Tips Memilih Kamera Mirrorless untuk Video Youtube

0
104
memilih kamera mirrorless untuk video youtube
memilih kamera mirrorless untuk video youtube
Advertisement

Tips memilih kamera mirrorless untuk video -Belakangan ini banyak kalangan yang mulai mendokumentasikan kegiatan sehari-hari dan kemudian di bagikan ke youtube. Masing-masing punya tujuan tertentu, ada yang sekedar berbagi dan ada pula yang memang membuat konten untuk di monetize, salah satunya melalui google adsense.

Untuk pengambilan gambar ada banyak cara, bisa menggunakan kamera hp, kamera DSLR, kamera prosumer, webcam atau kamera mirrorless. Sebenarnya tidak ada keharusan untuk menggunakan jenis kamera tertentu. Tapi dalam hal ini, kualitas gambar akan menjadi salah satu faktor penentu apakah channel youtube kita akan berkembang atau tidak.

Kok bisa? Tentu saja kualitas gambar akan menjadi salah satu faktor orang akan menonton video kita dengan durasi yang Panjang atau sekedar lihat lalu pergi. Selain tentu saja kualitas konten yang disampaikan tetap menjadi faktor utamanya.

Ok, kita akan mendiskusikan tips memilih kamera mirrorless untuk video. Yuk kita mulai…!

1. Layar yang Bisa Diputar ke Depan

Layar yang dapat di putar ke depan akan sangat membantu proses pengambilan gambar. Baik itu mekanisme fully articalated yang harus ditarik dulu sebelum bisa diputar atau tilting 180 derajat yang bisa langsung di flip menghadap ke depan.

memilih kamera mirrorless unutk video - flip LCD
Photo by Kyle Loftus from Pexels

Fitur ini cukup penting, terutama jika kita merekam video secara selfie. Sama seperti saat kita sedang melakukan foto selfie, kita bisa dengan leluasa melihat diri kita sendiri menjadi objek utama dari video yang di rekam. Selain itu, kita juga dapat mengatur komposisi pada layar.

2. Port Mikrofon, Mikrofon Eksternal dan Hot Shoe

Dalam memilih kamera mirrorless untuk video, selain kualitas gambar ada hal lain yang menjadi sangat penting untuk diperhatikan, yaitu kualitas suara. Untuk itu kamera yang kita beli tentunya harus mendukung system suara yang baik. Adanya port untuk menambahkan perangkat mikrofon secara external seperti port external ataupun hot shoe menjadi hal yang harus dipertimbangkan.

HARUS kah?
Silakan coba dulu rekam video dengan menggunakan fasilitas mikrofon internal dari kamera. Jika konsep video yang di buat sudah cukup mendukung dan menghasilkan audio dengan baik, lupakan mikrofon eksternal.

Namun jika mengejar kualitas audio yagn sepadan dengan kemampuan kamera yang akan di beli, sisihkan sebagian budget untuk kita investasikan di sector audio ini.

3. Picture Profile dan kualitas Video 4K

memilih kamera mirrorless unutk video - profile picture
Photo by Kyle Loftus from Pexels

Apakah harus dengan resolusi 4K?. Dalam memilih kamera mirrorless untuk video, kemampuan video dengan resolusi tinggi ini akan memudahkan saat post processing, terutama jika editing kita pada resolusi 1080p. Dengan merekam di 4K kita bisa memperbesar gambar hingga 50 persen sehingga akan memudahkan dalam proses editing.

Selain itu, kita juga dapat melakukan komposisi ulang dan serta dapat membuat gerakan panning, tilting, zoom in dan zoom out lewat Adobe Premiere Pro misalnya.

Nah, beberapa kamera juga dilengkapi dengan picture profile flat, yang mana ini membantu menangkap detail objek lebih banyak. Serta, memberikan keleluasaan color grading dan mempercantik video sesuai preferensi kita.

4. Saatnya Memilih Kamera Mirrorless untuk Video

Ini adalah bagian penting dalam memilih kamera mirrorless untuk video, yaitu memilih sistem kamera yang tepat. Sebab, nantinya kita tidak bisa dengan mudah pindah begitu saja setelah terjebak dengan system kamera tertentu. Jadi, pikirkan baik-baik untuk jangka Panjang kedepan.

Kalau dari Sony, rekomendasi paling ideal menimbang dari fitur dan harga adalah Sony A6400. Kalau budget belum cukup bisa cari kamera second bergaransi, bila masih belum masuk setidaknya pilih generasi sebelumnya yaitu A6300 second karena sudah tidak ada yang baru atau A6100 tapi banyak fitur yang dipangkas.

Lanjut ke Canon, rekomendasinya adalah EOS M6 Mark II karena merupakan lawan sepadan dengan Sony A6400. Sistem Dual Pixel autofocus sangat cepat dan bisa merekam video 4K/30p tanpa crop. Bila budget belum masuk, minimal EOS M50.

Dari Fujifilm, yang sepadan melawan Sony A6400 dan Canon EOS M6 Mark II adalah Fujifilm X-T30. Tapi, X-T30 tidak cocok untuk perekaman video durasi lama karena bodi yang mungil ada batasan maksimla durasi perekaman. Jika budget sesuai pilih X-T3 yang memiliki kemampuan perekaman video tak diragukan lagi tapi kalau budget mepet Fujifilm X-T200 juga sudah cukup.

Kemudiam kamera Panasonic Lumix dengan sensor Micro Four Thirds, yang sepadan dengan tiga kamera yang saya sebutkan diatas adalah Lumix G95. Tapi, bila budget tidak cukup Lumix G85 juga masih terbilang mumpuni.

5. Aksesoris Selain Kamera dan

Aksesoris - memilih kamera mirrorless unutk video
Photo by Kyle Loftus from Pexels

Banyak content creator yang melakukan kesalahan di awal, karena bingung memilih kamera mirrorless untuk video ini mereka hanya melakukan investasi pada kamera dan saja, padahal proses untuk membuat video tidak hanya soal kamera dan saja, namun juga membutuhkan banyak aksesori pendukung. Mulai dari mikrofon eksternal, tripod, lighting,  fix untuk main bokeh, laptop, hingga software untuk mengedit video.

Meski begitu, jangan hanya menunggu alat sampai lengkap baru membuat video. Sebaliknya, maksimalkan apa yang ada saat ini, tetap konsisten, sambil pelan-pelan mengumpulkan budget dan upgrade peralatan bersamaan dengan pertumbuhan channel.

Kesimpulan

Nah, itulah beberapa tips memilih kamera mirrorless untuk video. Tidak hanyak sekedar untuk keperluan membuat content youtube, tapi jika sudah berinvestasi di kamera mirrorless ini, kita bisa berkreasi dan bebas berkreatifitas.

Gunakan sebaik-baiknya, sebagai content creator skill dan peralatan yang kita punya adalah aset yang memiliki value. Dan tentu saja, attitude!

Artikel Lain:

Leave a Reply