CakBass.com Genre Tips Portrait Fotografi: Cara Foto Close Up yang Baik dan Benar Bagi Pemula

Tips Portrait Fotografi: Cara Foto Close Up yang Baik dan Benar Bagi Pemula

untitled design

Fotografi merupakan sebuah seni pengambilan gambar dengan media cahaya yaitu . Kegiatan fotografi kian menjadi salah satu hobi yang digemari oleh orang-orang saat ini, apalagi bagi kaum remaja. Ada yang beranggapan bahwa memotret adalah aktivitas yang mudah. Namun bagi seorang juru foto (fotografer), memotret membutuhkan teknik dan kemampuan yang harus dikuasai. Salah satu teknik yang perlu dikuasai adalah foto close up.

Foto close up adalah memotret suatu objek dari jarak dekat. Dalam teknik ini, kita harus memfokuskan objek agar terlihat jelas, yang mana frame hanya dipenuhi oleh satu objek saja. Biasanya teknik ini paling sering digunakan untuk objek manusia, pengambilan foto hanya fokus dari ujung kepala hingga bahu.

Kebanyakan foto jenis close up diambil dengan menggunakan eye level artinya diambil sejajar dengan objek.  Namun, agar tidak monoton kita bisa menggunakan angle lain seperti side angle, artinya objek bisa sedikit miring ke kanan ataupun ke kiri. Tentu dengan mengambil foto close up dari angle yang berbeda, foto akan lebih menarik dan terlihat tidak monoton.

Lalu, gimana lagi sih cara mengambil foto dengan tipe close up yang baik? Simak uraian dibawah ini ya!

Inilah Cara Memotret Foto Close Up yang Benar!

Memotret sebuah objek dengan teknik tertentu pasti ada tujuannya. Teknik close up memiliki tujuan untuk membuat ekspresi objek contohnya manusia agar lebih hidup, kita bisa lebih jelas melihat emosi dalam jiwanya terutama pada bagian mata. Maka dari itu, untuk membuat foto close up yang baik dan benar, ada beberapa hal yang harus diketahui.

Berikut ini adalah teknik potret close up yang dapat diterapkan:

1. Menggunakan Tripod

Tripod adalah aksesoris dari yang dapat mendukung estetika pengambilan gambar. Fungsi tripod diantaranya adalah sebagai penyangga agar fotografer tidak kelelahan akibat menopang kamera, membantu pemotret mencapai angle yang sulit ketika posisi landscape, dan membuat foto lebih fokus sehingga hasil foto dengan tipe close up HDR.

Tripod memiliki peran penting dalam menciptakan hasil foto yang baik. Setiap fotografer pasti mempunyai barang wajib ini ketika melakukan pengambilan gambar. Terutama  ketika membidik untuk teknik close up yang tujuannya adalah memfokuskan gambar pada objek.

2. Pilih Lensa Yang Tepat

Untuk mendapatkan hasil foto dengan tipe close up yang bagus, kita bisa gunakan lensa tele pada kamera. Lensa khusus DSLR ini memiliki jarak focal tertentu. Untuk teknik close up kita bisa gunakan focal length sekitar 85 mm sampai 200 mm. Dengan ukuran focal tersebut, hasilnya akan lebih baik daripada hanya menggunakan lensa biasa. Hasil foto dari lensa tele akan lebih lembut. Background pada objek akan terlihat blur, dan menjadikan objek benar-benar terfokus dan detail.

3. Pilih Waktu Pemotretan

Memilih waktu untuk mengambil gambar adalah hal yang harus dilakukan oleh fotografer, terutama ketika berada diluar ruangan. Waktu terbaik pengambilan foto adalah pada saat pagi hari dan siang hari. Pagi tepatnya pukul 6.00 – 9.00 dan sore pukul 16.00-18.00. Dijamin hasil foto akan terlihat lebih baik dibandingkan foto pada siang hari.

Mari bayangkan ketika posisi kita sedang berada di pantai, saat itu matahari akan muncul atau matahari akan tenggelam. Objek yang akan kita potret adalah teman kita yang sedang tertawa, lalu kita potret dengan teknik close up. Dari situ, kita bisa lebih lihat emosi wajah dari teman kita, hasil foto pun akan lebih menjiwai.

4. Pencahayaan Foto Close Up

Foto tidak akan mendapatkan hasil bagus jika pencahayaan buruk, begitu juga dengan teknik close up yang sifatnya harus fokus pada satu objek. Sebaiknya jangan menempatkan objek di tempat yang terlalu terang atau terlalu gelap. Apalagi membelakangi cahaya dan matahari, usahakan objek ditetapkan pada datangnya cahaya sinar matahari. Intinya berikan pencahayaan yang cukup.

Arah cahaya sangat mempengaruhi hasil pemotretan closed up. Sebenarnya tidak selalu harus mencari golden hour, karena kita sedang melakukan fotografi portrait cukup perhatikan cahaya pada subjek dan juga cahaya di sekelilingnya (ambient light) sebagai background.

5. Komposisi dan Framing

Dikarenakan teknik close up ini hanya fokus pada objek dari ujung kepala hingga bahu. Artinya frame kamera yang dikerjakan akan lebih sempit. Maka dari itu, kita harus cerdas menempati objek agar hasil foto bagus dan detail. Misalnya, mengambil objek model dengan potret cropping wajah, side angle dan posisi lainnya. Namun harus tetap ingat dengan rules of composition fotografi, agar hasil foto tetap menarik.

6. Ambil Banyak Gambar

Pernahkan mendengar istilah “practice makes perfect”? Yap, artinya dengan terus banyak berlatih, maka kita akan menemukan kesempurnaan. Seperti halnya metode fotografi lainnya, semakin banyak foto yang kita ambil, semakin banyak ruang yang harus kita coba dan semakin banyak pula peluang yang kita miliki untuk mendapat bidikan yang sempurna.

foto close up big close up
Foto by @bas_utomo

Teknik Foto Close Up Terdiri dari 3 Bagian

Dalam pengambilan foto, teknik close up dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu close up, big close up, dan extreme close up. Hasil dari masing-masing foto tersebut memiliki arti, makna dan tujuan yang berbeda-beda. Fotografer sendiri biasanya suka mengambil ketiga teknik ini dalam pengambilan teknik close up. Ketiga teknik ini digunakan agar hasil foto tidak monoton dan terlihat lebih bervariasi.

Model ‘close up’ pada dasarnya mengambil potret pada setengah badan. Foto ini paling sering diterapkan, ketika kita sedang foto asal sekalipun. Banyak yang mengatakan foto dengan tipe close up setengah badan adalah proporsi foto yang pas. Tidak terlalu jauh maupun tidak terlalu dekat.

Teknik close up lainnya yaitu big close up, dari namanya saja kita sudah tahu bahwa istilah big adalah besar. Big close up mengambil foto lebih dekat dan besar, misalnya memotret bagian tubuh model yang hanya menampilkan wajahnya saja, tanpa ada bahu dan bagian lain. Big close up biasanya dipakai untuk iklan make up yang memfokuskan pada wajah si model.

foto closed up extreem closed up 1
Foto by @bas_utomo

Teknik terakhir adalah extreme close up, teknik ini hanya terfokus pada satu bagian tertentu. Contohnya hanya fokus pada mata, hidung, dan bibir. Teknik extreme close up memang jarang dipakai, kecuali ada tujuan khusus seperti untuk foto katalog produk kosmetik, atau misalnya untuk foto sebuah poster film.

Penutup

Mempunyai hobi fotografi adalah hal yang menyenangkan, kita dapat mengabadikan setiap momen dengan hanya sebuah kamera. Ingatlah, untuk menghasilkan sebuah foto yang sempurna, kita harus terus belajar. Pada dasarnya teknik fotografi itu luas, masing-masing tujuannya memiliki pengaturan khusus.

Teknik close up yang sudah kami bahas diatas adalah bukti bahwa menciptakan hasil foto yang sempurna, membutuhkan trik khusus di dalamnya. Kunjungi laman Cakbass.com untuk tips & trik fotografi Human Interest di bahas di halaman ini.

FAQ

Apa itu Foto Close up?

Pengertian foto close up adalah foto yang diambil dari jarak dekat sehingga subjek foto terlihat jelas. Foto close up di dunia fotografi bisa juga di artikan sebagai sebuah pengambilan foto yang hanya menampilkan setengan badan model yang menjadi subjek foto.

Apa iIstilah lain dari foto close up?

– Foto setengah badan
– foto portrait

contoh foto close up?

Lihat contoh foto di atas, atau kunjungi akun IG nya CakBass

2 Likes

Author: cakbass

Leave a Reply

%d bloggers like this: