Pengertian dan Cara Menggunakan Rule of Thirds dalam Fotografi

0
1304
Rule of Thirds - cakbass
Rule of Thirds - cakbass
Advertisement

Rule of third adalah sebuah “aturan” komposisi fotografi yang paling terkenal. Jika kita menggunakannya dengan benar, Niscaya kita akan dapat menghasilkan foto yang benar-benar keren, beneran, sumpah!

Apa itu rule of thirds itu? Apakah “aturan” ini akan membantu? Bukankan aturan itu dibuat untuk di langgar? Dan hasilnya pasti bagus juga kok!

Dalam artikel ini, kita akan memahami semua yang perlu diketahui tentang rule of thirds. Dan setelah membaca sampai akhir, kita akan tahu bagaimana cara menggunakan aturan ini layaknya seorang fotografer profesional.

Yuk, kita mulai!

Pengertian Rule of Thirds

Rule of Thirds adalah pedoman yang membagi sebuah foto menjadi tiga bagian (baik secara horizontal maupun vertikal) sehingga kita memiliki sembilan bagian dan empat garis titik temu di bagian tengahnya. Dengan memposisikan elemen kunci di sepanjang garis titik temu, kita akan mendapatkan yang lebih baik.

Berikut adalah visualisasi dari rule of thirds:

Pembagian bidang pada frame

Dan untuk mengikuti aturan, cukup gunakan garis titik temu untuk memposisikan objek sebagai poin of interest.

Jadi, saat memotret lanskap, kita akan menempatkan batu atau pohon di sepanjang garis kisi vertikal kanan atau kiri seperti contoh di bawah ini:

Komposisi Foto Pemandangan Rule of Thirds
Foto Pemandangan Rule of Thirds

Dan saat memotret matahari terbenam, kita akan menempatkan garis cakrawala di sepanjang garis kisi horizontal atas atau bawah.

Aturan sepertiga ini juga mengidentifikasi empat titik simpang yang ada di tengah setiap persimpangan garis kisi.

Sebenarnya menggunakan aturan sepertiga sebenarnya tidak rumit. Dan itulah yang membuatnya sangat kuat. Ini adalah cara sederhana untuk meningkatkan pengetahuan dan insting fotografi kita, dan ini sangat membutuhkan latihan dan tentu saja jam terbang.

Aturan dibuat untuk dilanggar, dan hanya karena dengan mengabaikan rule of thirds bukan berarti kita tidak menarik atau tidak memiliki “rasa” atau dengan kata lain jelek. Terlepas dari namanya, rule of thirds adalah pedoman dan bukan sebuah aturan baku yang bersifat kaku yang wajib diikuti. Kita tetap bisa membuat sebuah komposisi yang indah tanpa mengikuti rule of thirds.

Juga perlu diingat bahwa rule of thirds adalah salah satu teknik komposisi dari sekian banyak opsi komposisi. Ada banyak “aturan” dan pedoman lain yang layak dipertimbangkan, seperti komposisi simetri, komposisi segitiga, dll.

Hanya saja, kenapa komposisi yang satu ini dibahas secara khusus? karena rule of thirds adalah yang paling sederhana dan sejauh ini merupakan cara terbaik untuk mulai belajar komposisi fotografi. Dan jika rule of thirds dapat diterapkan secara konsisten, niscaya akan menghasilkan hasil foto-foto yang luar biasa, dan bahkan banyak dari kalangan fotografer profesional selalu menerapkannya dalam pekerjaan mereka. 

Ada pepatah mengatakan : jika berniat melanggar aturan, kita harus mempelajarinya terlebih dahulu. Dengan cara ini, kita dapat melanggarnya dengan cara paling efektif.

Mengapa Rule of Thirds sangat Membantu?

Setelah mengetahui cara mengikuti aturan sepertiga, penting untuk memahami mengapa hal itu penting dan apa sebenarnya yang dapat dilakukan untuk foto kita.

Rule of thirds sebenarnya meliputi dua hal:

  1. Membentuk keseimbangan
  2. Menjadi lebih Dinamis

Pertama, dengan memposisikan elemen kunci pada persimpangan atau garis kisi rule of thirds, foto kita menjadi lebih seimbang. Point of interest atau objek kita akan menciptakan ketertarikan visual pada sepertiga komposisi, sekaligus membentuk keseimbangan ruang kosong di dua pertiga bagian sisanya. Percayalah, dengan begitu sebuah foto akan tampak lebih hebat dan terasa tepat bagi yang melihatnya.

Kedua, komposisi yang menyertakan elemen kunci di tengah bingkai sering kali terlihat lebih statis dan membosankan. Tidak ada ruang bagi mata pemirsa untuk berimajinasi, dan mengembara. Dan hasilnya, pemirsa melihat foto tersebut, melihat subjek di tengahnya, lalu pergi tanpa kesan apapun.

Namun aturan sepertiga mendorong dinamika, di mana pemirsa melihat elemen kunci dari samping, lalu melakukan perjalanan visual di seluruh sisa gambar.

Dengan kata lain, komposisi rule of thirds dapat memberikan pengalaman fotografi yang lebih menarik. Dan juga, rule of thirds mengacu pada kebiasaan cara manusia melihat gambar secara natural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mata manusia biasanya mengarah ke salah satu titik persimpangan daripada ke titik tengah sebuah frame. Jadi, rule of thirds bekerja dengan secara natural untuk menarik minat pemirsa melihat sebuah gambar.

Kapan menggunakan Rule of Thirds?

Kita sudah memahami bahwa rule of thirds sangat membantu kapanpun kita memotret. Jika kita memiliki elemen komposisi yang berbeda, usahakan untuk memikirkan bagaimana menerapkan rule of thirds pada setiap objek yang akan kita foto.

Misalnya, pada fotografi lanskap, kita dapat memposisikan cakrawala di sepanjang garis kisi horizontal atas, atau bisa juga di antara keduanya seperti contoh ini:

pusat perhatian ada pada garis kisi sebelah kiri
pusat perhatian ada pada garis kisi sebelah kiri

Perhatikan juga bagaimana elemen komposisi utama lainnya. Gedung BNI 46 dan pemandangan malam kota Jakarta diposisikan di titik simpang sebalh kiri dari frame. Dengan demikian, foto ini secara keseluruhan menjadi terlihat lebih seimbang dan dinamis.

Dalam fotografi potret, kita dapat memposisikan tubuh subjek di garis kisi sebelah kanan dari rule of thirds:

Rule of Thirds pada portrait photography
Rule of Thirds pada portrait photography

Dan juga merupakan ide yang baik untuk menempatkan kepala subjek di salah satu titik persimpangan (dan mata, yang merupakan titik fokus alami untuk foto potret atau close up). 

Tips Menguasai Rule of Thirds dengan Cepat

Meskipun mudah untuk menggunakan rule of thirds dalam sebuah komposisi, setiap orang pasti membutuhkan waktu untuk latihan agar aturan tersebut menjadi sebuah kebiasaan.

Sebagai latihan untuk menguasainya, Silakan berlatih dengan cara mengajukan dua pertanyaan untuk setiap foto yang di ambil :

  • Apa yang membuat kita tertarik untuk memotret (yaitu, area foto yang menonjol dan sesuatu atau objek yang ingin kita tonjolkan)?
  • Di posisi mana kita akan menempatkan objek itu pada frame?

Dengan begitu, kita dapat dengan mudah menentukan titik dimana objek di tempatkan sehingga foto akan jadi lebih menarik. Lalu, langsung tempatkan objek di garis grid atau bisa juga disebut sebagai power point rule of thirds.

Percayalah, komposisi foto kita akan menjadi seimbang!

Melanggar aturan, Boleh?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, adalah mungkin untuk melanggar aturan sepertiga dan menghasilkan foto yang tidak kalah kerennya.

Bahkan, kadang malah bisa mendapatkan komposisi yang lebih kuat dengan cara melanggar aturan. Jadi jika kita sedang dianjurkan untuk mempelajari rule of thirds, dan ketika sudah mendarah daging, cobalah untuk melanggarnya. Boleh? Bebasssss…!

Salah satu waktu favorit banyak fotografer untuk melanggar aturan sepertiga adalah saat memotret objek dengan komposisi simetris. 

Komposisi simetri adalah sebuah komposisi fotografi yang menggambarkan dua bagian yang identik dalam sebuah susunan. Komposisi yang berpola simetri menempatkan fokusnya di tengah, lalu mnempatkan unsur-unsurnya pada bagian kiri sama dengan sisi kanan, atau kalua boleh meminjam peribahasa ibarat pinang di belah dua. Penempatan elemen dengan cara ini memberikan kesan bagian kiri dan bagian kanan sama kuatnya. Komposisi simetri memberikan kesan formal, beraturan dan statis.

komposisi simetris

Cara Menerapkan Rule of Thirds saat Memotret Dengan Cara Mengaktifkan Grid!

Pada kamera digital yang beredar di pasaran sekarang, baik itu kamera mirrorless, kamera DSLR atau kamera hp sekalipun, kita di sediakan fitur untuk memunculkan pembagian bidang yang berupa garis “rule of thirds”. Fitur ini disebut dengan GRID!

1. Grid pada kamera HP

Untuk mengaktifkan grid pada kamera hp adalah dengan cara masuk ke menu pengaturan kamera. Silakan ikuti instruksi seperti gambar di bawah, sebenarnya tidak terlalu sulit menemukan fitur grid.

Komposisi Rule of Thirds - Cara mengaktifkan Grid kamera HP

2. Cara Mengaktifkan Grid pada kamera DSLR atau Mirrorless

Tiap pabrikan akan memiliki struktur menu yang berbeda-beda, dan faktor ini yang biasanya menjadi pertimbangan utama seorang fotografer ketika harus pindah dari satu merk kamera ke merk kamera lainnya. Di bawah ini adalah menu dari kamera DSLR/Mirrorless Nikon, Canon, dan Sony, dimana fitur grid dapat di aktifkan.

cara mengaktifkan grid kamera DSLR, Nikon
Grid pada menu kamera Nikon DSLR
cara mengaktifkan grid kamera DSLR, Canon
Grid pada menu kamera Canon DSLR
cara mengaktifkan grid kamera Sony
Grid pada menu kamera Sony Mirrorless Full Frame

Cara Menggunakan Rule of Thirds Dalam Fotografi

Dengan adanya grid ini, maka kita akan terbantu untuk menempatkan point of interest atau objek utama foto kita agar mendapatkan komposisi rule of thirds.

1. Foto Pemandangan

Pada foto pemandangan biasanya kita akan menentukan objek utama terlebih dulu yang akan menjadi point of interest. Sementara pemandangan langit dan alam lainnya akan berperan sebagai background dengan segala drama atau pergerakan awan (long exposure) serta merahnya langit di senja hari. Ini juga akan tergantung pada cuaca dan situasi di lokasi kita mengambil gambar.

Contoh rule of thirds pada landscape photography
@bas_utomo

Jika saat memotret kita mendapatkan posisi yang berlawanan, tetap tempatkan objek utama yang menjadi POI di titik simpang di sebelah kanan. Karena pada konsep fotografi ini yang di setup sebagai POI adalah gedung BNI 46 tersebut.

2. Fotografi Portrait

Prinsipnya sama saja, POI akan di tempatkan pada salah satu titik temu untuk mendapatkan komposisi rule of thirds yang tepat.

Contoh rule of thirds pada portrait photography
melihat mantan lewat, foto by @bas_utomo

Perhatikan foto portrait di atas, mata model tertuju ke ruang kosong di sebelah kiri gambar. Akan menjadi tidak seimbang jika kita menyisakan ruang kosong justru di sebelah kanan gambar, silakan simulasikan sendiri.

3. Street photography

Dengan adanya pergerakan objek di jalanan, kita akan lebih mudah membuat komposisi rule of thirds ini. Misalnya jika objek utama sedang berjalan ke arah kanan, maka POI akan di letakkan di bagian kiri. Bisa yang atas atau bawah, tergantung dari background dan pergerakan objek.

menyapu sisa kenangan masa lalu, foto by @bas_utomo

Manfaatkan fitur grid untuk membidik sekaligus membuat komposisi rule of thirds, pandai-pandai melihat situasi dan arah cahaya karena hal ini juga menjadi kunci sebuah foto terlihat keren.

4. Stage Photography

ku teriakkan namamu menembus angkasa, iya…kamuuu!, foto by @bas_utomo

Jadikan sang superhero sebagai penguasa panggung dengan menggunakan komposisi rule of thirds. Ambil momen yang tepat dengan melihat siklus lighting panggung serta ekspresi sang bintang agar terlihat benar-benar sebagai bintang panggung.

Cara Membuat Komposisi Foto Rule of Thirds saat Post Processing

Setelah pengambilan gambar kebanyakan dari kita akan melakukan pengolahan gambar tersebut ke software, baik itu merupakan sebuah aplikasi di smartphone ataupun melalu laptop/PC.

Setelah memindahkan file storage, hal yang pertama kali adalah memilah foto terbaik yang akan di proses selanjutnya, yaitu editing. Kita bisa memulai dari mana saja untuk memulai editing, termasuk memulainya dengan melakukan cropping. Pada menu cropping akan muncul garis pembatas masing-masing bagian tepi dan akan muncul “garis bantu” di bagian tengah yang akan membantu kita meletakan Point of Interest di titik yang kita kehendaki.

Komposisi Rule of Thirds - before crop

Misalnya pada contoh foto panning di atas, sebenarnya secara prinsip sudah memenuhi syarat dari kommposisi of third. Untuk kebutuhan pembelajaran komposisi ini, maka foto dari @toro.hanzbro akan di lakukan komposisi ulang dengan cara cropping seperti di bawah ini.

Komposisi Rule of Thirds - after crop

Perhatikan letak PoI!

Komposisi-Rule-of-Thirds-fariz-before
Komposisi-Rule-of-Thirds-fariz-before

Ok, kita akan ambil contoh lain seperti foto dari @cakbass berikut ini
Perhatikan, PoI dari foto di atas berada tepat di tengah frame. Agar lebih menarik, maka di lakukan cropping seperti di bawah ini.

Komposisi Rule of Thirds - fariz after crop
Komposisi Rule of Thirds – fariz after crop

Perhatikan, bagian kosong di belakang (kiri) Om Fariz RM menjadi lebih sempit dan bagian depan lebih luas mengikuti arah Om Fariz.

Penutup

Mudah-mudahan dengan penjelasan dan ilustrasi contoh cropping dari beberapa foto di atas kita bisa lebih memahami komposisi foto rule of thirds dan bisa menerapkannya. Jangan khawatir jika saat pengambilan foto posisi PoI kita tidak tepat berada di titik yang kita rencanakan, masalah tersebut bisa di atasi dengan melakukan cropping. Selamat mencoba!

FAQ

Apa itu Rule of Thirds?

Rule of Thirds adalah sebuah panduan komposisi yang berguna untuk meletakkan objek pada satu sisi yang pada akhirnya akan memandu mata pemirsa ketika melihat sebuah gambar. Rule of thirds juga akan memperkuat posisi objek utama (point of interest) pada gambar itu sendiri. yang harus di ingat adalah Rule of Thirds hanyalah sebuah panduan dan tidak WAJIB hukumnya untuk di ikuti 100 persen.

Contoh Rule of Thirds pada fotografi

Beberapa contoh penerapan Rule of Thirds sudah di sematkan di artikel ini.

pada contoh di atas, ruang kosong di berikan pada sisi kiri untuk memberi ruang pada mata model yang “seolah” sedang melihat mantan di sisi kiri, eh…

Artikel Lain:

, ,

Leave a Reply