Konsep Fotografi Makro, Pahami Dasarnya!

0
131
konsep fotografi makro
fotografi makro
Advertisement

Dalam banyaknya genre di dunia fotografi, kita akan menemui salah satunya adalah fotografi makro. Dimana pada saat ini sedang mengalami perkembangan yang cukup signifikan dan sangat menarik untuk di pelajari serta di dalami. Yuk, kita belajar sama-sama agar bisa memahami apa itu konsep fotografi makro.

Detail suatu objek, komposisi dan bentuk suatu benda yang kecil, pastilah kita akan selalu sulit memperhatikannya jika hanya melihatnya dengan mata telanjang, maka dengan teknik fotografi makro kita akan bisa melihat objek tersebut dengan jelas secara detail, baik warna maupun bentuknya.

Jadi melalui fotografi makro kita dapat melihat dengan jelas detail mata dari seekor lalat akan menjadi indah bentuk dan warnanya, proses penyerbukan putik pada bunga oleh lebah, kupu-kupu yang sedang menghisap madu, detail ukiran sebuah batu, bahkan membekukan seekor nyamuk yang sedang terbang.

Seiring dengan bertambah majunya era digitalisasi saat ini, mempelajari fotografi makro adalah hal yang tidak sulit, tidak seperti di era fotograi saat masih menggunakan kamera analog plus negative ilm. Oleh sebab itu, pada saat era digital, fotograi makro dapat dilakukan oleh siapa saja, tua maupun muda, lelaki atau perempuan, bahkan untuk fotogafer pemula dan kamera yang bukan pro, asal saja dilakukandengan sungguh sungguh.

Fotografi makro adalah salah satu kategori fotografi yang membuat objek nampak terlihat besar, atau bisa dengan kata lain dunia fotografi yang diperkecil ke dalam dunia Micro. Pembesaran tersebut bisa dilakukan dengan medekatkan kamera ke objek yang mau difoto, atau pun dari jarak tertentu dengan menggunakan tele.

Benda-benda yang dapat di foto menggunakan teknik fotografi makro adalah:

  • Benda mati/diam

Seperti: sendok/garpu, perhiasan, uang koin, perangko, bunga, miniatur mobilmobilan, souvenir dll. Tidak jauh beda dengan fotografi still life, hanya saja ini dari jarak yang super dekat dengan objek.

  • Makhluk hidup

Seperti: serangga, kupu-kupu, laba-laba, bunga-bungaan; bunga desa, bunga kampus, bunga taman, dan bunga-bunga yang lain, lho….

Alat Bantu Fotografi Makro

Kamera Saku atau Prosumer

Dengan kamera saku atau prosumer pun, kita bisa mengabadikan keindahan sebuah bunga mawar, seekor kupu-kupu yang hinggap di bunga untuk menghisap madunya, dan masih banyak lagi. Karena saat ini teknologi digital telah memungkinkan kita untuk melakukan fotografi makro dengan hasil yang tidak kalah bagusnya dengan kamera professional.

Hampir semua kamera saku atau prosumer yang sudah menyediakan fasilitas macro (biasanya ditandai dengan lambing gambar bunga tulip). Dan memungkinkan kita memotret dengan jarak fokus kamera dan bendanya hingga beberapa sentimeter saja.

Saat ini sudah tersedia ilter/alat tambahan yang dapat di pasang di kamera saku didepan lensanya untuk fotografi makro seperti Raynox dan ilter lainnya untuk mendapatkan pembesaran yang lebih.

Bahkan untuk jenis kamera ini, sudah banyak orang melakukan fotografi macro hanya dengan kamera hp. Kapan-kapan kita bahas terpisah yak, tapi pisahnya jangan lama-lama sama jauh-jauh, nanti kangen, helehhh….

Kamera SLR (Single Lens Reflex)

Semua kamera SLR-DSLR kini sudah memiliki fasilitas untuk fotografi makro dengan menggunakan yang berbeda-beda, dan biasanya jarak antara fokus ke objectnya akan berbeda tergantung jenis yang kita gunakan, Untuk khusus makro biasanya jarak objek ke lensa bisa sampai 20 cm.

Tetapi apabila kita menggunakan lensa tele maka jarak terdekat yang bisa kita dapatkan titik focus biasanya lebih dari 1 meter dari objek yang akan difoto. Sekarang telah tersedia banyak alat pendukung tambahan berupa ilter close up, ilter Lup/Raynox dan reverse lens yang di tempelkan didepan lensa, maka jarak antara object dan lensa akan semakin dekat untuk mendapatkan pembesaran lebih dari 1:1.

Pembagian Fotografi Makro Menggunakan Kamera SLR/DSLR

Foto Makro Umum

  • Menggunakan lensa khusus makro atau lensa zoom yang bertanda “bunga tulip” (bisa untuk foto makro).
  • Menggunakan lensa tele atau lensa normal plus tele converter.

Untuk lebih jelasnya maka lensa-lensa di bawah ini adalah yang biasa dipergunakan untuk fotograi makro:

  • Lensa Makro Normal: 50mm
  • Lensa Makro Mid tele: 90-105mm
  • Lensa Makro Tele: 150-180mm

Foto Makro Ekstrem

  • Memasang lensa tambahan lagi dengan posisi terbalik didepan lensa dengan tambahan sebuah adapter khusus.
  • Menggunakan ilter tambahan seperti ilter close up didepan lensa.
  • Memakai ilter yang seperti sifatnya sebuah kaca pembesar/Lup, Raynox,
  • Atau bahkan ada juga yang menambahkan sebuah kaca pembesar yang di lekatkan didepan lensa

Hal-hal Penting Dalam Konsep Fotografi Makro

Hal-hal Penting Yang Harus di Perhatikan Dalam Fotografi Makro

Lighting (sumber cahaya)

  • Natural lighting/cahaya alam/Matahari/available light
  • Artifisial lighting (Flash dan lampu studio)

Depth Of Field (DOF)

Seperti yang sudah kita bahas mengenai dept of field. DOF adalah kedalaman fokus. Dalam fotografi makro, ruang ketajaman suatu foto akan indah bisa dilihat apabila sesuai dengan objek yang akan kita foto. Karena semakin dekat jarak antara titik focus kamera dengan objek maka akan semakin tipis atau sempit DOFnya, ini dapat kita kontrol dengan mengatur bukaan diafragma dari lensa nya.

Tentunya kita tak akan menghasilkan foto lebah yang hanya tajam dibagian mata saja sementara keindahan dari warna sayapnya menjadi blur. Jadi apabila kita ingin mendapatkan DOF yang lebih lebar, tetapi jarak antara lensa dengan objek tersebut ingin lebih dekat, maka bukaan difragma haruslah di set semakin kecil nilainya (biasanya antara f/5.6 bisa sampai f/16).

Faktor yang mempengaruhi DOF adalah:

– Panjang Lensa: makin panjang lensa makin tipis DOF yang akan dihasilkan.

-Jarak focus: Makin dekat jarak focus suatu object dari lensa, makin tipis DoF yang akan dihasilkan.

– Diafragma: Makin besar bukaan lensa (f/2.8) makin tipis DoF yang akan dihasilkan.

Jadi kesimpulannya, DOF yang dihasilkan adalah kombinasi dari ke 3 variabel tersebut. Pada fotografi makro, DOF yang akan dihasilkan relative sangatlah tipis (kebalikan dari pemotretan landscape).

Tips & Trick Fotografi Makro

Fokus

  • Auto fokus
  • Manual fokus

Fokus dalam teknik fotografi makro dibagi menjadi 2 teknik, yaitu Autofokus dan Manual focus. Focusing pada fotografi makro tidaklah sulit apabila kita memfoto pada benda yang mati atau diam. Tapi akan sangatlah sulit jikalau kita melakukannya pada benda yang bergerak cepat seperti hewan serangga yang selalu beterbangan.

Walaupun kini semua lensa sudah dilengkapi dengan itur auto fokus, tapi tidaklah semuanya memiliki kecepatan seperti yang kita harapkan dalam mengikuti objek yang bergerak tersebut, jadi manual focusing sangatlah dibutuhkan dalam hal ini. Setelah cukup terbiasa mendapatkan fokus yang baik, barulah mencoba mengatur komposisi yang bagus.

Komposisi

Membuat komposisi agar sesuai dengan kaidah dari “Rule Of Third” memanglah sangatlah sulit, karena objek yang akan kita foto selalu bergerak dan sangatlah kecil. Terkadang seluruh objek tersebut mengisi frame kamera secara penuh.

Hanya dengan sering berlatih dan berlatihlah maka  akan didapat komposisi yang bagus dan kreatiitas seorang fotografer sangatlah berperan sekali dalam menentukan komposisi antara fore-of Interest) dengan DOF yang pas.

Lokasi Pemotretan

Lokasi…lokasi…lokasi…Lho, kok kaya iklan property?

  • Indoor : Didalam ruangan biasanya menggunakan lampu tambahan seperti lash, ringlash, atau bahkan lampu studio.
  • Outdoor : Diluar ruangan kita selalu memanfaatkan cahaya matahari sebagai available lightingnya. Biasanya saat yang tepat untuk memotret makro adalah di pagi hari sampai jam 9 pagi, atau di sore hari jam 3-5 sore.

Tripod atau handheld

Disaat penggunaan flash tidak memungkinkan (karena serangga yang akan kita foto akan lari menjauh) maka untuk mendapatkan eksposure yang baik antara bukaan diafragma yang kecil (agar DOF-nya lebih lebar) dan shutter speed sementara shutter speed yang kita dapat sangat rendah rendah, maka penggunaan tripod/monopod sangatlah di butuhkan agar hasil fotonya tidak menjadi blur.

Mood dan kesabaran

Memotet adalah seperti halnya kita melukis di sebuah kanvas putih, yang akan di Lukis dengan menggunakan cahaya. Mood seorang fotografer memang harus pas saat akan menuangkan karya nya di sebuah kanvas elektronik tersebut saat mengabadikannya.

Makro fotografi sangatlah menuntut kesabaran yang sangat tinggi dalam memotret sebuah bunga mawar atau seekor kupu-kupu yang sedang sibuk menghisap madu di bunga. Perlu diingat! fokus, eksposure dan komposisi dari objek yang akan kita lukis di kamera apakah sudah seperti yang akan kita abadikan sesuai dengan mood nya.

Momen dan keberuntungan

Momen tidaklah sesulit seperti yang kita bayangkan, kita bisa mempelajari waktu, kebiasaan dan tempat dari setiap serangga keluar (pada umumnya pagi). Atau saat yang tepat ketika sebuah bunga mawar akan mekar. Terkadang faktor keberuntungan lah yang mempertemukan fotografer dengan objeknya.

Tapi jangan lupa, jikalau kita tidak mendapatkan objek yang baik dan menarik lantas untuk difoto, maka janganlah putus asa untuk berusaha mengulanginya esok harinya lagi. Karena kunci dari fotograi makro adalah terus melatih kesabaran dalam menangkap foto yang memiliki detail serta keindahan dan terus berusaha semaksimal mungkin.

Kesimpulan

Hal-hal di atas akan menentukan konsep fotografi makro, dan sebenarnya berlaku untuk semua genre fotografi. Jika kita menguasai dasar-dasar dengan baik, maka lebih mudah mencerna dan menerapkan apa yang sudah di jelaskan di atas.

Hasil dari fotografi makro mampu menghadirkan visualisasi fotografi makro dengan berbagai varian yang sangat kreatif. Fotografi makro mampu menangkap momen-momen interaksi yang sangat unik antara fotografer dengan objek kecil yang akan difoto tersebut, contohnya seperti serangga tadi yang digunakan sebagai objeknya.

Selain serangga yang menjadi objek bidikan fotografi makro, beberapa fotografer juga menggunakan embun sebagai objek fotografi makronya. Embun memproyeksikan objek apapun yang ada dibelakangnya, hasil proyeksi embun ini kemudian diabadikan oleh fotografer dan terbentuk imajinasi yang menarik.

Imajinasi yang dihasilkan pada karya fotografi makro mampu memberikan gambaran kehidupan sehari-hari manusia, namun diperankan oleh seekor serangga. Serangga tersebut seperti melakukan interaksi yang dilakukan oleh manusia.

Satu lagi, satu RAHASIA penting dalam fotografi makro serangga. JANGAN MANDI sebelum blusukan ke semak-semak! serangga bukan mba-mba model yang suka wangi-wangian. Iya betul sekali, ini kata Cak Bass, sumpah! Gue cuma nulis doank, beneran JANGAN MANDI!

Leave a Reply