Pemerintah Tiongkok : Fotografer jadi Mata-mata Asing

0
66
fotografer Tiongkok menjadi mata-mata asing
fotografer Tiongkok menjadi mata-mata asing

Pemerintah Tiongkok baru-baru ini memberi peringatan kepada warganya bahwa pihak-pihak asing tertentu dapat saja menipu mereka untuk mempekerjakan mereka menjadi seorang mata-mata. Dilaporkan bahwa ada dua orang yang baru-baru ini masuk bui karena mengirimkan foto yang berupa fasilitas militer ke orang asing dengan imbalan sejumlah uang.

The Global Times , media dan agen propaganda di bawah pemerintah Tiongkok melaporkan bahwa pelajar, pekerja, dan pemuda yang menganggur merupakan target yang berisiko dan rentan untuk “diubah” atau dibelokkan oleh pengaruh asing. Publikasi pemerintah membeberkan dua orang sebagai contoh di mana dibayar oleh entitas asing untuk memotret fasilitas militer dengan imbalan sejumlah uang atau hadiah yang berupa barang.

Kasus terbaru melibatkan seorang spesialis pernikahan Tiongkok yang baru saja dijatuhi hukuman penjara selama 14 tahun karena di anggap melakukan kejahatan yang berbahaya terhadap keamanan nasional. Pemerintah Tiongkok menemukan bukti bahwa tersebut mengirimkan 384 foto kapal perang dan pelabuhan militer Tiongkok kepada seseorang di luar negeri yang dikenalnya melalui aplikasi WeChat. Kejaksaan Agung setempat mengatakan bahwa melalui foto-foto tersebut ia sudah membocorkan rahasia negara di mana dibayar sekitar $6.280 yang akhirnya ditangkap. Jumlah tersebut mengacu pada sejumlah barang bukti yang telah disita pemerintah sebagai bukti kejahatan mata-mata untuk pihak asing dan di anggap telah membocorkan rahasia negara secara ilegal.

Kasus lain yang dikutip pemerintah Tiongkok melibatkan seorang siswa yang mengenal seseorang bernama “Han” di sebuah aplikasi kencan. Dari Maret hingga Juli 2020, siswa tersebut mengunjungi pelabuhan dan pangkalan militer beberapa kali dan membagikan foto-foto itu kepada Han dengan imbalan $1.570 serta beberapa hadiah, termasuk jam tangan Casio. Siswa tersebut divonis enam tahun penjara atas tindakan ilegal tersebut.

Contoh ketiga tidak melibatkan seorang fotografer tetapi merupakan situasi yang serupa dengan kasus sebelumnya. Kasus tersebut melibatkan komandan operasional di departemen penerbangan dan manajemen operasional di bandara yang “digoda” melalui media sosial untuk “membocorkan” rencana perjalanan tokoh penting pemerintah kepada seorang agen asing. Ia divonis 13 tahun penjara.

The Global Times mengatakan bahwa perekrutan online melalui aplikasi media sosial dan platform kencan sedang menjadi metode yang populer untuk “menggoda” warga negara menjadi mata-mata tanpa mereka sadari. Bagan di bawah ini menunjukkan metode umum yang diyakini pemerintah Tiongkok sedang digunakan oleh pihak asing.

Laporan tersebut tidak menyebutkan entitas asing mana yang menurut pemerintah Tiongkok bertanggung jawab untuk memanfaatkan warganya menjadi seorang mata-mata, tetapi artikel tersebut jelas dimaksudkan sebagai peringatan untuk warganya: jika mereka ketahuan mengirimkan foto atau informasi tentang pemerintah, tokoh penting, atau fasilitas tertentu kepada entitas asing, hukuman penjara yang panjang menanti mereka.

Leave a Reply