Lensa kit, Bagaimana Cara Memaksimalkannya?

0
548
Lensa Kit - Feature
Advertisement

dan bagaimana mengakali agar bisa maksimal dalam pemotretan ini di tulis atas dasar beberapa pertanyaan-pertanyaan seputar fotografi yang menanyakan perihal lensa bawaan ini dan bagaimana memaksimalkannya.

Cuma punya ? Bisa Apa?

pada dasarnya adalah lensa zoom dengan rentang bukaan aperture F3,5 s/d F5,6 dan Focal length 18mm s/d 55mm. Bukaan aperture terlebar lensa akan berubah-ubah di setiap focal length. Lensa Fix adalah lensa prime yang memiliki focal length tetap, missal 50mm dengan bukaan terlebar bervariasi tergantung dari type keluaran pabrik. Misal 50mm F 1,8, artinya focal length lensa 50mm dan bukaan aperture terlebar adalah F 1,8.
Sementara untuk pertanyaan apa itu STM?
STM pada kamera Canon 18-55 STM adalah singkatan dari Stepper Motor, dan diterapkan pada jajaran lensa Canon baru yang menampilkan desain baru motor fokus yang, bersama dengan mekanisme iris baru dirancang untuk menghilangkan kebisingan (pendengaran) selama perekaman video.

Lalu Sebenarnya, Apa Itu Lensa Kit?

Lensa kit biasanya lensa yang dijadikan satu paket penjualannya dengan bodi kamera. Biasanya berupa lensa zoom 18-55mm atau ada juga 28-70mm untuk merk tertentu. Lensa bawaan atua kit ini sering dianggap sebagai lensa yang berkualitas rendah dan membuat menjadi minder saat hunting bareng. Di sisi lain bagi sebagian besar pemula, lensa kit adalah satu-satunya lensa yang siap digunakan untuk memotret.

Contoh Lensa Kit dari kiri ke kanan: Canon 800D 18-55mm  f/3.5-5.6, Sony a6000 dan 16-50mm f/3.5-5.6 OSS, Nikon D5600 dan 18-55mm f/3.5-5.6

Pertama-tama, kita harus memahami bahwa lensa kit memiliki kelemahan yaitu bukaan aperture lensa yang tidak konstan dan bukaan aperture terlebar ada di focal leght terpendek (16mm). Bukaan aperture lensa kit ini akan mengikuti setting focal length dari fotografer. Saat kita mengunakan focal length 16mm – 18mm maka bukaan aperture maksimal adalah f/3.5. Tapi saat kita zoom ke 35mm, bukaan aperture maksimum menjadi f/5 dan saat di zoom sampai 55mm, bukaan aperture terbesarnya adalah f/5.6.

Setting bukaan aperture Lensa KIT di f/8

Bermain dengan aperture! setting bukaan aperture di f/8, terutama untuk kondisi cahaya yang terang. Hal ini juga akan membuat semua pemandangannya menjadi tajam. Ini disebabkan f/8 bisa digunakan untuk berbagai focal length lensa dari 18 ke 55mm, dan secara teknis, ketajamannya maksimal dari tengah sampai ujung bidang gambar.

Bagaimana membuat Latar Belakang Menjadi Blur (bokeh) Dengan Menggunakan Lensa Kit?

Canon 600D dan Lensa 18-55mm @55mm, F3.5-5.6 @F5.6. Jarak kamera ke subjek 30cm, jarak subjek ke background 50cm – 1 meter. Foto @bas_utomo

Gunakan Focal Length Terpanjang – Zoom Maksimum Lensa KIT

Contoh, bila anda memiliki lensa 18-55m, maka set zoom lensa Anda ke 55mm. Bila Anda memiliki lensa telephoto zoom, seperti 55-250mm, ini lebih baik lagi. Pakai lensa ini dan set zoom lensa Anda ke 85mm sampai 135mm. Rentang fokal ini ideal untuk foto potret.

Posisikan Subjek Sejauh Mungkin Dari Background

Semakin jauh jarak antara latar belakang dengan model dibanding jarak model ke kamera, semakin blur latar belakang kamera.

Set Bukaan Aperture Lensa Selebar Mungkin!

Semakin besar bukaan semakin blur latar belakangnya, bila Anda memiliki lensa 18-55mm f/3.5-5.6. Maka, set bukaan Anda ke f/5.6 (ini bukaan maksimal di rentang fokal 55mm.
Bila Anda kurang puas dengan hasil lensa 18-55mm, saya sarankan untuk membeli lensa 50mm f/1.8 atau 85mm f/1.8. Meski lensa tersebut tidak bisa zoom, tapi maksimal bukaan sangat besar, sehingga lebih cocok untuk foto portrait

Gunakan Tripod Saat Gelap (Long Exposure)

Lensa kit - penerapan teknik long exposure dengan bukaan aperture kecil F22
Kamera Sony A7 II, Lensa 16-35mm @22mm, F22, ISO 100, Shutter Speed 8 detik.
Foto by @bas_utomo

Menjelang senja atau kondisi sudah gelap sebaiknya mengunakan tripod. Hal ini di maksudkan agar kita bisa mengunakan ISO terendah (biasanya 100 atau 200) untuk mendapatkan kualitas foto yang terbaik. Syarat utamanya adalah subjek tidak bergerak, kita bisa melambatkan shutter speed untuk mendapatkan cahaya yang cukup tanpa kuatir foto akan blur karena getaran tangan. Teknik ini biasa disebut Long-Exposure.
Jika tidak ada tripod, untuk mencari keseimbangan segitiga exposure kita harus menaikkan ISO yang akan mengakibatkan foto menjadi kurang bagus karena timbulnya banyak noise (bintik-bintik).

Agak sulit menggunakan lensa kit dan kita berharap bisa membuat beberapa efek yang di harapkan. Hal ini di sebabkan oleh bukaan aperture yang tidak besar. Harus dengan cara coba-coba dan sering memotret dengan berbagai focal length serta bukaan aperture yang bervariasi kita bisa mendapatkan efek foto tertentu yang kita inginkan. Penguasaan segitiga exposure sangat berperan untuk emndapatkan cahaya yang cukup untuk di tangkap sensor kamera.Sebagai contoh, saat cahaya mulai gelap misalnya saat menjelang senja, kita akan menaikkan ISO supaya shutter speed bisa tetap cepat. Jika shutter speed terlalu lambat, maka ada resiko foto menjadi kurang tajam yang di sebabkan oleh efek “shake” atau bergetar.

Share ke teman-teman yang lain, Semoga Bermanfaat!

Leave a Reply