Home Fotografi SSD terbesar 100TB Tak Tertandingi – Ada apa sebenarnya?

SSD terbesar 100TB Tak Tertandingi – Ada apa sebenarnya?

0

Exadrive 100TB sejauh ini masih merupakan solid state drive terbesar berdasarkan kapasitas.

Sejak Nimbus Data meluncurkan ExaDrive seri DC berkapasitas 100TB pada 19 Maret 2018, sampai saat ini ExaDrive merupakan solid state drive terbesar yang pernah dibuat, sangat besar dan  lebih besar dari kapasitas rata-rata SSD kita.Sejak saat itu, tidak ada yang berani menantang hegemoninya, tetapi ada apa sebenarnya?

Sebagian dari jawabannya dapat ditemukan dalam wawancara yang dilakukan TechRadar Pro dua tahun lalu dengan CEO Nimbus Data, Thomas Isakovich . 

Pertama, Nimbus Data memiliki paten yang tertunda pada arsitektur scale-out dari SSD yang memberi perusahaan keuntungan yang akan sulit diatasi oleh vendor lain.

Lalu ada cakupan segmen pasar. Kapasitas SSD berkapasitas besar hanya menarik sebagian kecil dari keseluruhan pasar penyimpanan solid state. Para vendor besar akan selalu mengejar volume penjualan dengan cepat, karena biasanya penyimpanan data ini biasa ditemukan di ponsel, notebook, dan tablet, serta drive boot untuk server.

Covid-19, Perang Ukraina dan Bencana Rantai Pasokan

Dua tahun terakhir telah menyebabkan gangguan rantai pasokan di seluruh dunia, bersamaan dengan pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia. Permintaan tinggi untuk chip silikon menggambarkan bahwa berapapun jumlah stok yang tersedia akan cepat diambil, masalah ini menjadi berkelanjutan dan akan semakin buruk karena perang yang sedang berlangsung di Ukraina.

Gejolak seperti itu tidak hanya mendorong naiknya harga di pasaran, berapapun stok yang ada sering kali diamankan untuk customer existing dan juga permintaan di luar itu yang lebih besar. Dalam kasus produk khusus, ini bisa berarti delay delivery yang lebih lama (berbulan-bulan, jika bukan satu tahun penuh) serta kenaikan harga yang signifikan, hal ini juga menyebabkan waktu development juga menjadi lebih lama. 

Lagi pula, jika konsumen masih senang membayar ekstra bahkan untuk teknologi yang lebih tua, di mana insentif untuk memberikan produk yang lebih baik/lebih murah? Itu membantu menjelaskan alasannya mengapa.

Bahkan, dalam 18 bulan setelah peluncuran awal, Nvidia GeForce RTX 3090 harganya masih sangat tinggi dan tetap menjadi pembelian sedikit aneh secara trend. Namun konsumen masih cukup puas menggunakannya, setidaknya  untuk saat ini.

Demikian pula, selama wawancara techradar pada tahun 2020, CEO Nimbus Data mengisyaratkan bahwa SSD 200TB pada tahun 2021 akan di rilis, tetapi masih gagal. 

Bisa jadi target pasar masih cukup puas dengan drive 100TB dan belum membutuhkan kapasitas yang lebih besar untuk saat ini. Hard drive berkapasitas 20TB, masih cukup bagus untuk di gunakan di data center saat ini.

Fakta bahwa Nimbus Data merilis SSD berkapasitas lebih rendah (dan lebih murah) berdasarkan QLC (seri ExaDrive NL) menunjukkan bahwa perusahaan menginginkan penetrasi pasar yang lebih luas melalui produk yang lebih murah. Yang harus di catat adalah SSD berkapasitas besar 100TB adalah pelopor. Jadi, menindaklanjutinya dengan sesuatu yang lebih mainstream adalah tantangan.

Apa selanjutnya?

Sejak peluncuran DC100, NGD Systems dan Scaleflux adalah satu-satunya perusahaan yang telah memproduksi SSD dengan kapasitas 50TB atau lebih. Tidak ada pemain besar (Seagate dan Western Digital) yang terjun ke segmen pasar ini.

Penta-level Cell (PLC) adalah hal besar berikutnya, memungkinkan kapasitas per sel seperempat lebih banyak daripada QLC, tetapi juga menghasilkan kinerja yang lebih lambat dan daya tahan yang lebih rendah. Itu akan memungkinkan pemain khusus seperti Nimbus Data untuk mengemas lebih banyak bit per unit volume dan bahkan mungkin mencapai kapasitas 1PB per drive. 

Untuk mencapai kapasitas 100TB, digunakan 3.072 NAND, masing-masing dengan kapasitas 32GB (256Gbit). 1024Gbit NAND telah tersedia selama lebih dari tiga tahun sekarang dan 1536 dan 2048-bit sedang dalam proses, sehingga melakukan kalkulasi untuk membuat kapasitas 800TB. Tapi, jangan berharap hal ini segera terealisasi setidaknya hingga sebelum 2025.

Untuk saat ini, kita masih harus rela membayar sebesar $400 per TB – yang merupakan 4X premium dibandingkan dengan harga rata-rata per Terabyte SSD berkapasitas besar (seperti Samsung 870 QVO ) – untuk drive ExaDrive 100TB itu.

Informasi ini di sadur dari techradar, semoga bermanfaat dan menambah wawasan untuk kita semua.

Artikel Lain:

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version