CakBass.com Tips & Trik Kesalahan Yang Sering Dilakukan Fotografer Pemula

Kesalahan Yang Sering Dilakukan Fotografer Pemula

ISO setup - cakbasscom

Seorang fotografer tak lepas dari kesalahan. Namun jika kesalahan teknis fotografi ini setiap kali memotret terjadi, maka kita harus giat lagi belajar memotret. Berikut ini beberapa kesalahan yang sering dilakukan fotografer pemula. ​

1. Baterai Habis

Kesalahan tertinggi pada pemakai kamera digital baik kamera saku maupun yang DSLR, adalah seringnya baterai habis. Kamera digital memang hanya bekerja kalau ada baterai di dalamnya. Maka, kamera digital yang laris umumnya punya baterai yang awet, minimal bisa untuk 500 kali pemotretan. Kesalahan ini biasanya disebabkan beberapa hal, yaitu (1) persiapan yang kurang matang, sehingga lupa mengisi penuh baterai sebelum digunakan; (2) seringnya fotografer melihat hasil foto di LCD setiap kali usai jepret karena kurang yakin akan hasilnya; (3) karena lupa tidak mematikan power kamera usai pemakaian, atau langsung dimasukkan dalam tas kamera.
Solusi untuk hal ini adalah, bawa baterai cadangan. Untuk pengguna kamera mirrorless buatan tahun 2014 – 2017 baterai adalah masalah utamanya. Terutama pengguna kamera entry level seperti sony a6000.
Kesalahan fotografer pemula - Baterai habis

2. Gambar Blur akibat Kamera Goyang (shake)

Kesalahan pemula gambar blur akibat kamera goyang saat digunakan. Goyang pada kamera alias camera shake memang kesalahan pemakai. Namun, kamera yang baik akan meminimalkan hal ini dengan bentuknya yang ergonomic dan shutter speed yang lebih tinggi. Saat ini, kamera maupun lensa juga telah dilengkapi fasilitas VR (vibration reduction) untuk Nikon atau IS (image stabilizer) untuk Canon dan Sony (Seri a7iii ke atas atau seri a6300). Fungsinya adalah untuk mengurangi resiko gambar blur diatas, jadi jika ingin beli kamera, pilihlah yang ada fasilitas ini.
Kesalahan fotografer pemula - Kamera shake

3. Gambar Blur akibat Objek Foto Bergerak

Kesalahan ini adalah akibat pemakai salah memperkirakan kecepatan obyek foto dengan shutter speed. Perhatikan perilaku subyek, misalnya kita sedang memotret anak kecil yang selalu bergerak lincah, atau sedang memotret burung liar di alam bebas. Amati, lalu setup shutter speed.

4. Time Lag

Kesalahan ini terjadi karena keterlambatan memotret adegan akibat kamera yang lambat atau bisa juga tidak siapnya sang fotografer.

5. Salah Fokus (Miss Focus)

Kesalahan ini umumnya menyangkut focusing pit alias fokus lari ke bidang yang jauh. Atau, bisa juga dikarenakan auto focus di kamera tidak di lock, sehingga ketika memotret focus berubah ke obyek yang lain. Ada beberapa cara yang bisa di gunakan untuk mengurangi resiko ini, salah satunya jika kita sedang memotret model, setup dengan recognize face sehingga kamera akan selalu mencari focus ke wajah model yang sudah di recognize. Beberapa kamera terbaru sudah di lengkapi dengan touch focus, manfaatkan fitur ini agar tidak terjadi kesalahan salah focus ini.

6. Under exposure (UE) atau Foto Gelap

Kesalahan ini juga sering dilakukan oleh fotografer yaitu, foto terlalu gelap. Kejadian ini dikarenakan kurangnya perkiraan fotografer dengan kondisi lighting di sekeliling obyek yang akan di foto. Untuk mengurangi resiko UE, selalu cek metering sebelum shoot dan lihat grafik histogram saat melakukan cek pada hasil foto, karena banyak kejadian yang hanya focus pada apa yang terlihat di display saja, namun UE terlihat saat file akan di edit.
Kesalahan fotografer pemula - under exposure

7. Memori Penuh

Walaupun sepertinya lucu, rupanya kejadian ini cukup sering dialami oleh fotografer, yaitu memori (kartu CF= compact flash/SD= secure digital) penuh. Secara tidak sengaja, ini juga sering terjadi. Sehingga, setiap akan memotret, ketika dirumah cek terlebih dahulu memory card yang kita gunakan. Jika penuh, copy-lah terlebih dahulu di harddisk komputer. Salah satu cara untuk mengurangi resiko memori penuh adalah dengan membawa kartu cadangan.

8. Over exposure (OE) atau Foto Terlalu Terang

Salah satu kesalahan fotografer pemula yang sering terjadi yaitu foto terlalu terang. Hal ini diakibatkan oleh terlalu banyaknya cahaya yang mengenai obyek yang kita foto. Namun, terkadang, beberapa fotografer sangat suka memainkan OE ini dalam karyanya. Tapi, untuk obyek tertentu, foto OE ini juga tidak tepat. Sama seperti kesalahan UE, lakukan cek pada grafik histogram.
Kesalahan fotografer pemula - over exposure

9. Salah WB (White Balance)

Salah white balance sering dilakukan. Akibat dari salah WB ini adalah warna yang kurang tepat atas obyek yang kita foto. Kadang terlalu kuning, terlalu biru, kemerahan, dll. Tips agar tidak terjadi yaitu dengan menggunakan setting “white priority” pada white balance.
Menggunakan Auto White Balance bukan menjadi solusi karena akan terjadi semakin tidak terkontrol WB karena berubah-ubah pada kondisi cahaya yang sama mengikuti apa yang terbaca oleh processor kamera.

10. Salah Penyetelan Ukuran Foto (Pixel)

Salah penyetelan piksel ini akan berakibat fatal apabila ketika kita membutuhkan foto dengan ukuran besar. Sebagai contoh, yang seharusnya foto kita gunakan untuk cetak besar, misalkan 24R, jika foto hanya ukuran S (small = +2000 pixel), maka jika di cetak akan pecah atau noise. Nah, sangat aman jika kita men-setting kamera kita dengan ukuran L (large) dengan model Fine atau RAW.

11. Salah Kecepatan Rana (Shutter Speed)

Salah satu kesalahan fotografer pemula adalah salah dalam men-setup kecepatan rana, hal ini bisa berakibat pada obyek yang blur, shake, atau gelap. Setup pada mode (A/P) Aperture priority sehingga kecepatan menyesuaikan dengan cukup baik.

12. Salah ISO

Salah setting ISO mengakibatkan foto akan noise atau bintik-bintik, akan gelap, dan kualitasnya kurang sempurna. Pada kamera tertentu, memiliki kualitas yang masih bagus apabila ISO-nya masih di bawah angka tertentu (400, 800, 1000 dll). Oleh karena itu, harus lebih jeli melihat kondisi foto yang akan kita potret. Salah satu tips untuk menghindari salah ISO adalah setup ISO otomatis dengan range ISO tertentu, misalnya kita setup ISO dari 100 – 400, atau 100-800, dan seterusnya. Cek apakah fitur ini ada di kamera kita masing-masing. Hal ini di maksudkan agar ISO tidak terlalu tinggi yang akan menghasilkan noise pada foto.
ISO setup
Kesalahan-kesalahan di atas lebih mengerucut ke arah penguasaan teknis. Untuk mengatasinya, sering latih kemampuan menguasai segitiga eskposur. Selain faktor teknis, buatlah SOP atau workflow kerja sendiri agar tidak terjadi memory penuh atau baterai habis, dll.

Selamat belajar fotografi!

0 Likes

Author: admin

We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications