauh lebih besar.

Semua ini tentu  saja ada sebabnya. Jadi, apa saja kelebihan dan kekurangan format RAW? Yuk, kita bahas lebih lanjut.

Apa saja Kelebihan dan kekurangan format RAW?

Kelebihan Format RAW

Kelebihan dan kekurangan format RAW - dark room

1. Tidak Kehilangan Data Apapun dari Foto

Saat memotret dengan format RAW, kamera hanya melakukan perekaman atau pengambilan gambar tanpa melakukan proses apapun pada file foto. Misalnya pengkompresan foto, mengoprek foto, memberikan preset picture style, dll. Jadi file gambar yang dihasilkan benar-benar utuh sebagaimana yang ditangkap sensor, RAW. Sementara pada format JPEG, file foto yang dihasilkan sudah mengalami proses kompres dan editing kamera sesuai settingan yang dilakukan pada saat sebelum pengambilan gambar.

2. Koreksi White Balance

Seusai penjelasan di atas, format RAW adalah file gambar yang disimpan secara mentah tanpa diolah lebih lanjut oleh processor kamera, file RAW adalah hasil tangkapan sensor kamera yang disimpan ke dalam memory card.

Karena tidak mengalami proses apapun, maka tidak ada pengaturan White Balance yang tersimpan. Sehingga kita bebas melakukan koreksi jika terjadi kesalahan saat proses pengambilan gambar.

Kalau foto terlihat dominan “cool tone” (kebiruan), kita tinggal menaikkan temperatur agar foto menjadi lebih “warm”(kekuningan).

3. Koreksi Highlight, salah satu kelebihan format file RAW paling penting!

Cahaya putih yang terlalu banyak atau highlight adalah area atau bagian pada foto yang terlalu terang atau over-exposed, biasa di sebut “blown out”.

Pada bagian ini akan terlihat terlalu putih sehingga kehilangan detail pada foto yang di hasilkan.

Pada tingkat tertentu, bagian highlight ini bisa di koreksi dengan cara menurunkan highlight di software pengolah file RAW, sehingga detail yang tadinya hilang bisa muncul kembali.

4. Data Asli Foto selalu Tersimpan

Menyimpan file RAW berarti kita menyimpan seluruh informasi data foto, termasuk data EXIF seperti apertureyang digunakan, shutter speed, , focal length, lokasi pengambilan gambar dan lainnya tanpa ada perubahan apapun.

Menyimpan file RAW adalah sama seperti kita menyimpan negative film pada fotografi analog/film di masa lalu, bedanya sekarang kita menyimpannya dalam format digital berbentuk file.

Jika suatu saat kita membutuhkan file foto yang sama namun menginginkan proses editing yang berbeda, kita akan tetap bisa melakukannya tanpa kendala apapun atau merusak file aslinya.

5. File RAW Menjadi Bukti Kepemilikan Foto

Memiliki file RAW sering juga dianggap sebagai bukti bahwa foto tersebut memang kitalah sebagai pemiliknya karena kita yang memiliki file mentahnya.

Sekiranya di kemudian hari ada yang membajak dan mengakui foto kita sebagai hak miliknya, cukup dengan menunjukkan file RAW foto tersebut maka kepemilikan foto tidak bisa diganggu gugat.

6. File Foto Tidak Rusak walaupun Bekali-kali di Edit

Sekalipun misalnya kita melakukan edit file foto berkali-kali, hasil akhir file JPG yang diperoleh masih dapat ditolerir ketimbang mengedit langsung file JPEG.

7. Menggunakan Tinggi

Noise merupakan suatu masalah besar bagi seorang fotografer hal ini akan muncul saat kita menggunakan tinggi, kecuali Ketika kita memang dengan sengaja menginginkan foto noiseuntuk tujuan art/seni.

Pada level tertentu, noiseakan mudah dihilangkan dengan software editing seperti Adobe Photoshop dan kualitas foto pun tetap terjaga.

Dengan kelebihan RAW ini, kita bisa lebih leluasa memotret dengan menggunakan “tinggi” tanpa harus takut terhadap noise yang dihasilkan.

Meski begitu tentunya kita juga harus tetap bijak, bukan berarti kita bisa mengabaikan salah satu faktor penting ini.

Penggunaan nilai serendah mungkin dan di dukung teknik pencahayaan yang bagus tetap merupakan pilihan yang terbaik. Jika memang terpaksa menggunakan ISO tinggi menjadi satu-satunya pilihan, maka ambillah gambar dengan format RAW.

8. Melakukan Perubahan atau Koreksi Warna

Foto dengan format file RAW memiliki detail serta shadow yang lebih banyak dibandingkan foto dengan format JPEG.

Selain itu, informasi gradient gambar yang dihasilkan juga lebih halus sehingga kita bisa melakukan pemilihan kombinasi warna dan lebih mudah mengubahnya.

9. Mudah Mengontrol Under / Over Exposure

Pada setiap foto tentunya kita menginginkan exposure terbaik, tapi terkadang momen bergerak begitu cepat misalnya saat memotret momen pernikahan.

Dengan file RAW, kita masih memiliki informasi tambahan sehingga bisa dengan mudah memperbaiki eksposure tanpa penurunan kualitas foto secara drastis.

10. Tingkat Kecerahan RAW

Format RAW bisa merekam 4.096 sampai dengan 16.384 tingkat kecerahan, sementara file JPG hanya mencatat 256 tingkat kecerahan.

Atau ini biasa disebut juga dengan istilah “bit”. JPG hanya menangkap 8 bit, sementara RAW berada di 12-14 bit.

Dengan kelebihan RAW ini, proses penyesuaian exposurecontrastbrightness dan lainnya dapat dengan mudah dilakukan tanpa ada penurunan signifikan dari kualitas gambar aslinya.

11. Picture Style atau Picture Control

Kamera DSLR atau Mirrorless memiliki pengaturan Picture Style atau Picture Control.

Picture style/control ini semacam preset pemberian warna, style, kecerahan serta skintone pada foto yang akan diproses ke format JPEG.

Secara umum picture style/control terdiri dari :

  • Standard;
  • Potrait;
  • Landscape;
  • Vivid;
  • Netral;
  • dsb.

Saat memotret manusia, selayaknya kita menggunakan picture style/control Portrait karena warna skintoneterlihatlebih bagus. Jika saat pemotretan salah memilih picture style, kita bisa menggantinya ke picture style yang seharusnya menggunakan software bawaan kamera atau di Adobe Photoshop.

Kelebihan dan kekurangan format RAW - jadul

12. Karakter Film Negatif (Digital Negative)

Sebelum era kamera digital, data foto mentah tersimpan di film negatif (kliss film) kemudian proses editingdilakukan di kamar gelap, lalu dicetak. Sama seperti format file RAW yang merupakan file negatif film yang menyimpan film mentah asli hasil jepretan kamera dalam bentuk file digital.

File gambar ini merupakan file gambar murni yang ditangkap sensor kamera tanpa ada pemrosesan gambar seperti tambahan setting/preset atau picture style dari kamera. Karena file pengaturan ini disimpan secara terpisah sehingga kita punya file gambar asli dan murni tanpa efek.

Demikian kelebihan-kelebihan yang bisa kita dapatkan saat menggunakan format file RAW. Selain dari kelebihan-kelebihan yang sudah di jelaskan, tentu saja memotret dengan format RAW memiliki kekurangan. Yuk, kita lanjut…

Kekurangan Format RAW

Selain berbagai kelebihan-kelebihan yang sudah dijelaskan di atas, tentunya memotret dengan format file juga memiliki kekurangan-kekurangan. Kondisi-kondisi berikut ini mungkin yang jadi penyebab kita tidak bisa mengambil gambar atau memotret dengan format RAW. Berikut ini kekurangan-kekurangan memotret dalam format RAW…

1. Perlu Diproses (Post Process atau editing)

File RAW tidak bisa langsung digunakan, perlu diproses dulu menjadi JPEG. Andai merasa tak perlu mengolah highlightshadowwhite balance dan lainnya, langsung saja ekspor ke JPEG secara masal dengan ukuran tertentu, selektif dan tidak butuh waktu lama (batch process).

Kalau kamera memiliki memory card yang cukup besar, atur kamera agar dapat menghasilkan format file RAW+JPEG sekaligus.

2. Butuh Kapasitas Penyimpanan Lebih Besar

RAW berisi data mentah, maka ukurannya sangat besar, bisa mencapai10 x lipat dari file JPEG. Salah satu cara mengatasi masalah ini adalah segera memindahkan setiap foto ke hardisk eksternal 1 s/d 2 TB atau menghapus file RAW yang kurang bagus dan tidak kamu butuhkan lagi.

3. Proses Penulisan Data Lebih Lambat

Karena ukurannya yang besar, kamera butuh waktu lebih lama untuk menuliskan data foto ke media penyimpanan file, SD card. Kalau memotret dilakukan secara cepat dan beruntun, coba gunakan kartu memory dengan kecepatan tulis yang tinggi.

4. Ekstensi File Berbeda

Setiap merk kamera memiliki ekstensi file RAW sendiri-sendiri, contohnya Canon berekstensi .CR2, Nikon berekstensi .NEF, Sony .ARW, dan sebagainya.

File RAW keluaran terbaru biasanya tidak terbaca pada aplikasi editing lama. Contohnya file RAW Canon 80D tidak terbaca di Adobe Lightroom 5.6 jadi kita harus selalu update software editing kita.

Adobe mencoba memberi solusi untuk masalah ini dengan memperkenalkan format RAW berekstensi .DNG. Format ini di harapkan bisa menyeragamkan file RAW berbagai merk di masa mendatang.

Bagaimanapun, memotret dengan RAW memiliki banyak manfaat yang bisa kita dapatkan baik dari segi kualitas dan pengolahan.

Demikian beberapa alasan mengapa Harus Motret dengan Format RAW.

Kelebihan dan kekurangan format RAW -sd card

Kapan Harus Menggunakan RAW atau JPEG?

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang mungkin bisa menjadi pertimbangan kita, apakah kan memotret dengan format file RAW ataupun Jpeg. Silakan di sesuaikan dengan kondisi masing-masing, tidak wajib di ikuti atau bersifat mutlak.

Format RAW :

  • Pemotretan profesional dan bersifat komersil seperti wedding, foto produk dan sejenisnya.
  • Gunakan RAW saat kondisi cahaya terlalu kompleks atau kurang baik misalnya saat sunsetsunrise, low light atau terdapat sumber cahaya yang beragam.
  • Ingin mendapatkan white balance yang sempurna dan proses editing lanjutan.
  • Membutuhkan kontrol penuh terhadap hasil akhir foto.
  • Menginginkan foto berkualitas tinggi untuk keperluan portfolio dan menunjukkan ke klien.
  • Ingin mencetak foto dalam ukuran besar atau poster.

Format JPEG :

  • Untuk pemotretan sekedar hobi dan pemotretan yang biasa dilakukan setiap hari (daily snapshot).
  • Gunakan JPEG saat kondisi cahaya sangat baik, misalnya pada siang hari di luar ruangan (daylight condition).
  • Menginginkan proses yang ringkas tanpa editing tambahan dan langsung upload di medsos.
  • Media penyimpanan file (hardisk) tidak mencukupi.

KESIMPULAN

Demikian Kelebihan dan Kekurangan Format RAW. Jika ingin belajar fotografi lebih serius, disarankan untuk mendalami lebih lanjut format RAW. Yang juga berarti akan mempelajari proses editing untuk menghasilkan foto yang sesuai keinginan kita.  

Semoga bermanfaat..!

FAQ

Apa itu RAW?

RAW adalah suatu format penyimpanan file gambar yang berupa data mentah dari gambar yang di rekam oleh sensor kamera.

Apakah File RAW lebih baik dari file JPEG?

Foto dengan format File RAW memiliki gamut warna dan dynamic range lebih lebar dibandingkan file JPEG. Hal ini membuat file RAW jadi lebih mudah diperbaiki ketika terjadi kesalahan underexposed atau overexposed.

Apa kekurangan file RAW?

1. Masalah kompatibilitas file RAW. Setiap pabrikan kamera memiliki standar dan penamaan file RAW sehingga sedikit rumit saat akan melakukan proses editing.
2. Harus di melalui proses edit (post process) sebelum di share.
3. Menghabiskan ruang penyimpanan karena ukuran file RAW jauh lebih besar daripada file JPEG.

Artikel Lain:

, ,

Leave a Reply