White Balance, RAHASIA Fotografi Yang sering di Abaikan!

0
696
WB featured image

Pernah memotret di lokasi yang sama, setting kamera yang sama, tapi hasil foto tampak seperti beda warna antara satu foto dengan yang lain? kira-kira penyebabnya apa? Mungkin kondisi cahaya intensitasnya sedang kurang (menjelang gelap) atau kita sedang memotret di lokasi indoor yang cahayanya bercampur antara cahaya natural dan lampu yang ada di ruangan. Sementara kita tidak sadar adalah pada posisi AUTO .

Suhu Warna

Sebelum kita membahas white balance lebih jauh, sebaiknya kita memahami bahwa cahaya yang menerangi objek foto memiliki apa yang disebut sebagai “suhu warna”.

Suhu warna inilah yang nantinya di pantulkan oleh objek dan direkam oleh sensor kamera yang akhirnya menjadi sebuah gambar.

Suhu warna ini dipengaruhi langsung oleh sumber cahaya itu sendiri. Setiap sumber cahaya, apakah itu matahari, lilin, bola lampu, atau flash strobo memancarkan cahaya pada suhu tertentu. Suhu warna ini adalah ukuran seberapa hangat (oranye/kuning) atau dingin (biru) cahaya itu sendiri.

Mungkin secara tidak langsung kita akan memperhatikan suhu warna ini ketika membeli sebuah lampu. Bola lampu yang dingin akan memberikan nuansa klinis biru, sedangkan bola lampu yang hangat akan berwarna oranye dan lebih nyaman.

Mirip dengan suhu atau temperatur udara, suhu warna diukur dalam satuan derajat Kelvin. Biasanya, titik perbandingan di sekitar tengah skala sinar matahari pada siang hari adalah antara 5.200 K dan 6.000 K.

Kondisi suhu cahaya pada siang hari (5.200K – 6.000K) adalah apa yang paling sering kita lihat dan terekam dalam otak kita, dan juga berada di tengah-tengah semua suhu warna yang cenderung kita alami.

Skala suhu warna ini mungkin sedikit membingungkan karena kita mungkin beranggapan bahwa suhu warna yang lebih hangat memiliki suhu yang lebih tinggi. Pada kenyataannya, justru kebalikannya: Semakin hangat cahayanya maka semakin rendah suhunya. Dan semakin dingin cahaya, semakin tinggi suhunya.

Tabel Suhu Warna

Tabel Suhu warna di bawah ini akan dapat memberikan penjelasan dan lebih mudah di mengerti.

Jika kita amati table di atas, ada perbedaan besar antara dua sumber cahaya yang paling sering kita alami sehari-hari: pencahayaan siang hari rata-rata dan pencahayaan dari sumber yang ada di lingkungan sekitar (cahaya dari lampu dll).

Juga, perhatikan bahwa waktu yang berbeda dalam sehari mempengaruhi suhu warna.

Otak kita sangat baik dalam mengubah apa yang kita lihat sehingga semua tampak normal, biasa-biasa saja. Inilah yang menyebabkan mengapa kita tidak pernah merasakan perbedaan antara pencahayaan lokal dan pencahyaan matahari pada siang hari. Ini karena mata kita dapat beradaptasi dengan baik dalam hitungan sepersekian detik.

Namun, kita baru akan sadar saat berpindah dari satu tempat ke tempat lain dimana sumber cahayanya berbeda. Misalnya jika kita berpindah dari luar ruangan saat siang hari ke dalam ruangan gelap yang hanya diterangi oleh lilin, dinding yang sebenarnya berwarna putih tiba-tiba akan tampak sangat kuning.

Sebaliknya, jika kita berpindah dari ruangan yang hanya diterangi cahaya lilin kemudian pindah ke luar ruangan dengan cahaya matahari penuh pada siang hari, dinding yang berwarna putih akan terlihat putih kebiruan dari yang seharusnya.

Saat memotret, kita cenderung hanya memperhatikan suhu warna paling banyak saat memotret dengan pencahayaan dalam ruangan atau di bawah lampu jalan. Foto akan tampak lebih oranye daripada yang kita ingat. Tapi pada saat pemotretan, otak kita sebenarnya telah “menormalkan” terhadap apa yang kita lihat.

Kamera digital yang kita gunakan untuk memotret tidak memiliki kemampuan adaptasi seperti mata kita. Kamera hanya memiliki opsi untuk mengambil gambar dengan suhu warna yang tetap, dengan beberapa fleksibilitas untuk mengubahnya pada saat proses mengedit foto.

Sehingga kita sekarang bisa memahami bahwa kamera digital membuat keputusan tentang bagaimana ia menangkap suhu warna dengan mengubah white balance – nya.

white balance - color temperature

Pengertian White Balance

So, apa itu white balance?
White balance adalah proses menghilangkan warna yang tidak realistis, sehingga objek yang berwarna putih akan tetap berwarna putih pada gambar. Dengan penjelasan mengenai suhu warna sebelumnya, white balance kamera yang tepat harus memperhitungkan “suhu warna” dari sumber cahaya.

White balance juga dapat diartikan sebagai kemampuan kamera dalam membaca situasi pencahayaan yang masuk ke kamera lalu menerjemahkan warna putih berdasarkan sumber cahaya yang ada. Sumber cahaya mempengaruhi kemampuan kamera dalam membaca warna putih, karena setiap sumber cahaya mempunyai temperatur yang berbeda.

Misalnya pencahayaan yang dihasilkan oleh lampu neon cenderung berwarna kebiru-biruan atau dingin (cool). Sedangkan pencahayaan yang dihasilkan oleh lampu bohlam cenderung berwarna kekuningan atau hangat (warm). Dengan menggunakan yang tepat, kita dapat menghasilkan foto yang memiliki temperatur warna netral meskipun berada di salah satu kondisi pencahayaan di atas.

Pada Kamera DSLR atau Mirrorless

Hampir semua kamera DSLR bahkan smartphone saat ini memiliki fitur preset white balance. Berikut beberapa preset white balance yang dapat kita gunakan.

white balance preset

AUTO

Resiko menggunakan mode auto ini adalah temperature warna yang berubah-ubah mengikuti sensor pada kamera sehingga pada satu sesi foto dengan kondisi pencahayaan yang sama bisa menghasilkan foto dengan temperature warna yang berbeda.

Tungsten

Biasanya tungsten di simbolkan dengan warna bohlam, sangat cocok digunakan pada ruangan dengan kondisi pencahayaan yang menggunakan lampu bohlam atau kondisi ruangan yang memang memiliki karakter warna yang “hangat”.

Fluorescent

Fluorescent biasanya di simbolkan dengan lampu neon, sangat cocok digunakan pada ruangan dengan kondisi pencahayaan yang menggunakan lampu neon.

Daylight

Daylight biasanya di simbolkan dengan gambar matahari, sangat cocok digunakan pada saat di luar ruangan (outdoor) atau pada saat matahari bersinar cerah.

Cloudy

Cloudy biasanya di simbolkan dengan gambar awan, sangat cocok digunakan pada saat di luar ruangan dengan kondisi cuaca yang mendung (berawan) atau tidak ada sinar matahari langsung.

Flash

Flash biasanya di simbolkan dengan lampu flash, jika memotret menggunakan lampu flash (strobist), gunakan opsi ini.

Shade

Shade biasanya di simbolkan dengan rumah atau pohon, gunakan pada saat memotret di dalam rumah (siang hari) atau ketika berada pada daerah jatuhnya bayangan (bukan sinar matahari langsung).

Pengaturan Custom White Balance

Selain memanfaatkan preset white balance, kita dapat mengaturnya dengan menentukan nilai suhu warna secara manual. Contoh di bawah ini adalah pengaturan custom white balance pada kamera DSLR Canon.

custom white balance

Alat Bantu untuk Mengatur White Balance

pada umumnya kamera menyediakan fasilitas setting white balance manual seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Ada opsi lain untuk menjaga agar warna pada hasil pemotretan tetap akurat, yaitu dengan menggunakan alat bantu.

Expodisc

white balance dish

Ini adalah alat bantu fotografi yang di sebut expodisc atau kenko, harganya berkisar dari Rp. 800 ribu s/d Rp. 1,5 Juta. Dapat ditemukan di toko-toko kamera. Alat ini di pasang pada permukaan lensa, sama seperti ketika kita memasang filter pada lensa.

Color Checker

Jika foto kita akan melewati proses editing terutama jika kita memilih format file RAW, maka ada opsi lain yaitu menggunakan color checker keluaran x-rite. Caranya dengan mengambil foto subyek dan palet color checker secara bersamaan. File foto kita dapat di seragam-kan pada saat post processing (editing) di PC. Silakan cek harga x-rite di marketplace atau toko kamera langganan.

color checker

Perlu di ingat, selain factor kondisi cahaya di atas kita juga harus memperhatikan lingkungan sekitar, misalnya warna dinding ruangan dll yang dapat mempengaruhi kondisi “warm” atau “cool”.

Penutup

Demikian pembahasan mengenai white balance dalam fotografi, masih ada banyak artikel di CakBass.com yang terkait dengan dasar-dasar fotografi. Silakan eksplore dan cari pembahasan terkait fotografi di sini. Mudah-mudahan bisa menjadi pencerahan buat teman-teman. Jangan lupa, jika kalian suka dengan pembahasannya, share ke teman-teman ya…

FAQ

Apa itu White Balance?

White balance adalah fungsi untuk membuat hal-hal berwarna putih menjadi tampak putih pada sebuah foto dengan memgkompensasi pengaruh warna cahaya yang ada di tempat kita melakukan pemotretan.

Apa fungsi dari white balance?

Fungsi yang memperbaiki masalah warna ini adalah “white balance” kamera digital. Pada dasarnya, white balance menyesuaikan gambar untuk membuat subjek putih terlihat putih pada foto. Dengan memanfaatkan white balance dengan baik, kita dapat memanipulasi tone sebuah gambar dengan lebih kreatif.

normal?

LED Putih: 4500
Tengah hari: 5000 – 5500
Flash: 5500
Mendung/berawan: 6500 – 7500.

Leave a Reply