CakBass.com Tips & Trik Segitiga Exposure Dalam Fotografi, Wajib PAHAM!

Segitiga Exposure Dalam Fotografi, Wajib PAHAM!

cakbass-com-triangle-exposure

Memahami segitiga exposure (triangle exposure) dalam proses belajar fotografi adalah hal yang sangat krusial. Berbicara mengenai exposure berarti kita sedang membahas cahaya. Exposure adalah aspek fotografi yang paling penting. Karena tanpa memiliki pemahaman yang kuat tentang ISO, Shutter speed dan Aperture akan sulit untuk mengambil gambar yang bagus. Ketiga parameter ini biasa di kenal sebagai “Segitiga Exposure” atau Triangle Exposure. Tapi, sebenarnya apa itu segitiga exposure?

Cak, Coba Tolong Jelaskan Apa Itu Segitiga Exposure?

Dalam fotografi, exposure adalah jumlah cahaya per satuan luas (penerangan bidang gambar yang dikalikan waktu pemaparan) yang mencapai permukaan sensor atau film di fotografi analog. Sebagaimana ditentukan oleh kecepatan rana (shutter speed), bukaan lensa (aperture), dan ISO, sebuah “exposure” adalah siklus rana tunggal. Misalnya, long exposure mengacu pada siklus shutter speed yang panjang untuk mengumpulkan cukup cahaya yang redup agar didapatkan jumlah paparan cahaya yang cukup untuk direkam sensor .

Contoh foto di bawah ini cahaya di kumpulkan dalam rentang waktu 8 detik dengan bukaan aperture F22 (bukaan aperture kecil yang berarti sedikit cahaya masuk melalui bilah diafragma lensa) dan ISO 100 untuk mendapatkan exposure yang cukup agar dapat direkam oleh sensor . foto by @bas_utomo

Lensa Kit - Landscape

ilustrasi segitiga eksposurini adalah cheatsheet segitiga exposure, menggambarkan ketiga elemen exposure yang saling mempengaruhi paparan cahaya si sensor dalam proses menghasilkan gambar.

Yuk, kita bahas satu per satu
Apa saja elemen segitiga exposure?

1. ISO


ISO Menunjukan tingkat sensitivitas sensor kamera kita terhadap cahaya. Biasanya parameter ISO dinyatakan dalam angka (100, 200, 400, dst), angka yang lebih rendah menunjukkan sensitivitas yang lebih rendah terhadap cahaya.
Apa yang terjadi jika ISO terlalu tinggi?
Angka yang lebih tinggi berarti lebih sensitive namun dengan kompensasi berupa grain / noise, yaitu berupa bintik-bintik yang ada di gambar. Semakin tinggi angka ISO maka akan menyebabkan grain / noise pada gambar akan tinggi juga.
Nilai ISO berapakah yang memiliki sensitivitas paling tinggi terhadap cahaya? Yaitu nilai yang tertera maksimal pada masing-masing kamera. Karena tiap merk dan model memiliki batasan-batasannya sendiri.

contoh ISO yang tepat dan ISO yang terlalu tinggi - segitiga eksposur - triangle exposure

2. Shutter Speed

Apa itu shutter speed pada kamera?
Yaitu waktu yang dibutuhkan shutter kamera terbuka untuk mengekspos cahaya masuk ke sensor kamera. Nilai parameter kecepatan shutter speed (kecepatan rana) biasanya dinyatakan dalam detik. Kecepatan Shutter speed yang lambat memungkinkan lebih banyak cahaya masuk ke sensor kamera, biasanya shutter speed yang lambat ini digunakan saat kondisi cahaya redup atau fotografi malam hari. Sementara kecepatan Shutter speed yang tinggi membantu membekukan gerakan subyek.
Dalam fotografi Shutter speed biasa di sebut dengan 1/15 (berarti 1/15 detik), 1/30, 1/60, 1/125, dst. Setiap nilai kecepatan rana juga mewakili satuan “STOP” dalam cahaya.

ilustrasi efek penggunaan shutter speed dengan berbagai kecepatan

3. Aperture

Adalah diafragma yang berupa lubang yang terdapat di dalam lensa, tempat cahaya masuk ke dalam bodi kamera (sensor). Semakin besar lubang aperture, semakin banyak cahaya yang masuk ke sensor kamera. Bukaan Aperture juga di gunakan untuk mengontrol kedalaman bidang dari subyek atau di kenal dengan istilah deep of field (dof), yang merupakan area yang tampak fokus dari sebuah foto. Jika bukaan aperture sangat kecil, kedalaman area fokus akan besar atau luas. Sedangkan jika bukaan aperture besar, kedalaman area focus akan kecil atau sempit. Dalam fotografi, aperture biasanya direpresentasikan dalam huruf “F” atau juga dikenal sebagai “rasio fokus”.
Contoh f-number adalah: f / 1.4, f / 2.0, f / 2.8, f / 4.0, f / 5.6, f / 8.0.
Setiap f-number mewakili “STOP” cahaya.

perbedaan aperture pada hasil foto

Kesimpulan Segitiga Exposure Dalam Fotografi

Ketiga elemen segitiga exposure (triangle exposure) semuanya bekerja secara proporsional untuk menghasilkan intensitas cahaya ke dalam sensor kamera agar tidak terlalu terang (over exposure) atau terlalu gelap (under exposure). Saat ketiga elemen digabungkan, mereka mewakili nilai exposure tertentu (EV : Exposure Value) untuk pengaturan tertentu. Setiap perubahan dalam salah satu dari ketiga elemen tersebut akan memiliki keterukuran dan spesifik berdampak pada bagaimana dua elemen lainnya bereaksi untuk mengekspos sensor gambar dan bagaimana sebuah foto akhirnya akan terlihat.

Misalnya, jika kita menaikkan F (F lebih tinggi), Berarti kita mengurangi ukuran diafragma lensa sehingga mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke sensor kamera, disisi lain kita memperluas area fokus DOF (kedalaman bidang). Mengurangi shutter speed memengaruhi cara menangkap gerakan, dalam hal ini dapat menyebabkan latar belakang atau subjek menjadi buram. Namun demikian, mengurangi kecepatan rana (menjaga agar rana tetap terbuka lebih lama) juga meningkatkan jumlah cahaya yang mengenai sensor kamera sehingga hasil foto menjadi lebih cerah.

Meningkatkan ISO, memungkinkan untuk memotret dalam situasi cahaya yang redup, tetapi kita meningkatkan jumlah gangguan digital berupa grain/noise pada foto. Tidak mungkin membuat foto hanya dengan melakukan perubahan di salah satu elemen dan tidak mendapatkan efek berlawanan yang mempengaruhi hasil foto, semua elemen akan saling terkait satu sama lain dengan kompensasi masing-masing.

Yuk, Belajar Fotografi Bareng CakBass.com

25 Likes

Author: cakbass

Leave a Reply

%d bloggers like this: